Lompat ke isi utama

Berita

NGABUBURIT PENUH MAKNA, BAWASLU LAMPUNG TENGAH DALAMI TATA KELOLA PENGAWASAN PEMILU

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti “Ngabuburit Pengawasan” Bersama Bawaslu Kota Bandar Lampung, Bahas Tata Kelola Kelembagaan Pengawasan Pemilu

Bawaslu Lampung Tengah Ikuti “Ngabuburit Pengawasan” Bersama Bawaslu Kota Bandar Lampung, Bahas Tata Kelola Kelembagaan Pengawasan Pemilu

Lampung Tengah — Dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan, Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah mengikuti kegiatan “Ngabuburit Pengawasan” bersama Bawaslu Kota Bandar Lampung pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 16.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui media sosial resmi Bawaslu Kota Bandar Lampung dan menghadirkan obrolan santai namun sarat makna dengan tema “Tata Kelola Kelembagaan Pengawasan Pemilu.”

Mengusung konsep diskusi ringan menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus refleksi kelembagaan. Meski dikemas santai, substansi pembahasan memberikan insight mendalam tentang bagaimana sistem pengawasan pemilu diatur, bagaimana integritas dijaga, serta mengapa peran publik sangat penting dalam mendukung pengawasan demokrasi.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah yang menghadirkan suasana khidmat dan menenangkan. Momentum spiritual ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas pengawasan.

Kegiatan kemudian dibuka dengan sambutan dari Juwita, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat serta Wakil Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Bandar Lampung. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penguatan tata kelola kelembagaan merupakan kebutuhan mendasar agar fungsi pengawasan berjalan efektif dan dipercaya publik.

Menurutnya, sistem pengawasan pemilu tidak hanya berbicara soal penanganan pelanggaran, tetapi juga mencakup aspek pencegahan, pembinaan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. “Integritas lembaga menjadi kunci utama. Tanpa integritas, sebaik apa pun sistem yang dibangun tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut membahas bagaimana tata kelola kelembagaan pengawasan pemilu dibangun berdasarkan regulasi yang jelas, mekanisme kerja yang terstruktur, serta sistem pengawasan internal yang kuat. Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap peserta pemilu, tetapi juga memastikan seluruh jajaran pengawas bekerja sesuai prinsip profesionalitas, independensi, dan akuntabilitas.

Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dalam kesempatan ini turut berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga konsistensi antara aturan dan praktik di lapangan. Dalam konteks pengawasan, kepercayaan publik menjadi modal utama. Oleh karena itu, transparansi dalam setiap proses kerja serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan masyarakat menjadi bagian dari tata kelola yang sehat.

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam diskusi adalah peran publik dalam pengawasan pemilu. Pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh lembaga formal. Partisipasi masyarakat, baik melalui pelaporan dugaan pelanggaran maupun keterlibatan aktif dalam mengawal tahapan pemilu, menjadi faktor penentu dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Pengawasan partisipatif adalah kekuatan. Masyarakat bukan hanya pemilih, tetapi juga pengawas,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam obrolan sore tersebut.

Menjelang waktu berbuka, kegiatan ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh Apriliwanda, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa tugas pengawasan bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi juga amanah moral. Nilai kejujuran, keikhlasan, dan tanggung jawab harus tertanam dalam setiap langkah pengawasan.

Ia menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat integritas pribadi dan kelembagaan. “Pengawasan pemilu adalah bagian dari ikhtiar menjaga keadilan. Dan keadilan hanya bisa terwujud jika kita semua berpegang pada nilai integritas,” pesannya.

Keikutsertaan Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kapasitas pengawasan, serta membangun sinergi antarlembaga. Melalui forum seperti “Ngabuburit Pengawasan,” diharapkan tercipta ruang diskusi yang produktif, inklusif, dan mampu memperkaya perspektif dalam menjalankan fungsi pengawasan demokrasi.

Dengan semangat Ramadan, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas struktural, melainkan tanggung jawab bersama demi terwujudnya demokrasi yang bersih, jujur, dan berintegritas.

r

 

r

 

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T