Lompat ke isi utama

Berita

TINGKATKAN KUALITAS PUBLIKASI, BAWASLU LAMPUNG TENGAH HADIRI WORKSHOP STRATEGI EFEKTIF ATASI WRITER’S BLOCK

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti Workshop “Strategi Efektif Mengatasi Writer’s Block on Humas”, Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas Kehumasan

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti Workshop “Strategi Efektif Mengatasi Writer’s Block on Humas”, Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas Kehumasan

Lampung Tengah – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kehumasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Workshop bertajuk “Strategi Efektif Mengatasi Writer’s Block on Humas” yang diselenggarakan oleh IPRAHUMAS pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 09.00–11.30 WIB, secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas insan Humas Pemerintah dalam menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis. Workshop menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, yakni I Gede Alfian Septamiarsa, S.S.Sos., M.I.Kom., serta Silvany Dianita Sitorus, M.Psi. Sementara itu, sambutan pembuka disampaikan oleh Fachrudin Ali Ahmad, S.Sos., M.K.M., dan kegiatan dipandu oleh moderator Novam Scorpiantien.

Dalam sambutannya, Fachrudin Ali Ahmad menekankan bahwa peran humas pemerintah saat ini tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui narasi yang akurat, inspiratif, dan mudah dipahami. Ia menyampaikan bahwa tantangan seperti writer’s block atau kebuntuan dalam menulis merupakan hal yang wajar dialami oleh insan humas, namun harus diatasi dengan strategi dan pendekatan yang tepat.

Materi pertama disampaikan oleh I Gede Alfian Septamiarsa, S.S.Sos., M.I.Kom., yang mengupas secara komprehensif strategi praktis dalam membangun mindset produktif bagi praktisi humas. Ia menjelaskan bahwa writer’s block seringkali muncul bukan karena kurangnya kemampuan teknis, melainkan karena tekanan psikologis, beban kerja, hingga kurangnya pengelolaan ide secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan pola pikir yang terbuka, disiplin dalam membaca dan mengamati isu, serta kemampuan mengelola informasi menjadi narasi yang bernilai.

Alfian juga membagikan teknik-teknik aplikatif dalam menulis rilis berita, artikel opini, hingga konten media sosial instansi pemerintah. Ia menekankan pentingnya memahami audiens, menentukan sudut pandang yang kuat, serta menggunakan bahasa yang lugas namun tetap informatif. Menurutnya, konsistensi menulis dan membangun kebiasaan menuangkan ide setiap hari menjadi kunci untuk menjaga produktivitas.

Sementara itu, Silvany Dianita Sitorus, M.Psi., memberikan perspektif psikologis terkait hambatan kreatif dalam proses menulis. Ia menjelaskan bahwa kebuntuan seringkali berkaitan dengan faktor mental seperti perfeksionisme, rasa takut dinilai, hingga kelelahan emosional. Melalui pendekatan psikologi komunikasi, ia mengajak peserta untuk mengenali pola pikir yang menghambat kreativitas serta menerapkan teknik relaksasi dan manajemen stres guna menjaga kestabilan emosi dalam bekerja.

Silvany juga memperkenalkan beberapa metode sederhana seperti teknik free writing, pemetaan ide (mind mapping), dan pengelolaan waktu berbasis prioritas sebagai langkah konkret untuk mengatasi kebuntuan. Menurutnya, kreativitas dapat dilatih dan dibangun melalui lingkungan kerja yang suportif serta budaya berbagi ide di internal instansi.

Sepanjang kegiatan, peserta dari berbagai instansi pemerintah tampak antusias mengikuti paparan materi dan sesi diskusi interaktif. Bawaslu Lampung Tengah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai strategi komunikasi yang efektif, khususnya dalam menyampaikan informasi pengawasan pemilu kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel.

Partisipasi dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Lampung Tengah dalam meningkatkan kualitas publikasi kelembagaan. Dengan kemampuan menulis yang lebih terasah dan mindset yang adaptif, diharapkan tim humas mampu menghasilkan konten yang informatif, edukatif, serta membangun citra positif lembaga di mata publik.

Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah Harmono,S.H.I menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Workshop “Strategi Efektif Mengatasi Writer’s Block on Humas” merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas komunikasi kelembagaan.

Menurutnya, peran humas di lingkungan Bawaslu tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kegiatan, tetapi juga membangun narasi pengawasan yang edukatif, persuasif, dan mudah dipahami masyarakat. Tantangan dalam menyusun konten yang konsisten, kreatif, dan tepat sasaran menjadi dinamika tersendiri yang harus dihadapi secara profesional.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dalam membangun mindset produktif dan teknik menulis yang lebih terstruktur serta aplikatif. Tantangan seperti writer’s block adalah hal yang wajar, namun melalui workshop ini kami mendapatkan strategi praktis untuk mengatasinya, baik dari sisi teknis penulisan maupun pengelolaan psikologis,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM kehumasan menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi pencegahan dan peningkatan partisipasi masyarakat. Informasi pengawasan yang dikemas dengan baik akan lebih mudah dipahami dan mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan partisipatif.

“Ke depan, kami berharap kualitas publikasi Bawaslu Lampung Tengah semakin meningkat, baik dari segi substansi, ketepatan pesan, maupun kreativitas penyajian. Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik dan memperkuat demokrasi,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan komitmennya untuk terus belajar dan berinovasi dalam menjalankan fungsi kehumasan sebagai garda terdepan penyampaian informasi pengawasan kepada masyarakat. Penguatan kapasitas SDM, khususnya dalam bidang komunikasi publik, menjadi langkah strategis dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, serta penguatan demokrasi di Kabupaten Lampung Tengah.

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T