Lompat ke isi utama

Berita

Refleksi Jurnalisme Pemilu: Bawaslu Lampung Tengah Ikut Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu”

Refleksi Jurnalisme Pemilu: Bawaslu Lampung Tengah Ikut Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu”

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan Bedah Buku KPPD berjudul “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia” yang diselenggarakan secara daring oleh Bawaslu RI bekerja sama dengan Kelompok Penulis dan Penerbit Demokrasi (KPPD), 14 Agustus 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkaya perspektif pengawasan pemilu melalui dokumentasi pengalaman para jurnalis yang meliput peristiwa besar Pemilu Serentak 2019, yang tercatat sebagai pemilu serentak pertama dan terbesar dalam sejarah demokrasi dunia.

Melalui bedah buku ini, peserta diajak untuk memahami dinamika penyelenggaraan pemilu dari sudut pandang media dan jurnalisme, serta merefleksikan tantangan dan pelajaran penting yang dapat dijadikan pijakan untuk peningkatan kualitas pengawasan pemilu ke depan.

Partisipasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat wawasan dalam menjalankan tugas sebagai lembaga pengawas pemilu yang profesional, independen, dan berintegritas.

Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Harmono,S.H.I  menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Bedah Buku KPPD “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia” yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI bersama Kelompok Penulis dan Penerbit Demokrasi (KPPD) secara daring.

“Kegiatan ini sangat relevan dan penting untuk memperluas perspektif kita, khususnya dalam memahami penyelenggaraan pemilu dari sisi media. Buku ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga refleksi kritis terhadap berbagai dinamika yang terjadi dalam Pemilu,” ujar Harmono.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran jurnalisme sebagai saksi dan penyampai informasi selama proses pemilu merupakan mitra strategis bagi Bawaslu dalam mewujudkan pengawasan partisipatif dan edukatif.

“Sebagai pengawas pemilu, kita tidak bisa bekerja sendiri. Media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, menyuarakan suara masyarakat, sekaligus menjadi pengawas sosial. Melalui kegiatan ini, kami di Bawaslu Lampung Tengah semakin menyadari pentingnya sinergi antara pengawas pemilu dan insan pers,” imbuhnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong jajaran Bawaslu daerah untuk terus menjalin hubungan yang konstruktif dengan media dan memanfaatkan narasi-narasi publik sebagai bagian dari strategi pencegahan pelanggaran pemilu ke depan.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Editor: 1T