Lompat ke isi utama

Berita

DELAPAN PPPK BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI PENUTUPAN ORIENTASI, INDRA DARMAWAN TEKANKAN PENGEMBANGAN SDM

r

Indra Darmawan Tekankan Orientasi PPPK sebagai Fondasi Pengembangan SDM Bawaslu

Lampung Tengah — Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi Lampung, Indra Darmawan, menegaskan bahwa Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan langkah awal yang strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Hal tersebut disampaikan Indra Darmawan dalam kegiatan Penutupan Orientasi PPPK Bawaslu se-Provinsi Lampung yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (24/08/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu Provinsi Lampung dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, termasuk delapan PPPK Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah bersama Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto.

Penutupan orientasi menjadi momentum penting setelah para peserta mengikuti rangkaian kegiatan orientasi yang telah berlangsung sejak 29 Juli hingga 21 Agustus 2026. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan nilai dan etika instansi, sekaligus memberikan pembekalan kepada PPPK mengenai lingkungan kerja, tugas, fungsi, budaya organisasi, serta peran masing-masing dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan Bawaslu.

Dalam arahannya, Indra Darmawan menyampaikan bahwa orientasi tidak semata-mata menjadi kegiatan formal bagi para PPPK, tetapi merupakan tahap awal dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang profesional, kompeten, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan organisasi.

Menurutnya, sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pegawai harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah rangkaian orientasi selesai.

“Orientasi ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu. Apa yang telah diperoleh selama orientasi harus menjadi bekal untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan dikembangkan melalui proses belajar yang berkelanjutan,” ujar Indra Darmawan.

Ia menekankan bahwa setelah orientasi berakhir, para PPPK diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan pemahaman yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. Orientasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berkoordinasi.

Selain menyampaikan arahan mengenai pentingnya peningkatan kapasitas, Indra Darmawan dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan peserta terbaik dari masing-masing batch berdasarkan hasil evaluasi akademik dan tingkat kehadiran selama mengikuti rangkaian orientasi.

Pengumuman peserta terbaik tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan penutupan. Penghargaan terhadap peserta terbaik diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan, kedisiplinan, dan capaian peserta selama mengikuti seluruh proses orientasi.

Untuk Batch 1, peserta terbaik diraih oleh Nuryanti dari Bawaslu Kabupaten Way Kanan, M. Esa Adesha dari Bawaslu Kabupaten Pringsewu, dan Heri Susanto dari Bawaslu Kabupaten Tanggamus.

Ketiganya dinilai menunjukkan hasil yang baik berdasarkan evaluasi akademik serta tingkat kehadiran selama mengikuti kegiatan. Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa kesungguhan dalam mengikuti proses pembelajaran dapat memberikan hasil yang positif.

Sementara itu, untuk Batch 2, peserta terbaik terdiri atas Satria Arif Gumelar dari Bawaslu Provinsi Lampung, Sinta Yunia Ulfa dari Bawaslu Kabupaten Lampung Barat, dan Hanif Fibtya 

Ningrumbdari Bawaslu Kota Metro.

Ketiga peserta tersebut berhasil menunjukkan capaian yang baik dalam proses orientasi. Hasil tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi peserta lainnya agar terus meningkatkan keseriusan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan pengembangan kompetensi.

Kemudian, pada Batch 3, peserta terbaik diraih oleh Kriswanto dari Bawaslu Kabupaten Lampung Barat, M. Nur Jahid dari Bawaslu Kabupaten Lampung Timur, dan Afriyanti dari Bawaslu Kota Metro.

Penetapan peserta terbaik dari masing-masing batch dilakukan berdasarkan hasil evaluasi akademik dan tingkat kehadiran. Dua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur kesungguhan peserta selama mengikuti proses orientasi.

Tidak hanya mengumumkan peserta terbaik setiap batch, Indra Darmawan juga menyampaikan tiga peringkat terbaik dari keseluruhan peserta Orientasi PPPK Bawaslu se-Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan, Kriswanto dari Bawaslu Kabupaten Lampung Barat berhasil menempati peringkat pertama. Selanjutnya, M. Nur Jahid dari Bawaslu Kabupaten Lampung Timur berada di peringkat kedua, sedangkan Satria Arif Gumelar dari Bawaslu Provinsi Lampung menempati peringkat ketiga.

Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peserta yang mampu menunjukkan performa terbaik selama mengikuti rangkaian orientasi. Selain menjadi penghargaan, hasil tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi kepada seluruh PPPK untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas diri.

Indra Darmawan juga menekankan bahwa keberhasilan dalam mengikuti orientasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Kehadiran, kedisiplinan, kesungguhan mengikuti materi, kemampuan berinteraksi, serta komitmen dalam menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan juga merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter pegawai.

Orientasi PPPK dirancang untuk memberikan dasar pemahaman mengenai organisasi Bawaslu sekaligus memperkenalkan nilai dan etika yang harus diterapkan dalam menjalankan tugas. Karena itu, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran tersebut dalam lingkungan kerja masing-masing.

Dalam menjalankan tugas, PPPK diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja secara profesional, bertanggung jawab, disiplin, serta mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh jajaran.

Indra Darmawan menilai bahwa kemampuan bekerja sama menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kinerja organisasi. Setiap pegawai memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi seluruhnya memiliki tujuan yang sama dalam mendukung pencapaian tujuan kelembagaan Bawaslu.

