KETUA BAWASLU LAMPUNG TENGAH YULI EFENDI UCAPKAN SELAMAT HUT KE-14 DKPP, TEGUHKAN SEMANGAT “BENTENG INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU”
|
Lampung Tengah – Ketua Bawaslu Lampung Tengah, Yuli Efendi, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 pada 12 Juni 2026. Pada peringatan tahun ini, DKPP mengangkat tema “Benteng Integritas Penyelenggara Pemilu”, yang menjadi simbol komitmen kuat dalam menjaga etika, profesionalitas, dan kehormatan penyelenggara pemilu di Indonesia.
Yuli Efendi menyampaikan bahwa perjalanan DKPP selama 14 tahun telah memberikan kontribusi besar bagi penguatan demokrasi di Indonesia, khususnya dalam menjaga marwah dan integritas lembaga penyelenggara pemilu. Menurutnya, keberadaan DKPP menjadi bagian penting dalam sistem kepemiluan nasional karena berfungsi sebagai penjaga etika sekaligus pengawal kehormatan penyelenggara pemilu.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-14 kepada DKPP Republik Indonesia. Semoga di usia yang ke-14 ini, DKPP semakin kuat dan konsisten dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga etika penyelenggara pemilu. Tema ‘Benteng Integritas Penyelenggara Pemilu’ sangat relevan dengan tantangan demokrasi saat ini yang menuntut penyelenggara pemilu untuk selalu menjunjung tinggi integritas, independensi, dan profesionalitas,” ujar Yuli Efendi.
Ia menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Keberhasilan sebuah pemilu tidak hanya diukur dari terselenggaranya tahapan secara baik, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu. Oleh karena itu, peran DKPP dalam menegakkan kode etik memiliki arti yang sangat penting dalam menjaga legitimasi demokrasi dan kepercayaan publik.
Menurut Yuli Efendi, tema yang diusung DKPP pada tahun ini mengandung pesan yang mendalam bagi seluruh jajaran penyelenggara pemilu, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebagai benteng integritas, penyelenggara pemilu dituntut untuk mampu menjaga independensi dari berbagai kepentingan, bekerja secara profesional, serta menjadikan etika sebagai pedoman utama dalam setiap pengambilan keputusan.
“Integritas bukan hanya sekadar slogan, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan kebijakan. Penyelenggara pemilu harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara jujur, adil, transparan, dan akuntabel. Di sinilah peran DKPP menjadi sangat strategis dalam memastikan seluruh penyelenggara pemilu tetap berada pada koridor etika dan profesionalisme,” lanjutnya.
Yuli Efendi juga menyampaikan bahwa sinergi antara Bawaslu, KPU, dan DKPP merupakan salah satu kunci dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia. Ketiga lembaga tersebut memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Bawaslu menjalankan fungsi pengawasan, KPU sebagai penyelenggara teknis pemilu, sedangkan DKPP bertugas menjaga etika dan kehormatan penyelenggara pemilu.
Ia menilai bahwa selama ini DKPP telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menegakkan kode etik penyelenggara pemilu secara profesional, independen, dan berkeadilan. Berbagai putusan yang dihasilkan DKPP tidak hanya memberikan kepastian etika, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi seluruh penyelenggara pemilu agar senantiasa menjaga sikap, perilaku, dan tindakan sesuai dengan prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu yang demokratis.
Lebih lanjut, Yuli Efendi mengajak seluruh jajaran Bawaslu, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah, untuk menjadikan momentum HUT ke-14 DKPP sebagai sarana refleksi dan penguatan komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Menurutnya, pengawasan yang efektif harus dibarengi dengan integritas yang tinggi sehingga mampu menghasilkan proses demokrasi yang berkualitas dan dipercaya masyarakat.
“Peringatan HUT DKPP bukan hanya menjadi perayaan bagi sebuah lembaga, tetapi juga momentum bagi seluruh penyelenggara pemilu untuk memperkuat komitmen moral dan etika dalam menjalankan amanah. Integritas harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas pengawasan maupun penyelenggaraan pemilu,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan demokrasi yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, meningkatnya partisipasi politik masyarakat, hingga dinamika politik yang terus berkembang, Yuli Efendi menilai bahwa keberadaan DKPP akan semakin dibutuhkan. Sebagai lembaga penegak kode etik, DKPP memiliki peran penting dalam memastikan bahwa penyelenggara pemilu tetap menjaga profesionalitas dan netralitasnya.
Pada akhir pernyataannya, Yuli Efendi kembali menyampaikan harapan agar DKPP terus menjadi lembaga yang kuat, independen, dan terpercaya dalam menjaga kehormatan penyelenggara pemilu di Indonesia.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-14 DKPP Republik Indonesia. Semoga DKPP senantiasa menjadi benteng integritas penyelenggara pemilu, menjaga marwah demokrasi, memperkuat kepercayaan publik, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas,” tutup Yuli Efendi.
Dengan mengusung tema “Benteng Integritas Penyelenggara Pemilu”, HUT ke-14 DKPP tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh penyelenggara pemilu dalam menjaga etika, profesionalisme, dan integritas demi terwujudnya demokrasi Indonesia yang semakin berkualitas dan bermartabat.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T