Lompat ke isi utama

Berita

KPU TUBABA GELAR BEDAH BUKU SERI-II, MIDIYAN TEKANKAN PENTINGNYA PEMAHAMAN DAPIL DAN ALOKASI KURSI

r

Ketua KPU Tubaba Midiyan Buka Bedah Buku Seri-II tentang Dapil dan Alokasi Kursi

Lampung Tengah — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Midiyan, S.Sos., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bedah Buku Seri-II dengan tema “Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu, 23 September 2026.

Dalam sambutannya, Midiyan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Bedah Buku Seri-II tersebut. Menurutnya, kegiatan bedah buku menjadi salah satu ruang yang penting untuk memperluas wawasan dan pemahaman mengenai berbagai aspek kepemiluan, khususnya yang berkaitan dengan daerah pemilihan dan alokasi kursi.

Midiyan mengatakan bahwa pembahasan mengenai daerah pemilihan dan alokasi kursi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pemilu. Dapil menjadi salah satu aspek penting dalam proses penyelenggaraan pemilu karena berkaitan dengan pembagian wilayah sebagai basis keterwakilan masyarakat serta penentuan jumlah kursi yang tersedia dalam setiap daerah pemilihan.

“Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai daerah pemilihan dan alokasi kursi. Ini merupakan tema yang sangat penting untuk dipahami bersama, karena berkaitan dengan bagaimana daerah pemilihan dibentuk dan bagaimana alokasi kursi ditentukan,” ujar Midiyan dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki empat daerah pemilihan (dapil). Keberadaan dapil tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemilu di daerah, terutama dalam memberikan gambaran mengenai pembagian wilayah pemilihan serta keterwakilan masyarakat dalam proses demokrasi.

Menurut Midiyan, pemahaman mengenai dapil dan alokasi kursi tidak hanya diperlukan oleh penyelenggara pemilu, tetapi juga penting bagi berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap penyelenggaraan demokrasi. Pemahaman tersebut dapat membantu masyarakat melihat proses pemilu secara lebih utuh, khususnya terkait dengan aspek keterwakilan dan pembagian kursi di lembaga perwakilan.

“Di Kabupaten Tulang Bawang Barat sendiri terdapat empat dapil. Tentunya hal ini menjadi bagian yang menarik untuk kita diskusikan bersama, sehingga kita dapat memahami lebih jauh bagaimana daerah pemilihan dan alokasi kursi tersebut berkaitan dengan proses pemilu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Midiyan berharap kegiatan Bedah Buku Seri-II dapat menjadi forum diskusi yang memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman dari materi yang disampaikan, tetapi juga dapat mengikuti proses diskusi secara aktif dan menyampaikan berbagai pertanyaan maupun pandangan.

Ia juga berharap pembahasan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dapat memperkaya perspektif peserta mengenai dinamika kepemiluan. Terlebih, persoalan daerah pemilihan dan alokasi kursi memiliki dimensi teknis, hukum, politik, serta sosial yang perlu dipahami secara komprehensif.

Dalam kesempatan tersebut, Midiyan menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia hadir dan berbagi pengetahuan dalam kegiatan Bedah Buku Seri-II. Kehadiran narasumber dinilai memberikan nilai tambah terhadap kegiatan karena peserta dapat memperoleh penjelasan dan perspektif dari pihak yang memiliki pengetahuan serta pengalaman di bidang kepemiluan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan melalui ruang Zoom Meeting. Menurutnya, partisipasi peserta menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan, karena diskusi akan berjalan lebih dinamis ketika terdapat interaksi antara narasumber, penyelenggara, dan peserta.

“Terima kasih kepada para narasumber yang telah hadir dan kepada seluruh peserta yang sudah bergabung di ruang Zoom. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua,” kata Midiyan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Bedah Buku Seri-II dapat berlangsung dengan baik dari awal hingga akhir. Selain menjadi sarana untuk membedah isi buku, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpenyelenggara pemilu, akademisi, maupun peserta yang memiliki perhatian terhadap perkembangan demokrasi dan kepemiluan.

Menurut Midiyan, forum diskusi seperti Bedah Buku juga memiliki peran dalam membangun budaya literasi kepemiluan. Dengan membaca dan mendiskusikan berbagai literatur yang berkaitan dengan pemilu, pemahaman terhadap persoalan kepemiluan dapat terus dikembangkan secara lebih objektif dan mendalam.

Tema “Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi” menjadi pembahasan yang relevan karena kedua aspek tersebut berkaitan erat dengan proses penyelenggaraan pemilu dan keterwakilan masyarakat. Melalui diskusi yang terbuka, peserta dapat memperoleh pemahaman mengenai berbagai hal yang menjadi bagian dari pembentukan dan pengaturan daerah pemilihan serta alokasi kursi.

Midiyan juga menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dan keterbukaan dalam membahas berbagai persoalan kepemiluan. Menurutnya, penyelenggaraan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. Meskipun tidak dilaksanakan secara tatap muka, pelaksanaan secara daring tetap diharapkan mampu menghadirkan suasana diskusi yang interaktif, informatif, dan memberikan ruang bagi peserta untuk mengikuti seluruh materi yang disampaikan.

Dalam sambutan pembukaan, Midiyan kemudian secara resmi membuka kegiatan Bedah Buku Seri-II. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengetahuan serta memperluas wawasan mengenai daerah pemilihan dan alokasi kursi.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Bedah Buku Seri-II dengan tema ‘Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi’ secara resmi saya buka. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya.

Pembukaan kegiatan tersebut sekaligus menjadi awal dari rangkaian pembahasan yang diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam kepada peserta mengenai berbagai aspek daerah pemilihan dan alokasi kursi. Diskusi diharapkan berlangsung secara konstruktif dengan mengedepankan pertukaran informasi, pengalaman, dan pengetahuan.

Dengan terselenggaranya Bedah Buku Seri-II ini, KPU Kabupaten Tulang Bawang Barat menunjukkan komitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi dan pemahaman kepemiluan melalui kegiatan edukatif dan diskusi. Forum tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan pemahaman publik mengenai proses demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.

Midiyan kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan membangun diskursus kepemiluan yang berkualitas.

Kegiatan Bedah Buku Seri-II kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi mengenai “Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi”. Para peserta mengikuti kegiatan melalui ruang Zoom Meeting dengan penuh perhatian, serta diharapkan dapat mengambil berbagai pengetahuan dan informasi yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T