TINGKATKAN PROFESIONALISME DAN ETIKA ASN, BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI FORUM NASIONAL BKN
|
Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Tengah (Bawaslu Lampung Tengah) mengikuti Zoom Meeting Sharing Session BKN ke-44 bertema “Etika Pelayanan Publik: Kode Etik dan Refleksi Kritis Pelayanan Publik ASN” pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 13.00 s.d. 14.30 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara melalui Pusat Pengembangan SDM BKN sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sharing session kali ini menghadirkan narasumber Dr. Drs. Philipus Ngorang, M.Si., Lektor Kepala di Kwik Kian Gie School of Business, yang menyampaikan materi secara komprehensif mengenai pentingnya kode etik sebagai fondasi utama dalam pelayanan publik. Kegiatan dipandu oleh moderator Tari Nurjanah, S.H., dengan Elis Asri Munggaran, A.Md. bertindak sebagai pembawa acara.
Dalam paparannya, Dr. Philipus Ngorang menegaskan bahwa pelayanan publik bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan cerminan profesionalisme, integritas, serta kepedulian ASN terhadap kebutuhan masyarakat. Setiap sikap, keputusan, dan respons yang diberikan kepada publik harus berakar pada nilai-nilai etika yang kokoh. Kode etik, menurutnya, bukan hanya dokumen normatif, melainkan kompas moral yang memberikan arah yang jelas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa tantangan pelayanan publik di era modern semakin kompleks, seiring dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas, kecepatan, dan transparansi layanan. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu melakukan refleksi kritis terhadap praktik pelayanan yang telah dijalankan. Refleksi ini penting agar pelayanan publik terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan dampak yang nyata.
Jajaran sekretariat Bawaslu Lampung Tengah yang mengikuti kegiatan ini menyimak dengan antusias setiap materi yang disampaikan. Bagi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu, penguatan etika pelayanan publik memiliki relevansi yang sangat tinggi. Integritas dan profesionalisme merupakan nilai dasar yang harus senantiasa dijaga, baik dalam menjalankan tugas pengawasan maupun dalam memberikan pelayanan informasi dan administrasi kepada masyarakat.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta dari berbagai instansi berbagi pengalaman terkait tantangan etika dalam pelayanan publik, termasuk bagaimana menyikapi konflik kepentingan, menjaga netralitas, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. Forum ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk saling memperkaya perspektif dan memperkuat komitmen terhadap pelayanan yang berintegritas.
Sebagai bentuk apresiasi partisipasi aktif peserta, panitia menyediakan doorprize berupa empat buku dari Penerbit RajaGrafindo Persada yang diberikan kepada dua penanya terbaik serta dua peserta yang dipilih melalui pengisian post-test pada kuesioner. Hal ini semakin menambah semangat peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Keikutsertaan Bawaslu Lampung Tengah dalam Sharing Session BKN ke-44 ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek etika dan pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Bawaslu semakin memahami bahwa kode etik bukan hanya kewajiban administratif, melainkan landasan moral dalam setiap tindakan dan keputusan.
Dengan penguatan nilai-nilai etika serta dorongan untuk terus melakukan refleksi kritis, Bawaslu Lampung Tengah optimistis dapat menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T