Lompat ke isi utama

Berita

KOORDINATOR DIVISI PENCEGAHAN, HUMAS DAN PARMAS BAWASLU LAMPUNG TENGAH HARMONO UCAPKAN SELAMAT HARI ARSIP INTERNASIONAL 2026, TEKANKAN PENTINGNYA PENGELOLAAN ARSIP DI ERA DIGITAL

r

Harmono Ucapkan Selamat Hari Arsip Internasional 2026, Tekankan Pentingnya Arsip di Era Digital

Lampung Tengah — Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah, Harmono, menyampaikan ucapan Selamat Hari Arsip Internasional yang diperingati setiap tanggal 9 Juni 2026. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global, termasuk di Indonesia, tentang peran arsip sebagai bagian dari memori kolektif bangsa, sumber informasi yang sah, serta instrumen penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Hari Arsip Internasional yang diperingati setiap 9 Juni setiap tahunnya merupakan agenda dunia yang menyoroti pentingnya pengelolaan arsip secara profesional dan berkelanjutan. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati berdirinya International Council on Archives (ICA) pada tahun 1948 di bawah naungan UNESCO, yang menjadi tonggak utama kerja sama internasional dalam bidang kearsipan modern.

Dalam pernyataannya, Harmono menegaskan bahwa arsip memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sebagai dokumen administratif, tetapi juga sebagai bukti autentik perjalanan sejarah, kebijakan, dan keputusan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat.

“Arsip adalah bagian penting dari memori kolektif bangsa. Melalui arsip, kita dapat merekam sejarah, memahami proses kebijakan, dan memastikan setiap langkah yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa di era digital saat ini, pengelolaan arsip menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi memang memberikan kemudahan dalam penyimpanan dan akses data, namun di sisi lain juga menuntut adanya sistem kearsipan yang lebih aman, terstruktur, dan berkelanjutan agar informasi tidak hilang, rusak, atau disalahgunakan.

Menurutnya, lembaga seperti Bawaslu memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga arsip, khususnya yang berkaitan dengan proses pengawasan pemilu. Setiap dokumen, laporan, dan catatan kegiatan pengawasan merupakan bagian dari arsip demokrasi yang memiliki nilai penting bagi transparansi dan integritas penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

“Setiap dokumen pengawasan pemilu adalah bagian dari sejarah demokrasi. Arsip tersebut harus dikelola dengan baik karena menjadi rujukan penting bagi evaluasi dan perbaikan di masa depan,” tambah Harmono.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Arsip Internasional juga menjadi pengingat bagi seluruh instansi pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat budaya tertib arsip. Budaya ini mencakup disiplin dalam pencatatan, penyimpanan, pengelolaan, hingga pemanfaatan arsip secara bertanggung jawab dan profesional.

Harmono juga menekankan bahwa arsip memiliki fungsi penting dalam mendukung perlindungan hak-hak masyarakat. Arsip dapat menjadi alat bukti yang sah dalam berbagai aspek hukum, administrasi, maupun pelayanan publik, sehingga keberadaannya sangat vital dalam menjamin keadilan dan transparansi.

“Tanpa pengelolaan arsip yang baik, kita akan kesulitan dalam membangun sistem yang transparan dan akuntabel. Arsip adalah fondasi penting dalam perlindungan hak-hak masyarakat,” jelasnya.

Peringatan Hari Arsip Internasional 2026 juga menjadi bagian dari upaya global untuk memperkuat kerja sama antarnegara dalam bidang kearsipan melalui International Council on Archives (ICA). Organisasi ini terus mendorong pengembangan standar internasional, digitalisasi arsip, serta pelestarian dokumen bersejarah yang memiliki nilai universal bagi umat manusia.

Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya arsip terus ditingkatkan melalui berbagai kebijakan dan program pemerintah yang bertujuan memperkuat sistem kearsipan nasional. Hal ini sejalan dengan kebutuhan era digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keamanan dalam pengelolaan informasi.

Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Parmas Bawaslu Lampung Tengah tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap arsip sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, arsip bukan hanya sekadar catatan masa lalu, tetapi juga aset penting yang menentukan arah masa depan.

“Dengan menjaga arsip, kita sedang menjaga sejarah, menjaga transparansi, dan menjaga hak-hak masyarakat. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.

Peringatan Hari Arsip Internasional setiap 9 Juni diharapkan dapat terus menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global tentang arti penting arsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan dokumentasi untuk generasi mendatang.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T