BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI DISKUSI “MENAVIGASI DEMOKRASI LOKAL” YANG DIGELAR KPU KOTA METRO
|
Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah mengikuti kegiatan Bedah Buku Tahap 2 dengan judul “Menavigasi Demokrasi Lokal: Dinamika dan Refleksi Pilkada Kota Metro 2024” yang diselenggarakan oleh KPU Kota Metro, Kamis (24/9/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid, dengan memadukan pelaksanaan secara daring melalui Zoom Meeting dan secara luring yang bertempat di Aula KPU Kota Metro. Pelaksanaan dengan format hybrid tersebut memberikan ruang partisipasi yang lebih luas, baik bagi unsur penyelenggara Pemilu maupun masyarakat umum yang mengikuti kegiatan melalui platform daring.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut mengikuti rangkaian diskusi sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan pemahaman mengenai dinamika demokrasi di tingkat lokal. Pembahasan mengenai Pilkada Kota Metro 2024 menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai pengalaman penyelenggaraan demokrasi lokal sekaligus melihat berbagai aspek yang dapat menjadi pembelajaran dalam penguatan kualitas demokrasi ke depan.
Secara luring, kegiatan turut dihadiri oleh Kesbangpol Kota Metro dan Bawaslu Kota Metro. Sementara itu, masyarakat umum diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan antara penyelenggara Pemilu, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat dalam membahas perkembangan demokrasi lokal.
Acara dibuka oleh Ketua KPU Kota Metro, Erzal Syahreza Aswir. Dalam rangkaian diskusi, Erzal Syahreza Aswir juga hadir sebagai panelis yang memberikan perspektif mengenai dinamika penyelenggaraan demokrasi lokal. Diskusi dipandu oleh Anggota KPU Kota Metro, Rinaldi Adiyatama, yang bertindak sebagai moderator.
Untuk memperkaya pembahasan, kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Sulastri, S.Pd.I., Anggota KPU Kota Bandar Lampung, dan Dr. Muhammad Shofwan Taufiq, S.H.I., M.H.I., Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro). Kehadiran narasumber dari unsur penyelenggara Pemilu dan akademisi memberikan perspektif yang beragam dalam membedah dinamika demokrasi lokal serta refleksi terhadap pelaksanaan Pilkada Kota Metro 2024.
Pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Tahap 2 diarahkan pada upaya memahami demokrasi lokal tidak hanya sebagai rangkaian proses elektoral, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang demokratis. Demokrasi di tingkat lokal memiliki ruang yang dekat dengan masyarakat sehingga berbagai dinamika yang terjadi dapat menjadi gambaran mengenai bagaimana prinsip-prinsip demokrasi diterapkan dalam kehidupan politik dan pemerintahan daerah.
Para narasumber menyampaikan materi yang menekankan pentingnya menavigasi demokrasi di tingkat lokal sebagai salah satu fondasi penguatan demokrasi nasional. Demokrasi lokal memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri sehingga membutuhkan pemahaman terhadap kondisi sosial, politik, kelembagaan, serta partisipasi masyarakat yang berkembang di masing-masing daerah.
Dalam konteks tersebut, refleksi terhadap pelaksanaan Pilkada Kota Metro 2024 menjadi bagian penting untuk melihat pengalaman demokrasi lokal secara lebih komprehensif. Pengalaman penyelenggaraan Pilkada dapat menjadi bahan pembelajaran bagi berbagai pihak dalam mengidentifikasi praktik yang telah berjalan, tantangan yang dihadapi, serta ruang perbaikan yang dapat dikembangkan dalam penyelenggaraan demokrasi berikutnya.
Bagi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan wawasan kepemiluan dan demokrasi. Forum diskusi semacam ini dapat menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman antarlembaga, khususnya dalam memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada di tingkat lokal.
Selain itu, pembahasan mengenai demokrasi lokal juga memiliki keterkaitan dengan pentingnya pengawasan terhadap proses demokrasi yang berlangsung di daerah. Pengawasan tidak hanya berkaitan dengan tahapan dan kepatuhan terhadap ketentuan, tetapi juga memiliki dimensi edukasi dan pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai hak dan tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid tersebut berlangsung secara interaktif. Peserta mendapatkan kesempatan untuk menyimak materi dari para narasumber sekaligus memperluas pemahaman melalui diskusi yang membahas berbagai perspektif mengenai demokrasi lokal. Partisipasi masyarakat secara daring juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang diskusi yang terbuka dan inklusif.
Demokrasi yang inklusif membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Penyelenggara Pemilu, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, media, dan masyarakat umum memiliki ruang masing-masing dalam menjaga keberlangsungan proses demokrasi. Karena itu, forum literasi dan diskusi kepemiluan seperti Bedah Buku menjadi salah satu sarana untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya integritas dalam setiap proses demokrasi.
Dalam perspektif pengawasan Pemilu, penguatan demokrasi lokal juga berkaitan dengan pentingnya membangun budaya partisipatif di tengah masyarakat. Masyarakat yang memiliki pengetahuan kepemiluan dapat berperan lebih aktif dalam mengawal proses demokrasi, termasuk memahami hak pilih, mengikuti perkembangan tahapan Pemilu dan Pilkada, serta turut mendorong terciptanya proses demokrasi yang sesuai dengan ketentuan.
Kegiatan Bedah Buku Tahap 2 dengan judul “Menavigasi Demokrasi Lokal: Dinamika dan Refleksi Pilkada Kota Metro 2024” juga menunjukkan pentingnya dokumentasi dan refleksi terhadap pengalaman demokrasi daerah. Setiap pelaksanaan Pilkada menghadirkan dinamika yang dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk memperkuat penyelenggaraan demokrasi di masa mendatang.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah turut memperkuat komitmen untuk terus mengikuti perkembangan wacana kepemiluan, demokrasi, serta tata kelola penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarlembaga diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam menjalankan tugas pengawasan dan penguatan partisipasi masyarakat.
Diskusi yang menghadirkan unsur KPU, akademisi, pemerintah daerah, Bawaslu, dan masyarakat tersebut pada akhirnya menjadi ruang bersama untuk melihat demokrasi lokal dari berbagai sudut pandang. Demokrasi yang kuat membutuhkan proses yang berkelanjutan, bukan hanya pada saat pelaksanaan pemilihan, tetapi juga melalui pendidikan, partisipasi, evaluasi, dan refleksi secara terus-menerus.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah memandang kegiatan literasi kepemiluan dan diskusi demokrasi sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman yang lebih luas mengenai penyelenggaraan demokrasi. Dengan memahami dinamika demokrasi lokal secara lebih baik, berbagai pihak diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan proses demokrasi yang inklusif, berintegritas, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui kegiatan Bedah Buku Tahap 2 ini, refleksi terhadap Pilkada Kota Metro 2024 tidak hanya menjadi catatan atas proses demokrasi yang telah berlangsung, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran bersama untuk menavigasi berbagai tantangan demokrasi lokal ke depan. Partisipasi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat wawasan, jejaring kelembagaan, serta budaya demokrasi yang partisipatif di tengah masyarakat.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T