“BERBEDA BUKAN BERARTI KURANG”, BAWASLU LAMPUNG TENGAH AJAK MASYARAKAT LEBIH MEMAHAMI AUTISME
|
Lampung Tengah — Dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 yang jatuh pada 2 April, Bawaslu Lampung Tengah menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman terhadap individu dengan autisme.
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran publik terhadap kondisi Autism Spectrum Disorder (ASD), yakni gangguan perkembangan pada otak dan sistem saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Autisme umumnya dapat dikenali sejak usia dini, meskipun hingga saat ini penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, selain faktor genetik yang diyakini berperan.
Dalam keterangannya, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan bahwa peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajakan moral untuk membangun lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua individu, tanpa terkecuali. Individu dengan autisme memiliki hak yang sama untuk hidup, berkembang, serta mendapatkan kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, sosial, dan pekerjaan.
Lebih lanjut, peringatan tahun ini mengusung tema “Autism and Humanity – Every Life Has Value” atau “Autisme dan Kemanusiaan – Setiap Kehidupan Berharga”. Tema tersebut menegaskan bahwa setiap individu autistik memiliki martabat, nilai, dan peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak ada satu pun manusia yang boleh dipandang sebelah mata hanya karena perbedaan yang dimilikinya.
Bawaslu Lampung Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghapus stigma negatif terhadap penyandang autisme. Sikap empati, penerimaan, serta dukungan nyata dari lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci utama dalam membantu individu autistik menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna.
“Momentum ini mengingatkan kita bahwa perbedaan bukanlah kekurangan. Justru dari perbedaan itulah kita belajar untuk saling memahami dan menghargai,” demikian pesan yang disampaikan Ketua Bawaslu Lampung Tengah Yuli Efendi,S.H di ruang kerjanya.
Selain itu, Hari Peduli Autisme Sedunia juga menjadi pengingat pentingnya peran keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan autisme. Dukungan yang tepat sejak dini dapat membantu mereka mengembangkan potensi yang dimiliki serta berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang inklusif, adil, dan penuh kepedulian. Setiap individu, termasuk penyandang autisme, memiliki hak untuk dihargai dan diperlakukan secara setara.
Sebagaimana pesan utama yang diusung dalam peringatan tahun ini, Bawaslu Lampung Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbeda bukan berarti kurang. Hari ini kita belajar memahami, bukan menghakimi.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T