HARI KEDELAPAN ORIENTASI PPPK BATCH III, PEGAWAI BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI PEMBEKALAN DAN TES AKHIR
|
Lampung Tengah, 21 Agustus 2026 — Pegawai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah kembali mengikuti rangkaian Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Batch III yang memasuki hari kedelapan, Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan orientasi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan menjadi salah satu tahapan penting dalam memberikan pembekalan kepada PPPK sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal di lingkungan kerja.
Pada hari kedelapan, peserta mendapatkan sejumlah materi dan kegiatan yang berfokus pada penguatan kemampuan dalam perencanaan kegiatan, koordinasi lintas unit, komunikasi kedinasan, mitigasi kesalahan protokoler, internalisasi nilai BerAKHLAK, tes akhir orientasi PPPK, serta evaluasi program dan refleksi pembelajaran. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengukur sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan selama proses orientasi.
Kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB dengan durasi 90 menit atau 2 JP. Pada sesi pertama, peserta mengikuti Agenda V dengan mata pelatihan Perencanaan Kegiatan, Koordinasi Lintas Unit, Komunikasi Kedinasan dan Mitigasi Kesalahan Protokoler. Pembelajaran dilaksanakan melalui Zoom Meeting secara synchronous dengan jenis pembelajaran berupa praktik.
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam membekali peserta agar mampu memahami proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan secara terstruktur. Dalam menjalankan tugas kedinasan, kemampuan merencanakan kegiatan diperlukan agar setiap pekerjaan dapat dilakukan secara efektif, efisien, terarah, serta sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Selain perencanaan kegiatan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya koordinasi lintas unit. Dalam lingkungan organisasi, pelaksanaan tugas tidak selalu dilakukan secara mandiri, tetapi sering kali membutuhkan komunikasi dan kerja sama dengan unit atau bagian lain. Oleh karena itu, kemampuan membangun koordinasi yang baik menjadi salah satu kompetensi penting bagi PPPK dalam mendukung kelancaran pekerjaan.
Komunikasi kedinasan juga menjadi bagian dari pembelajaran pada sesi pertama. Peserta diarahkan untuk memahami pentingnya menyampaikan informasi secara tepat, jelas, efektif, dan sesuai dengan tata komunikasi dalam lingkungan pemerintahan. Komunikasi yang baik diharapkan dapat mengurangi kesalahpahaman dan mendukung terciptanya hubungan kerja yang harmonis serta profesional.
Dalam sesi tersebut, peserta juga mempelajari mitigasi kesalahan protokoler. Pemahaman terhadap protokol dan tata cara pelaksanaan kegiatan kedinasan diperlukan untuk mencegah terjadinya kesalahan yang dapat menghambat pelaksanaan suatu kegiatan. Melalui praktik, peserta diharapkan mampu mengenali potensi kesalahan serta memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasinya.
Selanjutnya, pada pukul 09.30 WIB hingga 11.00 WIB, peserta mengikuti sesi kedua dengan durasi 90 menit atau 2 JP. Materi yang diberikan adalah Internalisasi Nilai BerAKHLAK di Unit Kerja. Pembelajaran dilaksanakan melalui Zoom Meeting secara synchronous dengan metode praktik.
Nilai BerAKHLAK menjadi salah satu landasan penting dalam membangun budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Nilai tersebut mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Internalisasi nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam perilaku dan pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui materi internalisasi BerAKHLAK, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya memberikan pelayanan yang baik, bekerja secara bertanggung jawab, meningkatkan kompetensi, membangun hubungan kerja yang harmonis, menjaga loyalitas terhadap organisasi dan negara, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta membangun kolaborasi dalam melaksanakan tugas.
Penerapan nilai BerAKHLAK di lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam menciptakan pegawai yang profesional dan memiliki integritas. Bagi pegawai Bawaslu, nilai-nilai tersebut juga dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan pelayanan administrasi, dukungan kelembagaan, pengelolaan kegiatan, koordinasi, serta berbagai tugas lainnya sesuai dengan bidang masing-masing.
Setelah menyelesaikan dua sesi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan Pada sesi ketiga, peserta mengikuti Tes Akhir Orientasi PPPK. Kegiatan dilaksanakan melalui Zoom Meeting secara synchronous dengan memanfaatkan LMS sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran.
