Lompat ke isi utama

Berita

IKHTIAR, DOA, DAN TAWAKAL JADI PESAN UTAMA DALAM KULTUM #NGABUBURIT PENGAWASAN YANG DIIKUTI BAWASLU LAMPUNG TENGAH

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti Kultum #Ngabuburit Pengawasan Episode 6, Perkuat Amanah Lewat Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti Kultum #Ngabuburit Pengawasan Episode 6, Perkuat Amanah Lewat Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Lampung Tengah — Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan refleksi spiritual dan penguatan nilai integritas, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah mengikuti Kultum #Ngabuburit Pengawasan Episode 6 yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Republik Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 16.00 WIB.

Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu RI, Yusti Erlina, dengan tema “Penguatan Dukungan Teknis Pengawasan Pemilu.” Dalam tausiyahnya yang sarat makna, beliau mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu untuk merefleksikan kembali hakikat amanah sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia, baik kepada sesama maupun kepada Sang Pencipta.

Mengawali tausiyahnya dengan ucapan salam dan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala serta shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, Yusti Erlina menyampaikan bahwa amanah bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan juga hubungan spiritual antara manusia dan Allah SWT.

“Amanah adalah bentuk pertanggungjawaban manusia dan merupakan hubungan spiritual antara manusia dengan sang khalik atau sang penciptanya,” ungkapnya.

Dalam pesan reflektifnya, Yusti menegaskan tiga hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai pemegang amanah. Pertama, ikhtiar. Kedua, doa. Ketiga, tawakal. Ketiganya harus berjalan beriringan dalam setiap langkah kehidupan dan menjadi penentu kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.

Ikhtiar dimaknai sebagai usaha maksimal dan kesungguhan dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa agama tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berpangku tangan. Sebaliknya, setiap individu didorong untuk berusaha sebaik-baiknya sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, lanjutnya, telah memberikan teladan nyata dalam setiap urusan dengan melakukan persiapan yang matang, bahkan dalam peperangan sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa ikhtiar adalah bagian dari sunnah Rasulullah.

Dalam konteks pengawasan pemilu, ikhtiar dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam mempersiapkan dukungan teknis yang optimal. Ia mengajak seluruh jajaran untuk melakukan refleksi mendalam: apakah pengelolaan data sudah maksimal? Apakah fasilitas pelayanan publik telah berjalan optimal? Apakah instrumen pengawasan telah terintegrasi dengan baik?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari proses ikhtiar untuk menemukan solusi dan meningkatkan kualitas kinerja.

Yusti Erlina juga menekankan pentingnya penguatan fungsi layanan publik sebagai garda terdepan dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang demokratis. Berbagai instrumen digital seperti Siwaslu, Sigap Lapor, dan SPS harus terus diupayakan pengembangannya agar menjadi sistem yang terintegrasi, efektif, dan efisien.

Selain itu, sinergitas antar biro, antar kedeputian, hingga antar lembaga menjadi faktor penting dalam memperkuat dukungan teknis pengawasan. Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperbaiki kekurangan dan menyempurnakan sistem agar semakin profesional.

“Ikhtiar yang diniatkan sebagai ibadah akan melahirkan profesionalitas dalam mempersiapkan dukungan teknis penyelenggaraan pengawasan,” tegasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ikhtiar saja tidak cukup. Doa menjadi elemen penting dalam setiap perjuangan. Rasulullah mengajarkan bahwa doa adalah senjata bagi umat manusia. Dengan keyakinan penuh, doa menjadi penguat hati dan sumber ketenangan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Setelah berikhtiar dan berdoa, prinsip ketiga yang harus dimiliki adalah tawakal, yakni berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha secara maksimal. Tawakal bukanlah sikap pasrah tanpa usaha, melainkan bentuk keikhlasan menerima hasil dengan penuh kesabaran dan keyakinan bahwa Allah mengetahui yang terbaik.

“Usaha tanpa doa dan tawakal akan membuat kita sombong. Sementara berdoa dan tawakal tanpa usaha justru menjadikan kita malas,” pesannya.

Bagi Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, keikutsertaan dalam Kultum #Ngabuburit Pengawasan Episode 6 ini menjadi penguat semangat dalam menjalankan tugas kelembagaan. Refleksi tentang ikhtiar, doa, dan tawakal menjadi pengingat bahwa profesionalitas dalam dukungan teknis harus dibarengi dengan integritas moral dan spiritual.

Sebagai lembaga yang mengemban amanah pengawasan demokrasi, Bawaslu Lampung Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sistem, meningkatkan kualitas layanan publik, serta membangun sinergi internal dan eksternal demi terwujudnya pemilu yang demokratis.

Dengan menjadikan ikhtiar, doa, dan tawakal sebagai prinsip hidup dan prinsip kerja, diharapkan demokrasi Indonesia yang amanah dan profesional dapat benar-benar terwujud. Ramadan pun menjadi momentum untuk memperkuat tidak hanya kapasitas teknis, tetapi juga kualitas spiritual seluruh insan pengawas pemilu.

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T