KETUA BAWASLU PROVINSI LAMPUNG ISKARDO P. PANGGAR BUKA KICK OFF PENDIDIKAN PENGAWAS PARTISIPATIF TAHUN 2026
|
Lampung Tengah – Ketua Iskardo P. Panggar secara resmi membuka kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Kegiatan yang menjadi rangkaian awal pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif tersebut dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan pusat kegiatan bertempat di Bawaslu Kota Bandar Lampung dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Pelaksanaan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Bawaslu Provinsi Lampung dalam memperkuat peran masyarakat sebagai bagian dari pengawasan demokrasi. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun kapasitas dan kesadaran masyarakat agar dapat terlibat aktif dalam mengawal proses demokrasi, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilu Tahun 2029.
Dalam sambutannya, Iskardo P. Panggar menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu program strategis Bawaslu yang bertujuan memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya bergantung pada jajaran pengawas pemilu, tetapi juga memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari pengawasan partisipatif.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Dengan keterlibatan masyarakat yang semakin luas, berbagai potensi pelanggaran dapat dicegah lebih awal sehingga penyelenggaraan pemilu dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi wadah untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pengawas partisipatif yang ikut memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Iskardo.
Tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” dipilih sebagai refleksi semangat Bawaslu dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi Pemilu 2029. Tema tersebut mengandung makna bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai warga negara yang peduli terhadap demokrasi serta bergerak aktif dalam menjaga integritas pemilu.
Menurut Iskardo, Pemilu 2029 masih memiliki rentang waktu yang cukup panjang, namun persiapan untuk menciptakan pemilu yang berkualitas harus dimulai sejak dini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pendidikan politik dan pengawasan partisipatif yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menilai bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi sarana untuk membangun pemahaman yang kuat mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan.
Lebih lanjut, Iskardo menyampaikan bahwa tantangan demokrasi ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan perkembangan teknologi informasi dan media digital yang sangat cepat. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, hoaks, dan berbagai bentuk pelanggaran yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.
Karena itu, peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang dapat memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai kepemiluan dan demokrasi. Selain memahami regulasi, peserta juga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran dan berkontribusi dalam upaya pencegahan.
Kegiatan Kick Off ini diikuti oleh peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pemuda, organisasi masyarakat, komunitas, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi dan pengawasan pemilu.
Selama mengikuti program Pendidikan Pengawas Partisipatif, peserta akan memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan kepemiluan, pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran, penguatan demokrasi, serta peran masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. Program pembelajaran akan dilaksanakan melalui kombinasi pembelajaran mandiri secara daring dan pembelajaran tatap muka di masing-masing kabupaten/kota.
Bawaslu Provinsi Lampung berharap program ini dapat melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami teori demokrasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran pengawas partisipatif diharapkan dapat memperluas jangkauan pengawasan dan memperkuat budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.
Selain menjadi sarana pendidikan demokrasi, Pendidikan Pengawas Partisipatif juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Bawaslu dan masyarakat. Dengan semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan, maka kualitas demokrasi akan semakin terjaga dan kepercayaan publik terhadap proses pemilu dapat terus ditingkatkan.
Menutup sambutannya, Iskardo P. Panggar mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian Pendidikan Pengawas Partisipatif dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kesempatan tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas diri serta memperluas kontribusi dalam menjaga demokrasi.
“Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kita ingin membangun masyarakat yang sadar demokrasi, peduli terhadap pengawasan, dan siap bergerak bersama mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat. Mari jadikan pengawasan partisipatif sebagai gerakan bersama untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia,” pungkasnya.
Dengan dibukanya Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Provinsi Lampung Tahun 2026, diharapkan lahir semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemampuan dalam mengawal proses demokrasi. Program ini menjadi salah satu langkah nyata Bawaslu dalam memperkuat partisipasi publik sekaligus mempersiapkan fondasi demokrasi yang lebih kuat menuju Pemilu 2029 yang berkualitas, berintegritas, dan bermartabat.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T