Oleh karena itu, para PPPK diharapkan mampu menjaga soliditas dan membangun lingkungan kerja yang saling mendukung. Perbedaan tugas maupun unit kerja tidak menjadi penghalang untuk membangun kolaborasi dan komunikasi yang efektif.

Selain itu, Indra juga mendorong para PPPK untuk tidak berhenti melakukan upgrade diri setelah menyelesaikan orientasi. Perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dan dinamika pekerjaan menuntut pegawai untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti mengikuti pelatihan, membaca regulasi, mempelajari kebijakan terbaru, berdiskusi dengan rekan kerja, mengikuti forum pembelajaran, serta belajar dari pengalaman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Menurutnya, pegawai yang memiliki kemauan untuk terus belajar akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting dalam lingkungan kerja pemerintahan yang terus mengalami perubahan.

Orientasi juga diharapkan menjadi momentum bagi PPPK untuk memahami nilai-nilai dasar ASN dan menerapkannya dalam kehidupan kerja. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam perilaku nyata, mulai dari cara memberikan pelayanan, menyelesaikan pekerjaan, berkomunikasi, hingga membangun hubungan kerja dengan sesama pegawai.

Indra Darmawan menegaskan bahwa profesionalitas pegawai juga berkaitan erat dengan integritas. Setiap pekerjaan harus dilakukan secara jujur, bertanggung jawab, sesuai aturan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut penting karena setiap pegawai merupakan bagian dari organisasi yang memiliki tanggung jawab kepada publik. Sikap dan perilaku pegawai dapat memberikan pengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.

Dalam konteks tersebut, para PPPK diharapkan mampu menjaga etika kedinasan serta menunjukkan sikap profesional dalam menjalankan tugas. Mereka juga diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang positif di lingkungan Bawaslu.

Bagi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, keikutsertaan delapan PPPK bersama Koordinator Sekretariat Lukito Hadi Sumarto dalam kegiatan penutupan menjadi bagian dari komitmen dalam mengikuti proses pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah untuk memperoleh arahan dan informasi mengenai pengembangan kompetensi PPPK. Berbagai pembelajaran dari kegiatan orientasi diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kerja masing-masing.

Penutupan orientasi juga menjadi momentum untuk mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Meskipun terdapat peserta yang memperoleh predikat terbaik, seluruh peserta memiliki peran dan kontribusi masing-masing dalam mendukung organisasi.

Prestasi peserta terbaik diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi peserta lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri. Semangat kompetisi yang sehat diharapkan dapat mendorong terciptanya budaya belajar dan peningkatan kapasitas di lingkungan kerja.

Indra Darmawan juga mengingatkan bahwa orientasi merupakan tahap awal. Setelah kembali ke unit kerja masing-masing, tantangan berikutnya adalah menerapkan seluruh pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh.

Para PPPK diharapkan mampu menunjukkan perubahan positif dalam pelaksanaan pekerjaan. Mulai dari kedisiplinan waktu, ketelitian dalam bekerja, kemampuan menyusun dan menyelesaikan tugas, hingga kemampuan berkoordinasi dengan rekan kerja dan pimpinan.

Dengan berakhirnya orientasi, para PPPK diharapkan semakin memahami posisi dan perannya dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu. Setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi dan bidang tugasnya.

Kegiatan penutupan juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Peningkatan kapasitas tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan proses yang konsisten dan berkelanjutan.

Melalui orientasi, pembinaan, pelatihan, serta pengalaman kerja, para PPPK diharapkan dapat terus berkembang menjadi aparatur yang profesional dan mampu menghadapi tuntutan pekerjaan.

Indra Darmawan berharap seluruh peserta dapat menjadikan orientasi sebagai fondasi dalam membangun karier dan pengabdian di lingkungan Bawaslu. Pengetahuan yang diperoleh selama orientasi harus diterjemahkan menjadi kinerja yang memberikan manfaat bagi organisasi.

“Orientasi adalah awal. Setelah ini, mari kita terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjaga kedisiplinan, dan memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas masing-masing,” pesannya.

Dengan demikian, penutupan Orientasi PPPK Bawaslu se-Provinsi Lampung bukan hanya menjadi tanda berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi awal bagi para PPPK untuk memasuki tahap pelaksanaan tugas dengan bekal pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik.

Sementara itu, capaian peserta terbaik dari setiap batch dan tiga peringkat terbaik keseluruhan menjadi bagian dari evaluasi yang memberikan gambaran mengenai hasil pembelajaran selama orientasi. Kriswanto, M. Nur Jahid, dan Satria Arif Gumelar menjadi tiga peserta dengan capaian terbaik secara keseluruhan.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut memberikan perhatian terhadap hasil tersebut sebagai bagian dari pembelajaran bersama. Prestasi yang diraih peserta dari berbagai satuan kerja diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh PPPK untuk terus meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan kualitas kinerja.

Pada akhirnya, Orientasi PPPK Bawaslu se-Provinsi Lampung diharapkan mampu memberikan fondasi yang kuat bagi terbentuknya sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, disiplin, adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.

Melalui pengembangan SDM yang dilakukan secara berkelanjutan, Bawaslu diharapkan semakin mampu membangun tata kelola organisasi yang efektif dan memberikan dukungan terbaik terhadap pelaksanaan tugas kelembagaan.

Bagi delapan PPPK Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, berakhirnya orientasi menjadi awal untuk menerapkan ilmu, nilai, dan pengalaman yang telah diperoleh ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, serta terus berkembang menjadi bagian dari sumber daya manusia Bawaslu yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T