PUISI JADI ALAT KAMPANYE EKOLOGIS, PESAN BAWASLU LAMPUNG TENGAH DI HARI PUISI NASIONAL 2026
|
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Imam Nurohim menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh pada Selasa, 28 April 2026. Peringatan Hari Puisi Nasional bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi atas peran puisi dalam merespons berbagai isu strategis yang dihadapi bangsa saat ini.
Menurutnya, puisi memiliki kekuatan unik sebagai medium komunikasi yang mampu menjangkau sisi emosional sekaligus rasional masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, puisi hadir sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan penting secara lebih menyentuh, termasuk dalam hal membangun kesadaran publik terhadap isu-isu krusial.
Ia menyoroti bahwa pada tahun 2026 ini, puisi tidak lagi terbatas pada ruang-ruang sastra konvensional, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gerakan sosial, termasuk dalam kampanye lingkungan. Berbagai lomba puisi tingkat nasional kini banyak mengangkat tema kesadaran ekologis, pelestarian alam, serta dampak perubahan iklim. Hal ini menunjukkan bahwa puisi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjadi media yang relevan dalam menyuarakan kepedulian terhadap masa depan bumi.
“Puisi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan terhadap kondisi lingkungan kita. Lewat bahasa yang indah dan reflektif, pesan tentang pentingnya menjaga alam bisa tersampaikan dengan lebih kuat dan membekas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semangat yang terkandung dalam puisi juga sejalan dengan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab yang menjadi prinsip dasar dalam tugas pengawasan yang diemban oleh Bawaslu. Dalam konteks penanganan pelanggaran serta pengelolaan data dan informasi, keterbukaan dan kepekaan terhadap realitas sosial menjadi hal yang sangat penting.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan puisi sebagai sarana ekspresi yang konstruktif dan edukatif. Di tengah arus digitalisasi yang begitu cepat, puisi dapat menjadi media alternatif untuk menyampaikan pesan-pesan positif, termasuk ajakan menjaga lingkungan dan memperkuat kesadaran kolektif terhadap perubahan iklim.
Momentum Hari Puisi Nasional 2026, lanjutnya, diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya sastra yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata. Dengan semakin banyaknya puisi yang mengangkat isu lingkungan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam dapat terus meningkat.
Menutup pernyataannya, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Lampung Tengah berharap agar Hari Puisi Nasional tahun ini dapat menjadi titik awal bagi penguatan peran sastra dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama, dan puisi dapat menjadi salah satu cara untuk menyuarakan kepedulian tersebut secara luas dan berkelanjutan.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T