Tes akhir menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian orientasi karena dapat menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana peserta memahami materi yang telah diberikan selama kegiatan. Peserta diharapkan dapat menyelesaikan tes dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk pertanggungjawaban atas proses pembelajaran yang telah diikuti.
Pelaksanaan tes akhir juga menjadi momentum bagi peserta untuk melakukan evaluasi terhadap pemahaman dan pengetahuan yang telah diperoleh selama mengikuti orientasi. Dengan adanya evaluasi tersebut, peserta dapat mengetahui aspek-aspek yang telah dipahami dengan baik maupun bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi terakhir berupa Evaluasi Program dan Refleksi Pembelajaran dengan durasi 45 menit atau 1 JP. Sesi ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting secara synchronous dengan metode praktik.
Evaluasi program menjadi bagian penting untuk mengetahui pelaksanaan orientasi secara keseluruhan, baik dari sisi materi, metode pembelajaran, pelaksanaan kegiatan, maupun pengalaman peserta selama mengikuti rangkaian orientasi. Sementara itu, refleksi pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat kembali pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan.
Melalui refleksi, peserta diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai hal yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing. Materi yang telah diperoleh selama orientasi diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari.
Bagi pegawai Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, keikutsertaan dalam Orientasi PPPK Batch III merupakan bagian dari proses peningkatan kapasitas dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Rangkaian kegiatan yang telah diikuti sejak awal orientasi memberikan berbagai pembekalan mengenai organisasi, tata kerja, kinerja, komunikasi kedinasan, nilai-nilai ASN, hingga evaluasi pembelajaran.
Memasuki hari kedelapan, seluruh rangkaian kegiatan orientasi menjadi semakin penting karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan praktik, mengikuti tes akhir, serta melaksanakan evaluasi dan refleksi terhadap proses pembelajaran. Tahapan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan peserta dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh.
Keikutsertaan secara aktif dalam setiap sesi juga menjadi bentuk komitmen pegawai untuk meningkatkan kualitas diri. Sebagai bagian dari organisasi Bawaslu, PPPK diharapkan mampu melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, disiplin, berintegritas, serta mampu bekerja sama dengan seluruh unsur dalam lingkungan kerja.
Kemampuan dalam merencanakan kegiatan, melakukan koordinasi lintas unit, berkomunikasi secara kedinasan, dan mengantisipasi kesalahan protokoler merupakan bekal penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. Demikian pula dengan pemahaman dan penerapan nilai BerAKHLAK yang diharapkan dapat menjadi dasar perilaku dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Dengan berakhirnya rangkaian pembelajaran pada hari kedelapan, peserta diharapkan semakin siap menerapkan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam lingkungan kerja. Proses orientasi menjadi bagian dari perjalanan untuk membentuk pegawai yang tidak hanya memahami tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga memiliki sikap kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan serta pencapaian tujuan organisasi.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah terus mendorong pegawai untuk menjadikan kegiatan orientasi sebagai momentum meningkatkan kompetensi dan kualitas pengabdian. Pengetahuan yang diperoleh selama orientasi diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan tugas kesekretariatan maupun dukungan terhadap tugas dan fungsi kelembagaan Bawaslu.
Rangkaian Orientasi PPPK Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Batch III pada hari kedelapan menjadi tahapan penting dalam menguatkan kesiapan peserta. Dengan bekal pengetahuan, praktik, evaluasi, dan refleksi yang telah dilalui, para pegawai diharapkan mampu menjalankan tugas dengan semakin baik serta memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan semangat BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Melalui sikap profesional, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, pegawai diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang produktif dan mampu memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu.
Dengan demikian, Orientasi PPPK Batch III bukan sekadar rangkaian kegiatan pembelajaran, tetapi menjadi proses penting dalam membangun karakter, kompetensi, dan kesiapan pegawai dalam menjalankan amanah sebagai bagian dari aparatur negara. Seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama orientasi diharapkan dapat diterapkan secara konsisten untuk mendukung kinerja individu, unit kerja, dan organisasi secara keseluruhan.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T