BAWASLU LAMPUNG TENGAH GELAR JUMAT SEHATI, YULI EFENDI AJAK JAJARAN PERKUAT PROFESIONALISME
|
Lampung Tengah — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Jumat Sehati yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dengan mengangkat tema “Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Pelaksanaan Tugas Bawaslu”.
Kegiatan Jumat Sehati ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme di lingkungan Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah. Pelaksanaannya juga mengacu pada Surat Edaran Bawaslu Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian di Lingkungan Sekretariat Jenderal Bawaslu, Sekretariat Bawaslu/Panwaslih Provinsi, dan Sekretariat Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota.
Dalam sambutannya, Yuli Efendi menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Sehati tidak hanya menjadi agenda pembinaan rutin, tetapi juga merupakan momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh jajaran mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai spiritual dan pelaksanaan tanggung jawab kedinasan. Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran diharapkan dapat melakukan refleksi terhadap sikap, perilaku, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu.
Yuli Efendi menekankan bahwa disiplin dan tanggung jawab merupakan dua unsur mendasar yang harus dimiliki setiap insan Bawaslu. Menurutnya, pelaksanaan tugas yang baik tidak cukup hanya didukung oleh kemampuan teknis dan pemahaman terhadap aturan, tetapi juga membutuhkan komitmen pribadi untuk bekerja secara tertib, konsisten, dan sungguh-sungguh. Disiplin harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, sedangkan tanggung jawab harus diwujudkan melalui kesediaan melaksanakan setiap amanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Disiplin dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari karakter kita sebagai jajaran Bawaslu. Keduanya bukan sekadar kewajiban dalam pekerjaan, melainkan bentuk komitmen kita untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Saya berharap seluruh jajaran dapat terus menjaga kedisiplinan, melaksanakan tugas sesuai aturan, dan bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan yang diamanahkan,” demikian arahan Yuli Efendi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kehadiran tepat waktu atau kepatuhan terhadap jam kerja. Disiplin juga mencakup kemampuan mengatur waktu, menaati prosedur, menjaga ketertiban administrasi, menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu, serta konsisten menjalankan kewajiban meskipun tidak berada dalam pengawasan langsung. Hal-hal tersebut merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang tertib dan profesional.
Dalam pelaksanaan tugas kelembagaan, setiap pegawai memiliki tanggung jawab sesuai dengan kedudukan, fungsi, dan kewenangannya. Oleh karena itu, setiap pekerjaan perlu dipahami sebagai bagian dari rangkaian proses yang saling berkaitan. Keterlambatan dalam satu pekerjaan dapat berdampak pada pelaksanaan pekerjaan lainnya, sehingga diperlukan kedisiplinan, komunikasi, dan koordinasi yang baik di antara seluruh jajaran.
Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah tersebut juga menekankan bahwa tanggung jawab tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi turut mencakup kualitas proses dan hasil yang dicapai. Setiap tugas harus dilaksanakan secara cermat, jujur, dan sesuai prosedur agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, tanggung jawab menjadi wujud nyata dari komitmen untuk menjaga kepercayaan organisasi dan mendukung pencapaian tujuan kelembagaan.
“Jangan sampai kita hanya berorientasi pada selesainya pekerjaan, tetapi mengabaikan proses dan kualitasnya. Setiap tugas harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga kualitas kinerja Bawaslu, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk bekerja secara disiplin, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pimpinan atau individu tertentu, tetapi merupakan hasil dari kerja sama dan kontribusi seluruh jajaran. Setiap unsur memiliki peran masing-masing yang saling mendukung dalam pelaksanaan tugas. Karena itu, membangun lingkungan kerja yang disiplin dan bertanggung jawab memerlukan komitmen bersama, mulai dari pimpinan hingga seluruh pegawai di lingkungan sekretariat.
Dalam konteks pelaksanaan tugas Bawaslu, kedisiplinan dan tanggung jawab memiliki arti strategis dalam mendukung pengawasan pemilu yang profesional dan berintegritas. Pelaksanaan fungsi pengawasan membutuhkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, ketelitian dalam menjalankan prosedur, serta konsistensi dalam menjaga prinsip keadilan dan independensi. Setiap tugas perlu dilaksanakan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dapat terus dijaga.
Yuli Efendi juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan integritas sebagai landasan dalam setiap aktivitas kerja. Integritas tidak hanya terlihat dalam keputusan besar, tetapi juga tercermin dari tindakan-tindakan sederhana, seperti menyampaikan informasi secara benar, menyelesaikan administrasi dengan teliti, menggunakan fasilitas kedinasan secara bertanggung jawab, serta menjaga komitmen terhadap aturan. Kebiasaan tersebut perlu dibangun secara konsisten agar menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap individu.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keteladanan dalam membangun kedisiplinan di lingkungan organisasi. Pimpinan dan seluruh jajaran diharapkan mampu menunjukkan perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap aturan serta kesungguhan dalam menjalankan tugas. Keteladanan akan memperkuat kesadaran bersama bahwa disiplin bukan hanya tuntutan bagi pegawai tertentu, melainkan nilai yang harus diterapkan oleh semua unsur dalam organisasi.
“Budaya disiplin tidak dapat dibangun hanya melalui imbauan, tetapi harus dimulai dari diri kita masing-masing dan dicontohkan melalui tindakan nyata. Ketika setiap orang menjalankan tugas dengan tertib, saling menghargai waktu, dan bertanggung jawab atas pekerjaannya, maka lingkungan kerja yang profesional akan lebih mudah diwujudkan,” imbuhnya.
Kegiatan Jumat Sehati juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Evaluasi tersebut penting agar setiap pegawai mampu mengenali kekurangan, memperbaiki pola kerja, dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tanggung jawabnya. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, organisasi diharapkan dapat semakin adaptif dalam menghadapi kebutuhan dan tantangan pelaksanaan tugas.
Pelaksanaan kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting tidak mengurangi pentingnya pesan yang disampaikan. Seluruh pimpinan dan jajaran sekretariat tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan bersama, memperkuat komunikasi, serta membangun pemahaman yang selaras mengenai pentingnya disiplin dan tanggung jawab. Kebersamaan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen kolektif untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertib, solid, dan produktif.
Setelah menyampaikan sambutan, Yuli Efendi secara resmi membuka kegiatan Jumat Sehati dengan harapan agar kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga nilai-nilai positif dalam menjalankan tugas. Pembukaan kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya pembinaan yang berkesinambungan dalam membangun karakter sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah terus mendorong terciptanya budaya kerja yang mengutamakan kepatuhan terhadap aturan, ketepatan waktu, ketelitian, koordinasi, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi dalam kegiatan pembinaan, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam aktivitas kedinasan sehari-hari.
Jumat Sehati pada 23 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa setiap amanah harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Disiplin membantu memastikan pekerjaan berjalan tertib dan sesuai ketentuan, sementara tanggung jawab menjaga agar setiap tugas dilaksanakan dengan kualitas yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Keduanya menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola kelembagaan yang profesional dan akuntabel.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T