Lompat ke isi utama

Berita

BEDAH BUKU SERI-II KPU TUBABA, FEBRI INDRA KURNIAWAN BAHAS PENTINGNYA PEMAHAMAN DAPIL

r

Febri Indra Kurniawan Sampaikan Pengantar Bedah Buku Seri-II tentang Dapil dan Alokasi Kursi

Lampung Tengah — Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi Lampung, Febri Indra Kurniawan, S.H., menjadi opening speaker dalam kegiatan Bedah Buku Seri-II dengan tema “Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang diskusi yang menghadirkan pembahasan mengenai aspek teknis dalam penyelenggaraan pemilu, khususnya berkaitan dengan daerah pemilihan dan alokasi kursi. Tema tersebut dinilai penting untuk dibahas karena daerah pemilihan dan alokasi kursi merupakan bagian yang memiliki keterkaitan dengan proses penyelenggaraan pemilu serta keterwakilan masyarakat dalam lembaga perwakilan.

Dalam kapasitasnya sebagai opening speaker, Febri Indra Kurniawan menyampaikan pengantar sekaligus memberikan gambaran mengenai pentingnya memahami daerah pemilihan dan alokasi kursi secara komprehensif. Menurutnya, pembahasan mengenai dapil tidak dapat dilepaskan dari keseluruhan proses teknis penyelenggaraan pemilu.

Febri menekankan bahwa pemahaman terhadap dapil dan alokasi kursi perlu ditempatkan dalam kerangka penyelenggaraan pemilu yang memiliki aturan, mekanisme, serta tahapan yang harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, diskusi dan literasi mengenai kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan kepemiluan.

Melalui kegiatan Bedah Buku Seri-II, Febri berharap peserta dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana daerah pemilihan menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan pemilu. Selain itu, diskusi tersebut juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk memahami berbagai konsep dan persoalan yang berkaitan dengan alokasi kursi.

Menurut Febri, pembahasan mengenai daerah pemilihan bukan hanya berkaitan dengan pembagian wilayah secara administratif, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan aspek keterwakilan masyarakat. Karena itu, setiap pembahasan mengenai dapil perlu dilihat secara utuh dengan memperhatikan berbagai prinsip dan ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraannya.

Ia juga menyampaikan bahwa literasi kepemiluan perlu terus dikembangkan melalui berbagai forum diskusi, seminar, bedah buku, maupun kegiatan edukatif lainnya. Kehadiran berbagai perspektif dalam forum seperti ini diharapkan dapat membantu peserta memahami persoalan kepemiluan secara lebih objektif dan mendalam.

Kegiatan Bedah Buku Seri-II menjadi semakin menarik karena pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami gagasan yang terdapat dalam buku yang menjadi bahan diskusi. Melalui proses tersebut, peserta dapat melihat isu daerah pemilihan dan alokasi kursi dari berbagai sudut pandang.

Febri juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan unsur penyelenggara pemilu, akademisi, dan peserta dalam satu ruang diskusi. Menurutnya, kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarpihak merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman kepemiluan yang lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti rangkaian pembahasan secara daring. Meskipun dilaksanakan melalui Zoom Meeting, forum tetap diharapkan dapat menjadi ruang interaksi yang produktif antara narasumber dan peserta.

Tema “Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi” dipilih sebagai bagian dari upaya memperkaya diskursus mengenai kepemiluan. Dapil dan alokasi kursi merupakan dua aspek yang memiliki hubungan erat dengan sistem perwakilan, sehingga pemahaman terhadap keduanya penting bagi penyelenggara maupun masyarakat yang ingin memahami proses pemilu secara lebih mendalam.

Febri menyampaikan bahwa forum bedah buku juga dapat menjadi sarana untuk mempertemukan teori dengan pengalaman praktis dalam penyelenggaraan pemilu. Berbagai pengalaman yang dimiliki oleh penyelenggara maupun akademisi dapat menjadi bahan pembelajaran untuk melihat perkembangan sistem kepemiluan secara lebih luas.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum penyampaian materi, tetapi dapat berkembang menjadi ruang diskusi yang mampu mendorong peserta untuk lebih kritis dalam memahami berbagai persoalan kepemiluan. Pertanyaan, tanggapan, dan pertukaran gagasan yang muncul selama diskusi diharapkan dapat memperkaya substansi pembahasan.

Selain itu, Febri menilai bahwa literasi kepemiluan memiliki peran penting dalam mendukung pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi. Semakin baik pemahaman masyarakat mengenai aspek-aspek teknis pemilu, semakin terbuka pula ruang partisipasi publik dalam mengawal penyelenggaraan pemilu.

Kegiatan Bedah Buku Seri-II juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan mengenai dinamika daerah pemilihan dan alokasi kursi. Berbagai pertanyaan dan perspektif yang disampaikan dalam diskusi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran bersama.

Dalam pengantarnya, Febri juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan baik dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang menambah pengetahuan. Menurutnya, setiap forum kepemiluan dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas, khususnya dalam memahami aspek teknis penyelenggaraan pemilu.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Bedah Buku Seri-II dapat terlaksana. Dukungan dari penyelenggara, narasumber, panelis, moderator, serta seluruh peserta menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang informatif dan interaktif.

Kegiatan tersebut selanjutnya dilanjutkan dengan sesi pembahasan utama mengenai daerah pemilihan dan alokasi kursi. Peserta mengikuti materi dan diskusi melalui ruang Zoom Meeting dengan harapan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tema yang diangkat.

Melalui kegiatan Bedah Buku Seri-II, KPU Provinsi Lampung dan KPU Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan terus dapat menghadirkan ruang-ruang edukasi kepemiluan yang terbuka dan konstruktif. Kegiatan semacam ini juga menjadi salah satu sarana untuk memperkuat budaya literasi serta memperluas pemahaman berbagai pihak terhadap teknis penyelenggaraan pemilu.

Febri Indra Kurniawan menutup sesi pengantarnya dengan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta. Ia juga berharap diskusi yang berlangsung dapat menghasilkan pemahaman yang lebih luas mengenai daerah pemilihan dan alokasi kursi serta berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu.

Dengan dimulainya sesi opening speaker tersebut, kegiatan Bedah Buku Seri-II resmi memasuki rangkaian pembahasan utama. Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi selanjutnya dengan menghadirkan narasumber dan panelis yang membahas tema daerah pemilihan dan alokasi kursi dari perspektif kepemiluan dan akademik.

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T