HARI PUISI NASIONAL 2026, BAWASLU LAMPUNG TENGAH SOROTI PUISI SEBAGAI PILAR KARAKTER DAN IDENTITAS NASIONAL
|
Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Lukito Hadi Sumarto,S.AP menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh pada Selasa, 28 April 2026. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa momentum Hari Puisi Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya peran sastra—khususnya puisi—dalam membangun kesadaran, karakter, dan jati diri bangsa Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa penetapan Hari Puisi Nasional secara formal didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 071 Tahun 1969. Melalui kebijakan tersebut, negara secara resmi mengakui bahwa puisi merupakan instrumen penting dalam pembangunan karakter dan identitas nasional. Puisi tidak hanya dipandang sebagai karya seni, tetapi juga sebagai medium refleksi sosial yang mampu menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan.
Menurutnya, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, puisi memiliki kekuatan untuk menyentuh sisi emosional masyarakat sekaligus menggerakkan kesadaran kolektif. Melalui rangkaian kata yang sederhana namun bermakna dalam, puisi mampu menjadi sarana kritik yang santun, edukasi yang halus, serta inspirasi bagi lahirnya perubahan positif di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa semangat yang terkandung dalam puisi sejalan dengan nilai-nilai demokrasi yang dijunjung tinggi oleh lembaga pengawas pemilu seperti Bawaslu. Demokrasi yang sehat, kata dia, tidak hanya dibangun melalui proses politik yang transparan dan adil, tetapi juga melalui budaya literasi dan ekspresi yang bebas, bertanggung jawab, serta berlandaskan etika.
“Puisi mengajarkan kita untuk berpikir lebih dalam, merasakan dengan lebih peka, dan menyampaikan gagasan dengan cara yang beradab. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam menjaga kualitas demokrasi kita,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Lampung Tengah, untuk terus mencintai dan mengembangkan sastra sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, di tengah arus informasi yang begitu cepat dan terkadang tidak terkendali, puisi dapat menjadi ruang untuk merenung sekaligus memperkuat identitas diri sebagai bangsa Indonesia yang berbudaya.
Peringatan Hari Puisi Nasional tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga sebagai ajakan untuk menghidupkan kembali tradisi literasi di tengah masyarakat. Dengan demikian, puisi dapat terus berperan sebagai jembatan antara nilai-nilai luhur bangsa dengan dinamika kehidupan modern.
Menutup pernyataannya, Koordinator Sekretariat Bawaslu Lampung Tengah berharap agar semangat Hari Puisi Nasional 2026 dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni, memperkuat persatuan, serta berkontribusi dalam membangun demokrasi yang lebih baik melalui cara-cara yang kreatif dan berbudaya.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T