KETUA BAWASLU LAMPUNG TENGAH YULI EFENDI UCAPKAN SELAMAT MILAD KE-65 IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH, GAUNGKAN SEMANGAT "RESONANSI ALGORITMA PELAJAR BERDAMPAK"
|
Lampung Tengah – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Yuli Efendi, menyampaikan ucapan selamat memperingati Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Peringatan yang mengusung tema "Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak" tersebut menjadi momentum penting untuk menguatkan peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral, integritas, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Yuli Efendi menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang selama 65 tahun telah konsisten menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui pendidikan, kaderisasi, pengembangan kepemimpinan, serta pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Menurutnya, IPM telah memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan bangsa.
"Atas nama keluarga besar Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, saya mengucapkan Selamat Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Semoga IPM senantiasa menjadi organisasi pelajar yang terus melahirkan kader-kader terbaik bangsa, berintegritas, berprestasi, serta mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya dalam membangun Indonesia yang semakin maju," ujar Yuli Efendi.
Yuli Efendi menilai tema "Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak" sangat relevan dengan kondisi saat ini. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara generasi muda belajar, berkomunikasi, memperoleh informasi, hingga berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan demokrasi. Oleh karena itu, pelajar dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Menurutnya, algoritma media digital memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat. Jika dimanfaatkan secara positif, teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, serta membangun budaya demokrasi yang sehat. Namun sebaliknya, apabila digunakan tanpa disertai literasi digital yang memadai, teknologi juga berpotensi menjadi media penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah persatuan bangsa.
Karena itu, Ketua Bawaslu Lampung Tengah mengajak seluruh kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah untuk menjadi pelopor literasi digital di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengedepankan sikap kritis terhadap setiap informasi, tidak mudah terprovokasi, serta aktif menyebarkan konten-konten edukatif yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Yuli Efendi menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan demokrasi Indonesia. Sebagai calon pemilih maupun calon pemimpin masa depan, pelajar perlu dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai demokrasi, pentingnya kejujuran, integritas, serta penghormatan terhadap perbedaan pendapat. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi utama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan bermartabat.
Ia juga menilai bahwa organisasi kepelajaran seperti IPM memiliki peran penting dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda. Melalui berbagai program kaderisasi, pelatihan, diskusi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan, IPM telah menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, menyampaikan aspirasi secara santun, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Menurut Yuli Efendi, semangat yang diusung dalam Milad ke-65 IPM juga sejalan dengan komitmen Bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif. Demokrasi yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya demokrasi, pengawasan, serta etika dalam kehidupan berbangsa, maka semakin kuat pula kualitas demokrasi Indonesia pada masa yang akan datang.
Ia berharap kader-kader IPM dapat terus menjadi contoh dalam membangun budaya dialog, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Di era digital saat ini, kemampuan berkomunikasi secara santun, menghargai perbedaan, serta menyaring informasi menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas kehidupan sosial.
Lebih lanjut, Yuli Efendi menyampaikan bahwa tantangan generasi muda ke depan bukan hanya mengenai kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global, kecakapan memanfaatkan teknologi, serta komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan. Oleh sebab itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi kepelajaran, pemerintah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat secara moral.
Momentum Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh kader IPM untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas kontribusi kepada masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa. Semangat "Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak" diharapkan tidak hanya menjadi slogan peringatan, tetapi menjadi gerakan nyata dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Di akhir penyampaiannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah mengajak seluruh pelajar Indonesia untuk terus belajar, berkarya, menjaga integritas, dan menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.
"Selamat Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Semoga IPM semakin maju, semakin berkontribusi dalam mencetak pelajar yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjadi pelopor perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Mari bersama-sama membangun Indonesia yang demokratis, berintegritas, dan berkemajuan melalui semangat Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak," tutup Yuli Efendi.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T