Lompat ke isi utama

Berita

NGABUBURIT BERMAKNA, BAWASLU LAMPUNG TENGAH PERKUAT INTEGRITAS PENGAWASAN PEMILU

NGABUBURIT BERMAKNA, BAWASLU LAMPUNG TENGAH PERKUAT INTEGRITAS PENGAWASAN PEMILU

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti Ngabuburit Pengawasan 2026, Teguhkan Integritas dan Keadilan dalam Semangat Ramadan

Lampung Tengah — Dalam rangka mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang bermanfaat dan penuh makna, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah turut mengikuti program Ngabuburit Pengawasan 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai integritas, kejujuran, dan keadilan dalam pengawasan pemilu, khususnya di bulan suci Ramadan.

Ngabuburit yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 17.00 WIB dan disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Kota Bandar Lampung ini mengangkat tema “Menjaga Integritas dan Keadilan dalam Pengawasan.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa ngabuburit tidak sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga dapat dimaknai sebagai momen untuk menambah ilmu, memperdalam nilai kehidupan, serta memperkuat komitmen dalam menegakkan demokrasi yang bermartabat.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Apriliwanda, S.H., hadir sebagai narasumber yang menyampaikan tausiyah inspiratif. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya tentang hari pemungutan suara, melainkan sebuah proses panjang yang dibangun di atas kepercayaan publik. Kepercayaan bahwa setiap suara rakyat dihormati, dijaga, dan dihitung secara adil menjadi fondasi utama dalam sistem demokrasi.

“Sebagai penyelenggara pengawasan pemilu, kita memegang amanah konstitusi untuk menjaga integritas proses penyelenggaraan pemilu. Tugas Bawaslu bukan hanya memastikan tahapan berjalan sesuai aturan, tetapi juga memastikan demokrasi berjalan jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa integritas merupakan pondasi utama dalam setiap langkah pengawasan. Reformasi kelembagaan Bawaslu, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan sistem dan regulasi, tetapi juga menyangkut kualitas integritas dan profesionalitas sumber daya manusia di dalamnya. Netralitas menjadi kewajiban, sementara profesionalisme menjadi standar utama dalam membangun kepercayaan publik.

Apriliwanda juga mengingatkan bahwa di balik setiap aturan dan prosedur, terdapat dimensi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan. Setiap laporan yang disampaikan masyarakat merupakan bentuk harapan akan keadilan. Oleh karena itu, pengawas pemilu dituntut untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak mengkhianati kepercayaan tersebut.

“Setiap pengawasan di lapangan adalah bentuk pengabdian terhadap demokrasi. Ini bukan sekadar angka atau data statistik, tetapi menyangkut rasa keadilan yang dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam perspektif nilai keagamaan, ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 8 yang menegaskan pentingnya menegakkan keadilan tanpa dipengaruhi oleh kebencian, kepentingan, maupun tekanan dari pihak manapun. Keadilan, menurutnya, merupakan nilai yang sangat dekat dengan ketakwaan, sehingga harus menjadi prinsip utama dalam setiap proses pengawasan.

Partisipasi Bawaslu Lampung Tengah dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pengawasan pemilu yang tidak hanya berbasis regulasi, tetapi juga berlandaskan nilai moral dan spiritual. Melalui pendekatan keagamaan yang disampaikan dalam suasana Ramadan, pesan-pesan integritas dan keadilan diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran pengawas maupun masyarakat.

Selain itu, kegiatan Ngabuburit Pengawasan juga menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi. Masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi pengawas partisipatif yang turut menjaga proses pemilu tetap jujur dan adil.

Momentum Ramadan pun dimanfaatkan sebagai waktu terbaik untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan. Ngabuburit tidak lagi sekadar aktivitas menunggu berbuka, tetapi menjadi sarana memperkaya wawasan, memperdalam refleksi diri, serta meneguhkan komitmen dalam menegakkan keadilan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Lampung Tengah berharap dapat terus mendorong terciptanya pengawasan pemilu yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Dengan menjadikan setiap tugas sebagai bagian dari ibadah, nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan diharapkan dapat terus tumbuh dan mengakar dalam setiap proses demokrasi.

Semangat Ramadan yang sarat akan nilai kejujuran dan kepedulian menjadi fondasi penting dalam membangun demokrasi yang lebih baik. Karena pada akhirnya, menjaga integritas dan keadilan dalam pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab kelembagaan, tetapi juga bagian dari pengabdian untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T