NGABUBURIT PENUH MAKNA, BAWASLU LAMPUNG TENGAH PERKUAT NILAI AMANAH DALAM PENGAWASAN PEMILU
|
Lampung Tengah — Dalam rangka mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai edukatif, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah turut berpartisipasi dalam program Ngabuburit Pengawasan 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai pengawasan pemilu yang berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas, khususnya di bulan suci Ramadan.
Ngabuburit yang dilaksanakan pada Selasa, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bawaslu Kota Bandar Lampung ini mengusung tema “Amanah Pengawasan dan Kebenaran dalam Penanganan Pelanggaran.” Tema tersebut mengajak seluruh peserta, baik jajaran pengawas pemilu maupun masyarakat umum, untuk memahami bahwa pengawasan bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah besar yang memiliki dimensi moral dan spiritual.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Oddy Marsa, S.H., M.H, Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung, yang menyampaikan pemaparan komprehensif terkait pentingnya menjaga amanah dalam setiap proses pengawasan, khususnya dalam penanganan pelanggaran pemilu. Ia menegaskan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, aturan hadir bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjaga keadilan dan ketertiban bersama.
“Bawaslu memiliki tanggung jawab besar dalam menerima laporan, menemukan dugaan pelanggaran, mengkaji, serta mengumpulkan data dan informasi untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini bukan hanya pekerjaan administratif, tetapi juga tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan penuh integritas,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai amanah dan kebenaran harus menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengawasan. Dalam perspektif Islam, keadilan merupakan prinsip fundamental yang harus ditegakkan tanpa memandang latar belakang, kepentingan, maupun tekanan dari pihak manapun. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 135 yang menegaskan pentingnya menjadi penegak keadilan, bahkan jika itu menyangkut diri sendiri atau orang terdekat.
Oddy Marsa juga mengingatkan bahwa setiap amanah yang diemban, baik sebagai penyelenggara pemilu maupun sebagai bagian dari masyarakat, akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, integritas, profesionalitas, dan keberanian dalam menegakkan aturan menjadi kunci utama dalam menjaga marwah demokrasi.
Partisipasi Bawaslu Lampung Tengah dalam kegiatan ini menjadi bukti komitmen dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan serta memperkuat nilai-nilai etika dalam pengawasan pemilu. Tidak hanya berfokus pada aspek regulasi, pendekatan berbasis nilai keagamaan seperti ini dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan menyentuh kesadaran moral setiap individu.
Selain itu, kegiatan Ngabuburit Pengawasan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih memahami peran dan fungsi pengawasan pemilu. Masyarakat diajak untuk turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi, salah satunya dengan melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran serta tidak terlibat dalam praktik-praktik yang merusak integritas pemilu, seperti politik uang dan penyebaran informasi yang tidak benar.
Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, kegiatan ini memberikan makna lebih bahwa ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka puasa, tetapi juga momentum untuk memperdalam ilmu, memperkuat nilai, serta meneguhkan komitmen dalam menebar kebaikan. Pengawasan pemilu yang berintegritas pun menjadi bagian dari ibadah, karena bertujuan menjaga keadilan dan kemaslahatan bersama.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Lampung Tengah berharap dapat terus mendorong terciptanya pengawas pemilu yang tidak hanya profesional, tetapi juga berkarakter kuat, berlandaskan nilai amanah, serta mampu menegakkan kebenaran dalam setiap proses penanganan pelanggaran.
Dengan semangat Ramadan, nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas diharapkan dapat terus tumbuh dan mengakar, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga di tengah masyarakat luas. Sehingga, demokrasi yang bersih, adil, dan transparan dapat terwujud secara berkelanjutan di Indonesia.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T