RAWAT PERDAMAIAN DAN BIJAK BERMEDIA, PESAN IMAM NUROHIM DI HARI PERDAMAIAN INTERNASIONAL 2026
|
Lampung Tengah — Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Imam Nurohim, menyampaikan ucapan Selamat Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace) Tahun 2026 yang diperingati pada Senin, 21 September 2026.
Peringatan Hari Perdamaian Internasional Tahun 2026 mengusung pesan global “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day” atau “Berinvestasi dalam Perdamaian: Untuk Semua Orang, di Mana Saja, Setiap Hari.” Pesan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran bersama bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Imam Nurohim menyampaikan bahwa perdamaian merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, perdamaian tidak hanya berarti tidak adanya konflik, tetapi juga mencakup kemampuan setiap individu untuk menghargai perbedaan, menjaga komunikasi, serta menyelesaikan berbagai persoalan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Selamat Hari Perdamaian Internasional Tahun 2026. Mari kita bersama-sama menjaga perdamaian, memperkuat persaudaraan, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis bagi semua,” ujar Imam.
Menurut Imam, pesan “Invest in Peace” dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menjadikan perdamaian sebagai investasi bersama. Perdamaian perlu dibangun sejak dini dan dipelihara secara konsisten melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, keterbukaan dalam berkomunikasi, serta kesediaan untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara-cara yang damai.
Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Imam juga menilai bahwa upaya menjaga perdamaian memiliki keterkaitan dengan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap aturan serta menjaga kualitas informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Dalam kehidupan demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, dan pilihan. Namun, kebebasan tersebut perlu disertai dengan tanggung jawab untuk menghormati hak orang lain serta mematuhi ketentuan yang berlaku. Perbedaan pilihan maupun pandangan hendaknya tidak menjadi alasan untuk menimbulkan permusuhan atau perpecahan.
Imam mengajak masyarakat untuk membangun budaya demokrasi yang sehat dengan mengedepankan dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Menurutnya, masyarakat yang mampu mengelola perbedaan dengan baik akan turut menciptakan suasana yang kondusif bagi kehidupan demokrasi.
“Perbedaan adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut dengan dewasa, menghormati pilihan orang lain, dan tetap menjaga persaudaraan,” jelasnya.
Imam juga menyoroti pentingnya menjaga perdamaian di ruang digital. Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus diiringi dengan kecermatan dan tanggung jawab.
Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, provokasi, maupun perpecahan. Memeriksa sumber informasi, membaca secara utuh, dan memastikan kebenaran sebelum membagikan informasi merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang.
“Menjaga perdamaian di era digital juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari penyebaran konten yang dapat menimbulkan perpecahan,” tambah Imam.
Menurutnya, informasi yang akurat dan bertanggung jawab dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kepercayaan masyarakat. Sebaliknya, informasi yang tidak benar dan disebarluaskan tanpa verifikasi dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu hubungan sosial.
Karena itu, literasi informasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang mampu menghadapi berbagai dinamika di era digital. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang dapat dipercaya dengan informasi yang belum memiliki dasar yang jelas.
Dalam konteks pengawasan Pemilu, kesadaran masyarakat terhadap informasi juga memiliki arti penting. Masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dengan menyampaikan informasi atau dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang tersedia serta tetap mengedepankan fakta dan ketentuan yang berlaku.
Imam menegaskan bahwa upaya menjaga demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara Pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses demokrasi secara bertanggung jawab dapat membantu menciptakan proses yang lebih transparan dan berintegritas.
Peringatan Hari Perdamaian Internasional Tahun 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman. Perbedaan latar belakang, pandangan, maupun pilihan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dikelola dengan sikap saling menghormati.
Imam berharap semangat perdamaian dapat terus tumbuh di Kabupaten Lampung Tengah. Perdamaian yang dijaga bersama akan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi masyarakat untuk beraktivitas, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial maupun demokrasi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pesan “For Everyone, Everywhere, Every Day” sebagai semangat bersama. Perdamaian bukan hanya untuk kelompok tertentu, bukan hanya dilakukan pada momentum tertentu, tetapi merupakan nilai yang harus hadir dalam kehidupan setiap orang, di mana pun berada dan setiap hari.
Menurut Imam, langkah sederhana seperti menghargai pendapat orang lain, menjaga ucapan, menghindari provokasi, memverifikasi informasi, serta menyelesaikan persoalan melalui dialog merupakan bentuk nyata dari investasi terhadap perdamaian.
Melalui momentum Hari Perdamaian Internasional 2026, Imam Nurohim mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat literasi informasi, menghormati perbedaan, serta bersama-sama membangun kehidupan demokrasi yang damai dan bertanggung jawab.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T