Lompat ke isi utama

Berita

SEMANGAT JAMNAS XII 2026, WAHID TEDI DORONG GENERASI MUDA TERAMPIL, MANDIRI DAN BERTANGGUNG JAWAB

r

Wahid Tedi Kristiandi Sampaikan Selamat atas Terselenggaranya Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026

Lampung Tengah – Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi, menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII (Jamnas XII) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Wahid Tedi Kristiandi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan nasional tersebut yang menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat pembinaan generasi muda Indonesia. Jamnas XII tidak hanya menjadi ajang pertemuan anggota Gerakan Pramuka dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, meningkatkan keterampilan, mengembangkan kreativitas, menumbuhkan kemandirian, serta memperkuat karakter generasi muda.

“Selamat atas terselenggaranya Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman dan sukses serta memberikan pengalaman yang positif bagi seluruh peserta. Semoga semangat Pramuka terus tumbuh dalam diri generasi muda Indonesia untuk menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, terampil dan bertanggung jawab,” ujar Wahid Tedi Kristiandi.

Jamnas XII Tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema tersebut mencerminkan semangat untuk mendorong generasi muda agar memiliki kemampuan dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi sekaligus membangun keterampilan serta kemandirian sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Menurut Wahid, kreativitas dan inovasi merupakan dua kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman yang berlangsung begitu cepat. Perubahan teknologi, sosial, ekonomi, dan berbagai tantangan global menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam konteks tersebut, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu sarana penting dalam membangun karakter. Berbagai aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan Pramuka mengajarkan kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

Wahid Tedi Kristiandi menilai bahwa nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sikap disiplin, bertanggung jawab, menghormati aturan, menghargai perbedaan, serta mengutamakan kepentingan bersama merupakan karakter yang penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda.

Sebagai Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Wahid juga melihat bahwa pendidikan karakter memiliki hubungan yang kuat dengan pembangunan budaya hukum dan demokrasi. Generasi muda perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menaati aturan, menghormati hak orang lain, menyelesaikan perbedaan secara damai, serta menjunjung tinggi nilai keadilan.

Menurutnya, budaya sadar hukum dan demokrasi tidak dapat dibangun secara instan. Hal tersebut membutuhkan proses pendidikan dan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, berbagai kegiatan kepemudaan yang memberikan ruang untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan memiliki arti penting dalam membentuk generasi penerus bangsa.

Jamnas XII yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Para peserta dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, memahami keberagaman budaya dan tradisi, serta membangun persahabatan dalam semangat kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.

Wahid berharap keberagaman yang hadir dalam Jambore Nasional dapat menjadi kekuatan untuk membangun rasa saling menghargai. Perbedaan latar belakang bukan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi justru menjadi modal untuk memperkuat persatuan Indonesia.

“Melalui kegiatan seperti Jamnas, generasi muda dapat belajar bahwa perbedaan merupakan bagian dari kekayaan bangsa. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan tersebut dikelola dengan sikap saling menghormati, bekerja sama dan mengedepankan kepentingan bersama,” ungkapnya.

Selain penguatan karakter, Wahid juga memberikan perhatian terhadap tema swasembada pangan yang menjadi bagian dari semangat Jamnas XII Tahun 2026. Menurutnya, ketahanan dan kemandirian pangan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas untuk melihat potensi di sektor pangan. Melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi, generasi muda dapat berkontribusi dalam menciptakan berbagai gagasan baru yang mendukung pengembangan sektor pertanian, pangan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, semangat yang dibangun melalui Jamnas XII diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Peserta dapat membawa berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan di lingkungan sekolah, keluarga, organisasi, maupun masyarakat.

Wahid juga berharap para peserta dapat memanfaatkan Jamnas XII sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, seperti komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan. Keterampilan tersebut akan menjadi bekal penting ketika generasi muda memasuki dunia pendidikan lanjutan, pekerjaan, organisasi, maupun kehidupan sosial.

Menurutnya, keberhasilan suatu bangsa pada masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, investasi terhadap generasi muda melalui pendidikan karakter, pengembangan keterampilan, dan pembentukan sikap mandiri merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa.

Wahid Tedi Kristiandi juga mengajak seluruh peserta Jamnas XII untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat semangat pengabdian. Menurutnya, menjadi anggota Pramuka bukan hanya tentang mengikuti kegiatan dan menggunakan seragam, tetapi juga tentang mengamalkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat untuk membantu sesama, menjaga lingkungan, menghormati orang lain, disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, serta berani mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan masyarakat merupakan bentuk nyata pengamalan nilai kepramukaan.

“Semoga seluruh peserta mendapatkan pengalaman terbaik selama mengikuti Jamnas XII. Bawa pulang semangat persaudaraan, keterampilan, kedisiplinan, dan kemandirian untuk diterapkan di daerah masing-masing. Jadilah generasi muda yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” pesan Wahid.

Lebih lanjut, Wahid berharap Jamnas XII dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga mempunyai integritas serta kepedulian sosial. Karakter tersebut diperlukan agar generasi muda mampu menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang bijaksana dan bertanggung jawab.

Dalam kehidupan demokrasi, generasi muda juga memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat. Mereka merupakan calon pemimpin, penggerak perubahan, sekaligus kelompok yang akan melanjutkan perjalanan demokrasi Indonesia. Oleh sebab itu, kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan, hukum, keadilan, persatuan, dan tanggung jawab sosial perlu terus diperkuat.

Wahid menilai Gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini. Melalui pengalaman langsung dan aktivitas kelompok, anggota Pramuka dapat belajar untuk menghargai aturan, mendengarkan pendapat orang lain, mengambil keputusan bersama, serta menyelesaikan perbedaan secara konstruktif.

Nilai tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang mampu menghargai perbedaan pendapat, mengedepankan dialog, menghormati aturan, dan tetap menjaga persatuan.

Karena itu, Wahid menyampaikan harapan agar semangat Jamnas XII dapat terus berkembang menjadi gerakan positif yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. Kreativitas, inovasi, keterampilan dan kemandirian yang menjadi semangat kegiatan diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai karya dan kegiatan nyata setelah peserta kembali ke daerah masing-masing.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026. Kerja sama antara Kwartir Nasional, kwartir daerah, kwartir cabang, pembina, pendamping, panitia, dan seluruh peserta menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan nasional tersebut.

Wahid berharap kegiatan Jamnas XII dapat menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pembelajaran yang bermakna. Setiap kegiatan, interaksi, tantangan, dan pengalaman selama berada di Buperta Cibubur diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta.

“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat persaudaraan, membangun karakter generasi muda, serta melahirkan insan Pramuka yang kreatif, inovatif, terampil, mandiri dan memiliki semangat pengabdian untuk Indonesia,” tutup Wahid Tedi Kristiandi.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026. Semoga semangat yang diusung melalui tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan” dapat menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berkarya, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T