Lompat ke isi utama

Berita

EDISI PENUTUP NGABUBURIT PENGAWASAN 2026, BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI KULTUM INSPEKTUR UTAMA BAWASLU RI

r

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti Edisi Terakhir Ngabuburit Pengawasan 2026, Bahas Penguatan Pengawasan dan Manajemen Risiko Lembaga

Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah mengikuti kegiatan edisi terakhir “Ngabuburit Pengawasan 2026” yang diselenggarakan secara daring melalui siaran langsung kanal YouTube Bawaslu RI pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 16.00 WIB. Kegiatan yang rutin digelar selama bulan suci Ramadan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai integritas bagi jajaran pengawas pemilu di seluruh Indonesia.

Pada edisi penutup Ngabuburit Pengawasan tahun ini, kultum atau kuliah tujuh menit disampaikan langsung oleh Rini Wartini, Inspektur Utama Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia, dengan mengangkat tema “Penguatan Pengawasan dan Manajemen Risiko Lembaga.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan berintegritas, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu.

Jajaran Bawaslu Lampung Tengah mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pengawasan internal serta manajemen risiko dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi seluruh aparatur Bawaslu untuk melakukan refleksi diri, terlebih dalam suasana bulan suci Ramadan yang sarat dengan nilai spiritual dan penguatan integritas.

Kultum diawali dengan ucapan salam serta ungkapan syukur atas kesempatan kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Dalam penyampaiannya, Inspektur Utama Bawaslu menekankan bahwa Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan, sekaligus momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat nilai keimanan, serta menanamkan integritas dalam setiap aktivitas, termasuk dalam menjalankan amanah kelembagaan.

Menurutnya, setiap tugas yang dijalankan oleh aparatur Bawaslu bukan hanya merupakan tanggung jawab administratif semata, tetapi juga memiliki dimensi moral dan spiritual. Amanah yang diemban oleh setiap penyelenggara pemilu harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen untuk menjaga keadilan dan integritas lembaga.

Dalam tausiyahnya, ia mengutip salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan pentingnya menjaga amanah serta menegakkan keadilan dalam setiap keputusan yang diambil. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam pelaksanaan pengawasan internal serta manajemen risiko di lingkungan Bawaslu.

Ia menjelaskan bahwa audit internal tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pemeriksaan administratif, melainkan juga sebagai instrumen untuk menjaga kepercayaan publik, memastikan akuntabilitas lembaga, serta mencegah potensi penyimpangan yang dapat merusak integritas organisasi. Demikian pula dengan manajemen risiko yang tidak sekadar berfungsi untuk mengidentifikasi potensi masalah, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap proses organisasi berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa memiliki keselarasan dengan prinsip-prinsip manajemen risiko. Puasa mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, serta kehati-hatian dalam bertindak. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam menjalankan sistem pengawasan internal yang efektif dan bertanggung jawab.

Dalam perspektif manajemen organisasi, pengawasan internal yang kuat menjadi indikator kedewasaan sebuah lembaga. Pengawasan internal tidak bertujuan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa seluruh proses kerja berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam konteks Bawaslu, penguatan audit internal dan manajemen risiko merupakan fondasi penting dalam menjaga kredibilitas lembaga pengawas pemilu.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap aparatur di lingkungan Bawaslu memiliki tanggung jawab kepemimpinan sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing. Setiap individu bertanggung jawab atas amanah yang diberikan, sehingga diperlukan sikap jujur, hati-hati, serta keberanian untuk menjaga integritas dalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil.

Selain itu, ia menekankan bahwa banyak kerja-kerja pengawasan internal yang tidak selalu terlihat secara langsung oleh publik. Namun justru dalam kerja-kerja yang tidak terlihat tersebut terdapat nilai pengabdian dan keikhlasan yang tinggi, karena tujuan utamanya adalah menjaga marwah lembaga serta memastikan sistem organisasi berjalan secara benar dan berintegritas.

Melalui momentum Ramadan ini, seluruh jajaran Bawaslu diajak untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sistem pengawasan internal yang lebih baik, mengelola risiko organisasi secara bijaksana, serta menanamkan budaya integritas dalam setiap lini kelembagaan.

Partisipasi Bawaslu Lampung Tengah dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan 2026 menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan. Penguatan kapasitas aparatur dalam memahami pentingnya manajemen risiko dan pengawasan internal diharapkan dapat mendukung kinerja Bawaslu dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu yang transparan, profesional, dan berintegritas.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan selama bulan Ramadan ini juga menjadi wadah bagi seluruh jajaran Bawaslu di berbagai daerah untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus memperdalam pemahaman mengenai tata kelola kelembagaan yang baik. Melalui diskusi, tausiah, dan refleksi yang disampaikan dalam setiap edisinya, kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

Sebagai edisi penutup, kegiatan Ngabuburit Pengawasan 2026 menjadi momen penuh makna bagi seluruh peserta yang telah setia mengikuti rangkaian kegiatan selama bulan Ramadan. Bawaslu RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini dapat terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dengan berakhirnya edisi Ngabuburit Pengawasan tahun ini, seluruh jajaran Bawaslu diharapkan dapat terus memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola lembaga yang profesional, transparan, dan berintegritas. Semangat pengawasan yang kuat diyakini berawal dari kemampuan setiap individu dan organisasi dalam mengenali serta mengelola risiko secara bijaksana.

Kegiatan pun ditutup dengan pesan kebersamaan serta harapan untuk kembali bertemu pada program Ngabuburit Pengawasan di tahun mendatang. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat integritas, profesionalitas, dan penguatan nilai-nilai moral dapat terus menjadi fondasi dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

r

 

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T