KUTIP PESAN AKTIVIS AUDRE LORDE, BAWASLU AJAK MASYARAKAT BERANI BERSUARA MENGAWAL DEMOKRASI
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam merangkul partisipasi aktif masyarakat melalui pesan-pesan inspiratif yang menggugah kesadaran demokrasi. Dalam upaya menyebarkan semangat pengawasan partisipatif, Bawaslu membagikan sebuah kutipan mendalam dari Audre Lorde, seorang penyair legendaris, feminis, dan aktivis kemanusiaan terkemuka asal Amerika Serikat. Pesan ini ditujukan khusus kepada seluruh Sahabat Bawaslu di tanah air agar tidak ragu dalam menyuarakan kebenaran demi menjaga integritas pemilu.
Melalui unggahan edukatif ini, Bawaslu menggarisbawahi pentingnya keberanian sipil dalam mengawal proses demokrasi. Narasi yang diangkat berfokus pada kekuatan sebuah ucapan dan bahaya dari sikap diam di tengah pelanggaran atau ketidakadilan:
Melawan Ketakutan dan Menembus Keheningan
Dalam kutipan yang dirilis, Audre Lorde menggambarkan dilema psikologis yang sering dihadapi oleh individu ketika melihat atau merasakan sesuatu yang tidak benar. Pesan mendalam tersebut berbunyi:
"Dan ketika kita berbicara, kita takut kata-kata kita tidak akan didengar ataupun diterima. Namun ketika kita diam, kita tetap merasa takut. Jadi, lebih baik kita berbicara, dengan mengingat bahwa kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk bertahan."
Kutipan ini merefleksikan bahwa rasa takut adalah hal yang manusiawi, baik saat memilih untuk bersuara maupun saat memilih untuk diam. Namun, diam tidak pernah menyelesaikan masalah atau menghilangkan ketakutan itu sendiri. Oleh karena itu, Bawaslu mengajak publik untuk melangkah melampaui rasa takut tersebut dan memilih untuk mengambil tindakan nyata dengan berbicara demi kebaikan bersama.
Ajakan Bawaslu: Jangan Takut untuk Tidak Didengar
Menyelaraskan kutipan tersebut dengan konteks pengawasan pemilu, Bawaslu menyampaikan pesan kuat kepada masyarakat: Jangan takut untuk tidak didengar ketika kamu berbicara. Setiap laporan, setiap masukan, dan setiap aspirasi yang disampaikan oleh warga negara memiliki nilai yang sangat penting dalam merawat iklim demokrasi yang sehat.
Bawaslu menegaskan bahwa ruang pengawasan partisipatif terbuka lebar bagi siapa saja. Keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran, memberikan kritik konstruktif, atau sekadar mendiskusikan keadilan pemilu di ruang publik adalah fondasi utama dari pengawasan yang efektif. Tanpa adanya suara dari masyarakat, kerja-kerja pengawasan pemilu tidak akan pernah mencapai hasil yang maksimal.
Quotes Bawaslu untuk Pengawasan Partisipatif
Sebagai penutup dari pesan edukasi publik ini, Bawaslu menyematkan slogan ikonisnya sebagai quotes pengingat bagi seluruh elemen bangsa:
"Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu."
Pesan komunikasi publik yang inspiratif ini diharapkan mampu memicu kesadaran baru di kalangan generasi muda dan seluruh Sahabat Bawaslu. Bawaslu ingin memastikan bahwa setiap orang yang berani bersuara untuk kebenaran pemilu tidak akan berjalan sendirian, karena lembaga pengawas pemilu siap menyambut, mendengarkan, dan menindaklanjuti setiap partisipasi aktif tersebut demi tegaknya keadilan substantif di Indonesia.
Foto: Humas Bawaslu RI
Penulis dan Editor: 1T