BAWASLU LAMPUNG TENGAH AJAK TINGKATKAN LITERASI DI HARI BUKU DAN HAK CIPTA SEDUNIA 2026: BUKU SEBAGAI JENDELA DUNIA DEMOKRASI
|
Dalam rangka memperingati Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia pada 23 April 2026, Bawaslu Lampung Tengah menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin menumbuhkan budaya literasi sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Buku adalah jendela dunia.” Ungkapan ini kembali digaungkan dalam momentum peringatan tahun ini. Setiap tanggal 23 April, jutaan orang di berbagai penjuru dunia merayakan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan buku dalam membuka wawasan, memperluas perspektif, serta membangun peradaban yang lebih maju dan berkeadaban. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi global atas peran strategis buku dalam membentuk cara berpikir manusia.
Bawaslu Lampung Tengah menilai bahwa semangat literasi memiliki relevansi yang kuat dengan tugas dan fungsi pengawasan pemilu. Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menekankan bahwa masyarakat yang memiliki budaya membaca yang baik cenderung lebih kritis, rasional, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Hal ini menjadi kunci dalam menciptakan proses demokrasi yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Bawaslu Lampung Tengah menyampaikan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang beredar di ruang publik. Di era digital yang sarat dengan arus informasi cepat, kemampuan ini menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta disinformasi yang berpotensi merusak tatanan demokrasi.
Momentum Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia juga dimanfaatkan sebagai ajakan kepada generasi muda untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Bawaslu Lampung Tengah mendorong pelajar dan mahasiswa untuk lebih aktif mengakses buku, baik dalam bentuk cetak maupun digital, guna memperkaya pengetahuan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Tidak hanya itu, lembaga tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas literasi dalam memperluas akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas. Upaya ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa semangat literasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang masih terbatas aksesnya terhadap buku.
Dalam konteks yang lebih luas, Bawaslu Lampung Tengah memandang bahwa buku memiliki kekuatan untuk membentuk karakter bangsa. Melalui buku, nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dapat ditanamkan sejak dini. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun demokrasi yang berintegritas.
Dengan semangat peringatan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia 2026, Bawaslu Lampung Tengah berharap masyarakat tidak hanya menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga sebagai alat untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi. Ajakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan besar dalam suatu bangsa kerap berawal dari kebiasaan kecil, seperti membaca satu buku.
Melalui peringatan ini, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya dalam mengawal demokrasi di Indonesia.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T