Lompat ke isi utama

Berita

MILAD KE-60 KAHMI, IMAM NUROHIM DORONG SEMANGAT PENGABDIAN BAGI BANGSA DAN NEGARA

r

Imam Nurohim Sampaikan Selamat Milad ke-60 KAHMI, Perkuat Semangat Pengabdian untuk Kedaulatan Bangsa

Lampung Tengah — Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim, secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun (Milad) ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang diperingati pada Kamis, 17 September 2026.

Peringatan Milad ke-60 KAHMI tahun ini mengusung tema besar “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa”. Tema tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian sekaligus memperkuat semangat kontribusi terhadap kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Nurohim menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar KAHMI. Ia berharap momentum Milad ke-60 dapat menjadi sarana untuk memperkuat semangat pengabdian, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatkan kontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

“Selamat Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam. Semoga momentum ini menjadi penguat semangat pengabdian dan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Semoga KAHMI senantiasa dapat mengambil bagian dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat kehidupan demokrasi Indonesia,” ujar Imam.

Menurut Imam, tema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” memiliki makna yang erat dengan semangat untuk terus memberikan manfaat bagi bangsa melalui berbagai bidang pengabdian. Kedaulatan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai elemen bangsa sesuai dengan peran serta kapasitas masing-masing.

Dalam kehidupan demokrasi, partisipasi masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajibannya akan lebih mampu berperan aktif dalam mengawal berbagai proses demokrasi di Indonesia.

Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Imam juga menekankan pentingnya kesadaran terhadap aturan dalam setiap proses kehidupan demokrasi. Pengetahuan dan pemahaman terhadap ketentuan yang berlaku menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang tertib, berintegritas, serta menghormati hak setiap warga negara.

Menurutnya, penguatan kesadaran hukum dan kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat memiliki peran strategis dalam ikut mengawasi dan menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam proses demokrasi sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Demokrasi membutuhkan partisipasi masyarakat. Kesadaran untuk memahami aturan, menjaga integritas, serta menyampaikan informasi yang benar merupakan bagian dari kontribusi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Karena itu, kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen bangsa sangat diperlukan,” ungkap Imam.

Lebih lanjut, Imam menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi juga menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam kehidupan demokrasi. Arus informasi yang semakin cepat membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah dan memeriksa informasi sebelum menyebarkannya. Penyebaran informasi yang tidak benar dapat memengaruhi pemahaman masyarakat dan berpotensi menimbulkan persoalan di tengah kehidupan sosial.

Oleh karena itu, literasi digital dan literasi demokrasi menjadi hal yang penting untuk terus diperkuat. Masyarakat diharapkan mampu menjadi pengguna informasi yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Setiap informasi yang diterima perlu dilihat sumber dan kebenarannya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Momentum Milad ke-60 KAHMI juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat semangat kolaborasi antarelemen masyarakat. Berbagai persoalan bangsa tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga negara, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dunia usaha, generasi muda, serta masyarakat secara luas.

Imam menilai bahwa semangat pengabdian dan kepedulian terhadap bangsa dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Setiap individu dapat berkontribusi sesuai dengan bidang keahlian dan profesinya, baik melalui pendidikan, pelayanan publik, penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat, maupun melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dalam konteks pengawasan pemilu, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga proses demokrasi. Pengawasan partisipatif dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk ikut memastikan bahwa tahapan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan, sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa pemilu merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Imam berharap semangat yang terkandung dalam tema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” dapat terus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut juga diharapkan dapat mendorong semakin kuatnya kepedulian terhadap persoalan kebangsaan, termasuk dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta membangun budaya demokrasi yang sehat.

“Semoga di usia ke-60 ini, KAHMI semakin kuat dalam memberikan kontribusi dan pengabdian kepada bangsa. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian terhadap masyarakat, serta bersama-sama membangun kehidupan demokrasi yang berintegritas dan berlandaskan hukum,” tambahnya.

Peringatan Milad ke-60 KAHMI menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai pengabdian dan kebangsaan. Perjalanan organisasi selama enam dekade diharapkan dapat terus dilanjutkan dengan semangat memberikan kontribusi positif di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Bagi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, semangat membangun demokrasi yang berintegritas juga sejalan dengan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Kolaborasi dan partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan demokrasi yang terbuka, bertanggung jawab, dan menghormati aturan.

Melalui ucapan Milad ke-60 tersebut, Imam Nurohim turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa sesuai dengan peran masing-masing. Kedaulatan bangsa akan semakin kuat apabila dibangun melalui kesadaran, tanggung jawab, kepedulian, serta partisipasi seluruh masyarakat.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T