Lompat ke isi utama

Berita

KOORDINATOR DIVISI HUKUM BAWASLU LAMPUNG TENGAH SAMPAIKAN PESAN KREATIVITAS PADA HEKRAFNAS 2026

r

Wahid Tedi Kristiandi Sampaikan Ucapan Selamat Hekrafnas 2026, Gaungkan Semangat “Rekacipta Nusantara”

Lampung Tengah — Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang diperingati setiap tanggal 24 Oktober. Pada tahun 2026, peringatan Hekrafnas mengusung tema “Rekacipta Nusantara”, sebuah semangat yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melahirkan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan inovasi yang berakar pada kekayaan budaya dan potensi bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku ekonomi kreatif yang terus berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. Kreativitas yang dipadukan dengan inovasi dan semangat kewirausahaan memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus memperkuat daya saing bangsa di tengah perkembangan zaman.

Dalam momentum tersebut, Wahid Tedi Kristiandi mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan kreativitas sebagai kekuatan dalam membangun masa depan. Menurut semangat yang terkandung dalam tema “Rekacipta Nusantara”, setiap gagasan dan karya memiliki peluang untuk memberikan manfaat apabila dikembangkan secara konsisten, disertai kemauan untuk belajar, keberanian berinovasi, serta komitmen untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi lingkungan sekitar.

Tema “Rekacipta Nusantara” juga mengandung makna bahwa Indonesia memiliki kekayaan potensi yang dapat dikembangkan menjadi karya-karya kreatif dan inovatif. Keragaman budaya, tradisi, seni, kearifan lokal, hingga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan teknologi merupakan modal penting untuk melahirkan produk, layanan, dan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Potensi tersebut perlu dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan secara berkelanjutan agar dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan sosial maupun ekonomi.

Bagi Wahid Tedi Kristiandi, kreativitas tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan menghasilkan karya seni atau produk yang memiliki nilai jual. Kreativitas juga dapat diwujudkan melalui cara berpikir yang terbuka, kemampuan menemukan solusi atas berbagai persoalan, serta keberanian melakukan pembaruan demi menciptakan hasil yang lebih baik. Semangat tersebut relevan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang menuntut kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Di lingkungan kelembagaan, kreativitas dan inovasi menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas kerja, efektivitas pelayanan, serta penguatan budaya organisasi. Perkembangan teknologi informasi dan perubahan kebutuhan masyarakat mendorong setiap institusi untuk terus melakukan penyesuaian, tanpa meninggalkan prinsip, aturan, dan nilai-nilai yang menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

Sebagai bagian dari Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi menjalankan tugas pada bidang hukum dan penyelesaian sengketa yang memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemilihan yang berintegritas. Dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu, kepastian hukum, ketelitian dalam memahami regulasi, kecermatan dalam menelaah persoalan, serta kemampuan mencari solusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan merupakan aspek yang sangat penting.

Semangat kreativitas dalam konteks tersebut dapat dimaknai sebagai kemampuan mengembangkan pendekatan kerja yang efektif, menyusun strategi komunikasi hukum yang mudah dipahami, serta memanfaatkan sarana informasi untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai aturan dan mekanisme penyelesaian sengketa pemilu. Inovasi tetap harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi, objektivitas, profesionalitas, dan prinsip keadilan.

Dengan demikian, nilai-nilai yang diangkat dalam peringatan Hekrafnas 2026 dapat menjadi pengingat bahwa kemajuan membutuhkan perpaduan antara gagasan baru dan tanggung jawab. Kreativitas yang baik tidak hanya menghasilkan sesuatu yang berbeda, tetapi juga menghadirkan manfaat, menjawab kebutuhan, dan memberikan dampak positif. Dalam konteks pelayanan publik, hal tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas kerja, keterbukaan terhadap pembaruan, serta komitmen untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Wahid Tedi Kristiandi juga mengajak masyarakat untuk terus membangun budaya menghargai proses dan karya. Setiap inovasi membutuhkan ketekunan, keberanian mencoba, serta kesediaan untuk mengevaluasi kekurangan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memberikan ruang bagi tumbuhnya ide-ide baru, mendukung para pelaku ekonomi kreatif, dan memperkuat kolaborasi antara generasi muda, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Gagasan yang lahir dari individu dapat berkembang lebih luas ketika didukung oleh lingkungan yang terbuka, akses terhadap pengetahuan, pemanfaatan teknologi, dan kesempatan untuk membangun jejaring. Melalui kerja sama yang baik, potensi lokal dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus tetap mempertahankan identitas dan karakter budaya daerah.

Kabupaten Lampung Tengah sendiri memiliki masyarakat dengan beragam potensi, keterampilan, dan kreativitas yang dapat terus dikembangkan. Semangat Hekrafnas diharapkan menjadi dorongan untuk menggali potensi tersebut, memperluas kesempatan berkarya, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap daerah memiliki peluang untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia. Pengembangan kreativitas di tingkat lokal juga dapat menjadi jalan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dan meningkatkan apresiasi terhadap kekayaan yang dimiliki daerah.

Di tengah perkembangan teknologi digital, peluang untuk mengembangkan kreativitas semakin terbuka. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai platform untuk memperkenalkan karya, membangun jaringan, menjangkau pasar yang lebih luas, dan memperoleh pengetahuan baru. Namun, pemanfaatan teknologi juga perlu disertai sikap bijak, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual agar setiap karya mendapatkan perlindungan dan apresiasi yang semestinya.

Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan pentingnya generasi muda sebagai penggerak perubahan. Anak muda memiliki potensi besar dalam menghadirkan ide segar, mengembangkan teknologi, menciptakan model usaha baru, dan memperkenalkan cara-cara inovatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Potensi tersebut perlu didukung dengan pendidikan, pelatihan, ruang berekspresi, serta kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan zaman.

Lebih jauh, semangat “Rekacipta Nusantara” mengingatkan bahwa karya kreatif yang memiliki daya saing tidak harus kehilangan akar budaya dan nilai kebangsaan. Justru, kekayaan lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan sesuatu yang unik, relevan, dan memiliki ciri khas Indonesia. Dengan menggabungkan warisan budaya, kemampuan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi, masyarakat dapat menghasilkan karya yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberikan manfaat nyata.

Dalam semangat peringatan tersebut, Wahid Tedi Kristiandi menyampaikan harapan agar Hari Ekonomi Kreatif Nasional dapat menjadi pemacu bagi seluruh masyarakat untuk terus belajar, berkarya, dan berinovasi. Setiap pihak memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kreativitas, baik melalui kontribusi profesional, pengembangan usaha, pelestarian budaya, maupun partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga berharap semangat kreativitas dapat tumbuh berdampingan dengan nilai integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Sebab, kemajuan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari banyaknya karya yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana karya dan inovasi tersebut mampu memberikan manfaat, memperkuat kemandirian, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Melalui peringatan Hekrafnas 2026, semangat berkarya diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat memulainya dengan mengembangkan kemampuan diri, mendukung produk dan karya lokal, menjaga warisan budaya, memanfaatkan teknologi secara positif, serta membangun kolaborasi untuk menghadirkan berbagai solusi kreatif bagi tantangan yang dihadapi.

Selamat Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026. Semoga semangat “Rekacipta Nusantara” terus menyala dalam setiap gagasan, karya, dan inovasi anak bangsa. Mari bersama-sama merawat potensi, mengembangkan kreativitas, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan karya yang berdaya guna dan berdampak bagi kemajuan Indonesia.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T