Lompat ke isi utama

Berita

KOORDINATOR SEKRETARIAT BAWASLU LAMPUNG TENGAH DORONG PPPK TERUS TINGKATKAN KOMPETENSI USAI ORIENTASI

r

Lukito Hadi Sumarto: Orientasi PPPK Jadi Momentum Perkuat Kompetensi dan Profesionalitas Pegawai

Lampung Tengah — Koordinator Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Lukito Hadi Sumarto, menyampaikan apresiasi dan pandangannya terhadap pelaksanaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu se-Provinsi Lampung yang telah resmi ditutup pada Senin (24/08/2026).

Menurut Lukito, pelaksanaan orientasi merupakan bagian penting dalam memberikan bekal awal kepada PPPK untuk memahami lingkungan kerja, nilai dan etika instansi, serta tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi Bawaslu. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu memberikan dukungan terbaik terhadap pelaksanaan tugas kelembagaan.

“Orientasi ini menjadi langkah awal yang sangat penting bagi para PPPK untuk memahami organisasi, nilai-nilai yang harus dijunjung, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Setelah orientasi selesai, yang paling penting adalah bagaimana seluruh pembelajaran tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” ujar Lukito.

Ia menilai bahwa proses pembelajaran yang telah berlangsung sejak 29 Juli hingga 21 Agustus 2026 memberikan pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi para PPPK. Berbagai materi yang diberikan selama orientasi diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun pola kerja yang profesional, disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pencapaian kinerja.

Lukito juga mengapresiasi arahan yang disampaikan Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi Lampung, Indra Darmawan, dalam kegiatan penutupan. Menurutnya, penekanan mengenai orientasi sebagai langkah awal peningkatan kapasitas SDM sangat relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini.

Ia mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilakukan hanya melalui satu kegiatan. Orientasi harus menjadi awal dari proses belajar yang berkelanjutan. Para PPPK diharapkan terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan tugas serta kebutuhan organisasi.

“Orientasi bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Justru setelah orientasi selesai, para PPPK harus mampu mengembangkan diri melalui pengalaman kerja, pelatihan, membaca regulasi, berdiskusi, dan berbagai bentuk pembelajaran lainnya. Kita harus memiliki semangat untuk terus melakukan upgrade diri,” lanjutnya.

Sebagai Koordinator Sekretariat, Lukito menilai bahwa kualitas sumber daya manusia memiliki hubungan yang erat dengan kualitas dukungan kesekretariatan. Sekretariat memiliki tugas memberikan dukungan administrasi dan teknis terhadap pelaksanaan tugas Bawaslu sehingga dibutuhkan pegawai yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik terhadap tugas masing-masing.

Menurutnya, setiap PPPK memiliki peran yang penting, meskipun berada pada bidang dan tanggung jawab yang berbeda. Seluruh tugas tersebut pada akhirnya saling berkaitan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kelembagaan Bawaslu.

Karena itu, Lukito mendorong delapan PPPK Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah yang telah mengikuti orientasi agar dapat menerapkan pengetahuan dan nilai yang diperoleh selama kegiatan ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan. Menurutnya, kompetensi yang baik harus diimbangi dengan sikap kerja yang disiplin dan bertanggung jawab agar dapat memberikan hasil yang optimal.

“Kompetensi harus berjalan beriringan dengan disiplin dan tanggung jawab. Kita ingin PPPK tidak hanya memiliki kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga memiliki komitmen, integritas, ketelitian, serta rasa tanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan,” ungkap Lukito.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun soliditas dan kerja sama di lingkungan sekretariat. Menurutnya, pekerjaan dalam sebuah organisasi tidak dapat diselesaikan secara individual. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antarsesama pegawai agar pekerjaan dapat berjalan efektif.

Soliditas juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Dengan hubungan kerja yang baik, setiap pegawai dapat saling mendukung ketika menghadapi tantangan dalam pelaksanaan tugas.

Lukito berharap para PPPK mampu membangun komunikasi yang terbuka dan positif dengan pimpinan maupun rekan kerja. Apabila terdapat kendala dalam pekerjaan, koordinasi harus dilakukan secara cepat dan tepat sehingga permasalahan dapat segera dicarikan solusi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh PPPK Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah yang telah mengikuti rangkaian orientasi dengan baik. Menurutnya, kehadiran dan kesungguhan peserta dalam mengikuti setiap tahapan menjadi bagian dari proses pembentukan budaya kerja yang profesional.

Dalam kegiatan penutupan tersebut, Bawaslu Provinsi Lampung juga mengumumkan peserta terbaik dari masing-masing batch berdasarkan hasil evaluasi akademik dan tingkat kehadiran. Lukito menilai pemberian apresiasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh PPPK untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Ia menyebutkan bahwa meskipun tidak semua peserta memperoleh predikat sebagai peserta terbaik, seluruh peserta tetap memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kinerja terbaik dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing.

