SEKRETARIS JENDERAL BAWASLU RI BERIKAN ARAHAN TEGAS PADA PELANTIKAN PNS FORMASI 2024 DI JAKARTA
|
Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Ferdinand Eskol Tiar Sirait, memberikan sambutan dan arahan pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bawaslu Formasi Tahun Anggaran 2024 di lingkungan Bawaslu RI. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, dan diikuti oleh ribuan CPNS yang resmi diangkat menjadi PNS.
Acara pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan sumber daya manusia di lingkungan pengawasan pemilu nasional. Sebanyak 1.267 CPNS dari berbagai satuan kerja di seluruh Indonesia resmi mengucapkan sumpah/janji sebagai Aparatur Sipil Negara di bawah naungan Bawaslu RI, menandai awal pengabdian mereka sebagai abdi negara yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas demokrasi.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Ferdinand Eskol Tiar Sirait menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang baru saja dilantik. Ia menegaskan bahwa momen ini bukan hanya seremoni administratif, tetapi juga awal dari tanggung jawab moral dan profesional yang harus dijalankan dengan penuh integritas.
“Selamat kepada seluruh PNS Bawaslu yang hari ini telah dilantik. Ini adalah awal perjalanan pengabdian yang sesungguhnya kepada negara,” ujar Ferdinand dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia memberikan sejumlah arahan penting yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di lingkungan pengawasan pemilu. Ia menekankan agar seluruh PNS tidak bersikap arogan dan tetap menjaga etika dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jangan takut dan jangan menakuti siapapun. Kita hadir sebagai pelayan publik yang bekerja berdasarkan aturan, bukan untuk menimbulkan ketakutan,” tegasnya.
Selain itu, Ferdinand juga mengingatkan seluruh PNS untuk menjauhi praktik pinjaman online (pinjol) yang tidak sehat. Menurutnya, keterlibatan dalam pinjol dapat berdampak buruk tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi lingkungan kerja dan citra institusi.
“Jangan terlibat pinjol karena akan berdampak buruk pada lingkungan dan kehidupan kerja kita,” tambahnya.
Dalam arahannya, ia juga menekankan bahwa perjalanan dinas bukanlah alat kekuasaan, melainkan bagian dari tanggung jawab pekerjaan yang harus dijalankan secara profesional dan akuntabel. Ia mengingatkan agar setiap aparatur memahami batasan dan etika dalam penggunaan fasilitas negara.
“Perjalanan dinas bukan alat kekuasaan. Itu adalah bagian dari tugas yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ferdinand juga menyoroti pentingnya etika dan adab dalam dunia kerja. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas, adab harus ditempatkan di atas ilmu, karena etika menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Ada adab di atas ilmu. Ilmu penting, tetapi tanpa adab, semua tidak akan bermakna,” katanya.
Selain itu, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks. Menurutnya, kesehatan mental merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan oleh setiap aparatur sipil negara.
“Kesehatan mental itu penting. Kita harus mampu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,” ungkapnya.
Dalam pesannya yang lain, Ferdinand juga mengingatkan agar para PNS tidak menggantungkan harapan secara berlebihan kepada orang lain dalam menjalani kehidupan.
“Tidak ada yang selalu bersimpati dengan kehidupan kita. Karena itu, kita harus kuat dan mandiri dalam menghadapi setiap tantangan,” pesannya.
Selain itu, ia secara tegas mengingatkan agar para pegawai tidak menggadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan ke bank atau lembaga keuangan, kecuali untuk keperluan yang benar-benar mendesak dan penting.
“Jangan gadaikan SK di bank. Kalau pun harus meminjam, pastikan untuk hal-hal yang benar-benar penting dan mendesak,” tegasnya.
Arahan tersebut menjadi penegasan penting bagi seluruh PNS baru di lingkungan Bawaslu RI agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan etika dalam menjalankan tugas sebagai pengawas pemilu.
Kegiatan pelantikan yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta tersebut berjalan dengan khidmat, tertib, dan penuh makna. Momentum ini tidak hanya menjadi pengukuhan status kepegawaian, tetapi juga menjadi titik awal pembentukan karakter aparatur pengawas pemilu yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan adanya pelantikan ini, diharapkan seluruh PNS baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem pengawasan pemilu di Indonesia yang jujur, adil, dan demokratis.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T