HARI GURU SEDUNIA 2026, LUKITO HADI SUMARTO APRESIASI DEDIKASI PARA GURU MEMBENTUK GENERASI BANGSA
|
Lampung Tengah — Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah Lukito Hadi Sumarto menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Guru Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober. Peringatan Hari Guru Sedunia Tahun 2026 menjadi momentum untuk memberikan penghormatan dan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta peran strategis para guru dalam melindungi profesi pendidikan, meningkatkan status dan penghargaan terhadap tenaga pendidik, sekaligus membentuk masa depan generasi bangsa.
Mengusung semangat “Bersama para guru: 60 tahun melindungi profesi, memajukan status, dan membentuk masa depan kita”, peringatan Hari Guru Sedunia tahun ini menjadi pengingat bahwa guru memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan pembangunan sumber daya manusia. Guru tidak hanya menjalankan tugas menyampaikan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, membangun kedisiplinan, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman.
Lukito Hadi Sumarto menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia, khususnya para guru yang dengan penuh ketulusan terus menjalankan tugas mendidik dan membimbing peserta didik. Menurutnya, profesi guru merupakan salah satu profesi yang memiliki tanggung jawab besar karena bersentuhan langsung dengan proses pembentukan manusia dan masa depan bangsa.
“Selamat Hari Guru Sedunia Tahun 2026. Semoga momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menghargai, mendukung, dan memberikan perhatian terhadap perjuangan serta pengabdian para guru dalam mendidik generasi penerus bangsa,” ujar Lukito.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju, berkarakter, berintegritas, dan memiliki daya saing. Dalam proses tersebut, guru menjadi salah satu aktor utama yang memiliki peran penting dalam memastikan nilai-nilai pendidikan dapat diterima dan diterapkan oleh generasi muda.
Guru tidak hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, toleransi, kepedulian, serta penghormatan terhadap perbedaan merupakan nilai-nilai yang secara tidak langsung dipelajari peserta didik melalui keteladanan para guru.
Bagi Lukito, peran tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat. Generasi muda saat ini tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan arus informasi. Kemudahan memperoleh informasi melalui berbagai platform digital membawa manfaat besar, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, intoleransi, serta berbagai konten yang berpotensi memengaruhi karakter generasi muda.
Dalam kondisi tersebut, guru memiliki peran strategis sebagai pendamping dan pembimbing generasi muda agar mampu menggunakan teknologi dan informasi secara bijak. Pendidikan tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun kemampuan berpikir kritis, bersikap objektif, menghargai perbedaan, serta mampu menyaring informasi yang diterima.
“Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pendidikan karakter, keteladanan, kemampuan berpikir kritis, serta nilai-nilai kebangsaan menjadi semakin penting untuk terus ditanamkan,” jelas Lukito.
Ia menambahkan, pendidikan yang berkualitas akan memberikan kontribusi besar terhadap lahirnya generasi yang mampu mengambil peran positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Generasi yang mendapatkan pendidikan yang baik diharapkan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam konteks kehidupan demokrasi, pendidikan juga memiliki hubungan yang erat dengan upaya membangun masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Sekolah dan guru dapat menjadi ruang awal bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai demokrasi, seperti menghargai perbedaan pendapat, bermusyawarah, menghormati hak orang lain, bertanggung jawab terhadap pilihan, serta mengedepankan kepentingan bersama.
Nilai-nilai tersebut pada akhirnya menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan demokrasi yang sehat. Demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses pemilihan umum, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat mampu hidup berdampingan dalam keberagaman dan menyelesaikan perbedaan secara damai dan bermartabat.
Sebagai bagian dari penyelenggaraan pengawasan Pemilu, Bawaslu memiliki perhatian terhadap pentingnya pendidikan politik dan penguatan kesadaran masyarakat. Dalam hal ini, pendidikan yang dilakukan sejak dini dapat menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun generasi yang memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Lukito menilai bahwa guru memiliki kesempatan yang besar untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi kepada peserta didik melalui proses pembelajaran maupun keteladanan. Sikap terbuka terhadap perbedaan, menghargai pendapat orang lain, berlaku adil, tidak melakukan diskriminasi, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog merupakan bagian dari nilai demokrasi yang dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan dan demokrasi memiliki hubungan yang sangat erat. Dari lingkungan pendidikan, generasi muda dapat belajar tentang tanggung jawab, menghormati perbedaan, menyampaikan pendapat secara santun, dan memahami pentingnya hidup bersama dalam keberagaman,” katanya.
