HARI KEEMPAT PENDIDIKAN PENGAWAS PARTISIPATIF (P2P) DARING BAWASLU LAMPUNG TENGAH: PESERTA ANTUSIAS IKUTI SESI PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL
|
Lampung Tengah, 30 Oktober 2025 — Memasuki hari keempat pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring, peserta dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah terus menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah.
Kegiatan pembelajaran daring ini secara resmi dimulai pada 27 Oktober 2025 dan dijadwalkan berakhir paling lambat pada 31 Oktober 2025. Pada hari keempat ini, para peserta fokus melaksanakan sesi pembelajaran audio visual, yang menjadi bagian integral dari keseluruhan sistem pembelajaran berbasis digital.
Pelaksanaan sesi audio visual ini berjalan beriringan dengan pembelajaran melalui modul daring, di mana keduanya dirancang untuk saling melengkapi. Materi dalam bentuk video menghadirkan pemahaman yang kontekstual, praktis, dan aplikatif melalui ilustrasi nyata di lapangan, sementara modul daring memberikan pendalaman teori serta refleksi konseptual yang lebih terstruktur.
Kombinasi dua bentuk pembelajaran ini diharapkan dapat memperkaya cara peserta memahami substansi pengawasan pemilu dari berbagai sisi — baik konseptual maupun praktis.
Dalam sesi audio visual ini, peserta diwajibkan untuk menyimak enam topik utama yang telah disiapkan oleh tim penyelenggara. Setiap topik dikemas dalam bentuk video pembelajaran yang interaktif dan informatif, membahas berbagai aspek penting seperti:
Peran pengawas partisipatif dalam menjaga netralitas pemilu,
Strategi pencegahan pelanggaran pemilu,
Etika dan integritas dalam pengawasan,
Kolaborasi antara masyarakat dan penyelenggara pemilu,
Pencegahan politik uang dan hoaks pemilu, serta
Penguatan partisipasi masyarakat dalam demokrasi berkeadilan.
Sebagai bagian dari proses evaluasi, setiap peserta diwajibkan membuat catatan kritis terhadap setiap video pembelajaran yang disimak. Catatan tersebut tidak hanya menjadi ukuran pemahaman terhadap materi, tetapi juga menjadi bentuk refleksi personal atas penerapan nilai-nilai pengawasan partisipatif dalam konteks nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk berpikir analitis, kritis, dan reflektif, serta mampu menilai berbagai isu kepemiluan dari sudut pandang partisipatif dan berkeadilan.
Selama periode pelaksanaan, peserta menunjukkan tingkat partisipasi dan interaksi yang tinggi di forum diskusi daring. Berbagai pandangan dan pengalaman dibagikan secara terbuka, menunjukkan adanya keseriusan peserta dalam mengembangkan kapasitas diri serta memperluas wawasan tentang pengawasan pemilu yang partisipatif.
Antusiasme tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi dan kepedulian masyarakat terhadap pengawasan pemilu semakin tumbuh kuat di Lampung Tengah.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Lampung Tengah Harmono, S.H.I menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya, keberhasilan program P2P daring tidak hanya diukur dari penyelesaian materi, tetapi juga dari sejauh mana peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai integritas dan keadilan dalam praktik pengawasan di lingkungan masing-masing.
“Melalui pendekatan audio visual, kami ingin membangun cara belajar yang lebih komunikatif dan aplikatif. Peserta bukan hanya memahami teori, tetapi juga mampu meneladani praktik pengawasan yang berintegritas di lapangan. Kami berharap setelah ini, para peserta dapat menjadi motor penggerak pengawasan partisipatif di masyarakat,” ujar Koordinator Divisi.
Dengan berjalannya sesi pembelajaran audio visual dan modul daring ini, diharapkan seluruh peserta dapat menuntaskan seluruh tahapan pembelajaran tepat waktu, sebelum batas akhir kegiatan pada 31 Oktober 2025. Tahapan ini menjadi pondasi penting sebelum peserta melangkah ke fase berikutnya, yakni praktik lapangan dan penyusunan rencana aksi pengawasan partisipatif di wilayah masing-masing.
Penyelenggara program berharap, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis peserta dalam hal pengawasan pemilu, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi, integritas, dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari upaya bersama menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Lampung Tengah berkomitmen terus mendorong lahirnya pengawas partisipatif yang kritis, cerdas, dan berintegritas, yang mampu menjadi teladan di masyarakat dalam mewujudkan pemilu yang bersih serta berkeadilan bagi seluruh warga negara.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T