KETUA BAWASLU RI RAHMAT BAGJA BERIKAN SAMBUTAN DAN ARAHAN PADA PELANTIKAN PNS FORMASI 2024 DI JAKARTA
|
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bawaslu Formasi Tahun Anggaran 2024 di lingkungan Bawaslu RI yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan kelembagaan pengawasan pemilu di Indonesia. Dalam acara tersebut, sebanyak 1.267 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi dilantik menjadi PNS di lingkungan Bawaslu RI dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh makna. Para peserta mengikuti rangkaian acara mulai dari pembacaan keputusan pengangkatan, pengambilan sumpah/janji, hingga penyampaian arahan dari pimpinan lembaga. Pelantikan ini menandai dimulainya pengabdian resmi para ASN baru dalam mendukung tugas pengawasan pemilu dan demokrasi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang telah resmi dilantik pada hari tersebut. Ia menegaskan bahwa status sebagai Aparatur Sipil Negara merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi.
“Selamat sebagai ASN di Bawaslu RI. Hari ini bukan hanya tentang perubahan status kepegawaian, tetapi juga tentang dimulainya tanggung jawab besar dalam menjaga demokrasi dan kepercayaan publik,” ujar Rahmat Bagja dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa ASN di lingkungan Bawaslu RI memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Menurutnya, tantangan demokrasi ke depan akan semakin kompleks sehingga diperlukan sumber daya manusia yang profesional, disiplin, serta memiliki loyalitas terhadap institusi dan negara.
Rahmat Bagja mengingatkan bahwa setiap ASN harus mampu menjaga independensi dan netralitas dalam menjalankan tugas. Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu dituntut untuk tetap berdiri tegak dalam menjaga nilai-nilai demokrasi tanpa terpengaruh kepentingan politik tertentu.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sehat, saling menghargai, serta menjunjung tinggi etika birokrasi di lingkungan kerja. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh soliditas dan integritas seluruh jajaran di dalamnya.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T