Lebih lanjut, Lukito menyampaikan bahwa penghormatan terhadap profesi guru tidak hanya diberikan melalui peringatan seremonial, tetapi juga perlu diwujudkan melalui dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan profesionalisme tenaga pendidik.
Menurutnya, guru membutuhkan lingkungan yang mendukung agar dapat menjalankan tugas secara optimal. Perlindungan terhadap profesi guru, peningkatan kompetensi, penghargaan terhadap pengabdian, serta kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Semangat “60 tahun melindungi profesi, memajukan status, dan membentuk masa depan kita” juga menjadi refleksi bahwa perjuangan untuk memperkuat profesi guru merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan manusia dan bangsa. Ketika profesi guru mendapatkan penghargaan dan dukungan yang layak, maka proses pendidikan diharapkan dapat berjalan semakin baik.
Lukito juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan perhatian dan penghormatan kepada para guru. Peran orang tua, masyarakat, pemerintah, dan berbagai lembaga lainnya sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, inklusif, dan mampu memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Guru menjalankan fungsi pendidikan di sekolah, sementara keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter anak.
Di tengah perubahan zaman, tantangan yang dihadapi guru juga semakin kompleks. Selain dituntut menguasai kompetensi pedagogis dan profesional, guru juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan karakteristik peserta didik. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi guru menjadi bagian penting untuk memastikan pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Lukito berharap peringatan Hari Guru Sedunia Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghargai profesi guru dan meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan hari ini.
“Mari kita jadikan Hari Guru Sedunia sebagai momentum untuk terus memberikan penghargaan kepada para guru. Pengabdian guru hari ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan masa depan bangsa. Bersama para guru, kita membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, cerdas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi, tetapi juga dari kualitas manusia yang dihasilkan. Pendidikan menjadi salah satu instrumen utama untuk memastikan pembangunan tersebut berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, menurut Lukito, penghargaan terhadap guru harus menjadi bagian dari penghargaan terhadap masa depan bangsa. Guru yang mendapatkan dukungan dan penghargaan akan memiliki ruang yang lebih baik untuk menjalankan tugas mulia dalam mendidik dan membimbing peserta didik.
Peringatan Hari Guru Sedunia pada akhirnya bukan sekadar momentum untuk menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali melihat besarnya kontribusi guru dalam perjalanan kehidupan masyarakat. Dari tangan para guru, berbagai generasi mendapatkan ilmu, nilai, pengalaman, dan keteladanan yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.
Lukito berharap semangat Hari Guru Sedunia Tahun 2026 dapat terus menginspirasi seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang semakin baik. Dukungan terhadap guru, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan karakter generasi muda merupakan investasi yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
“Selamat Hari Guru Sedunia Tahun 2026 kepada seluruh guru dan tenaga pendidik. Terima kasih atas dedikasi, kesabaran, keteladanan, dan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bersama para guru, mari kita lindungi profesi, tingkatkan penghargaan terhadap pendidikan, dan bersama-sama membentuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Lukito Hadi Sumarto.
Semangat Hari Guru Sedunia Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki masa depan yang harus dipersiapkan sejak hari ini. Dan dalam perjalanan tersebut, guru akan selalu memiliki tempat penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus salah satu fondasi utama dalam membentuk manusia Indonesia yang berkarakter dan berintegritas.
Dengan semangat “Bersama para guru: 60 tahun melindungi profesi, memajukan status, dan membentuk masa depan kita”, peringatan Hari Guru Sedunia diharapkan mampu memperkuat kesadaran bersama bahwa menghormati guru berarti menghormati pendidikan, menghormati pendidikan berarti mempersiapkan masa depan, dan mempersiapkan masa depan berarti membangun bangsa yang lebih kuat, berdaya saing, demokratis, dan bermartabat.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T