“Prestasi peserta terbaik tentu patut diapresiasi dan menjadi motivasi. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana seluruh peserta mampu menerapkan hasil orientasi dalam pekerjaan. Ukuran keberhasilan berikutnya adalah kinerja nyata dan kontribusi masing-masing di unit kerja,” jelasnya.

Menurut Lukito, hasil evaluasi selama orientasi juga dapat menjadi bahan refleksi bagi setiap peserta. Hal-hal yang sudah baik perlu dipertahankan, sedangkan kekurangan yang masih ditemukan harus menjadi bahan untuk melakukan perbaikan.

Ia berharap para PPPK tidak merasa cukup hanya karena telah menyelesaikan orientasi. Sebaliknya, para pegawai harus memiliki semangat untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas sesuai bidang tugas masing-masing.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan organisasi, kemampuan beradaptasi juga menjadi hal yang sangat penting. Pegawai dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan sistem kerja, memahami penggunaan teknologi, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi dan administrasi.

Lukito menilai bahwa penguasaan teknologi harus disertai dengan tanggung jawab dalam mengelola data dan informasi kelembagaan. Ketelitian dan kehati-hatian menjadi bagian penting dalam setiap pekerjaan, khususnya yang berkaitan dengan dokumen dan administrasi organisasi.

Selain kompetensi teknis, ia juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai ASN dalam pelaksanaan tugas. Nilai BerAKHLAK diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang disampaikan selama orientasi, tetapi benar-benar menjadi pedoman perilaku kerja.

Nilai berorientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, keharmonisan, loyalitas, kemampuan beradaptasi, dan kolaborasi perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Lukito, penerapan nilai tersebut akan membantu membentuk budaya kerja yang lebih positif di lingkungan sekretariat.

“Nilai-nilai yang diperoleh selama orientasi harus kita hidupkan dalam pekerjaan. Bagaimana kita bekerja secara akuntabel, bagaimana kita berkolaborasi, bagaimana kita melayani kebutuhan organisasi, dan bagaimana kita terus meningkatkan kompetensi, semuanya harus terlihat dalam pelaksanaan tugas,” katanya.

Lukito juga mengingatkan bahwa setiap pegawai merupakan bagian dari wajah Bawaslu. Oleh karena itu, perilaku dan profesionalitas pegawai akan turut memberikan gambaran mengenai kualitas organisasi secara keseluruhan.

Ia berharap seluruh PPPK mampu menjaga etika kedinasan, membangun hubungan kerja yang baik, serta menunjukkan sikap profesional dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal tersebut penting untuk menjaga kepercayaan internal maupun kepercayaan masyarakat terhadap kelembagaan Bawaslu.

Bagi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, pelaksanaan orientasi PPPK menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia di lingkungan sekretariat. Dengan adanya pegawai yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik, diharapkan dukungan terhadap pelaksanaan tugas kelembagaan dapat semakin optimal.

Lukito menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama. Peningkatan kapasitas bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan dukungan organisasi melalui pembinaan, pelatihan, koordinasi, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendorong pegawai untuk terus berkembang.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti orientasi dapat menjadi bekal bagi para PPPK untuk menghadapi tugas dan tanggung jawab ke depan. Para pegawai diharapkan mampu bekerja dengan penuh semangat, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan bidang masing-masing.

Penutupan Orientasi PPPK Bawaslu se-Provinsi Lampung, menurut Lukito, juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sekretariat yang profesional, solid, dan adaptif.

“Harapan kita, setelah orientasi ini seluruh PPPK semakin siap menjalankan tugas. Mari terus belajar, menjaga disiplin, membangun soliditas, dan meningkatkan kompetensi. Apa yang kita lakukan harus memberikan manfaat dan mendukung kinerja organisasi,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya rangkaian orientasi, Lukito berharap para PPPK Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dapat segera mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh. Orientasi diharapkan menjadi fondasi untuk membangun pola kerja yang lebih baik serta meningkatkan kualitas pelayanan dan dukungan kesekretariatan.

Ke depan, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah akan terus mendorong terciptanya budaya kerja yang mengedepankan profesionalitas, integritas, disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan.

Bagi Lukito, keberhasilan orientasi pada akhirnya bukan hanya ditandai dengan selesainya seluruh tahapan kegiatan, tetapi juga dapat dilihat dari perubahan positif dalam sikap, kompetensi, dan kinerja para PPPK setelah kembali menjalankan tugas di unit kerja masing-masing.

Dengan semangat tersebut, delapan PPPK Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah diharapkan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola kesekretariatan serta mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu secara optimal.

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T