Lompat ke isi utama

Berita

PASKAH 2026, BAWASLU LAMPUNG TENGAH AJAK MASYARAKAT PERKUAT NILAI DAMAI DAN PERSAUDARAAN

Bawaslu Lampung Tengah Sampaikan Ucapan Paskah 2026, Tekankan Nilai Damai Dan Pembaruan Kemanusiaan

Bawaslu Lampung Tengah Sampaikan Ucapan Paskah 2026, Tekankan Nilai Damai Dan Pembaruan Kemanusiaan

Lampung Tengah — Dalam suasana penuh khidmat dan sukacita perayaan Hari Raya Paskah 2026, Bawaslu Lampung Tengah turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan. Paskah yang jatuh pada Minggu, 5 April 2026, menjadi momentum reflektif yang sarat makna spiritual sekaligus sosial.

Ketua Bawaslu Lampung Tengah Yuli Efendi,S.H menyampaikan harapan agar semangat Paskah membawa kedamaian, harapan baru, serta sukacita dalam kehidupan masyarakat.

“Selamat memperingati Hari Paskah 5 April 2026. Semoga hari yang suci ini membawa damai, harapan baru, dan sukacita dalam hidup kita semua. Nilai-nilai kebangkitan Kristus kiranya dapat menginspirasi kita untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.

Paskah sendiri merupakan hari raya penting bagi umat Kristiani untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Tahun ini, perayaan Paskah diawali dengan rangkaian Pekan Suci yang dimulai sejak Kamis Putih pada 2 April 2026, dilanjutkan Jumat Agung pada 3 April 2026, Sabtu Suci pada 4 April 2026, hingga puncaknya pada Minggu Paskah, 5 April 2026.

Secara nasional, berdasarkan keputusan pemerintah melalui SKB 3 Menteri, hari libur yang berkaitan dengan Paskah hanya ditetapkan pada Jumat Agung, 3 April 2026, tanpa adanya cuti bersama tambahan karena Hari Paskah bertepatan dengan akhir pekan.

Tema Paskah 2026 juga menjadi sorotan penting dalam perayaan tahun ini. Persatuan Gereja Indonesia mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” yang berlandaskan ayat 2 Korintus 5:17. Tema tersebut menekankan bahwa kebangkitan Kristus membawa pembaruan menyeluruh, tidak hanya secara pribadi, tetapi juga dalam relasi dengan Tuhan, sesama manusia, dan seluruh ciptaan.

Sementara itu, dalam tradisi Gereja Katolik, refleksi Paskah 2026 juga diarahkan pada dimensi ekologis. Keuskupan Agung Jakarta mengangkat tema “Kepedulian kepada Keutuhan Alam Ciptaan”, yang mengajak umat untuk semakin peduli terhadap lingkungan serta menjalankan pertobatan ekologis demi menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Perbedaan penekanan dalam perayaan Paskah antara gereja Protestan dan Katolik menjadi kekayaan tersendiri dalam kehidupan beragama di Indonesia. Dalam Gereja Katolik, Paskah merupakan puncak dari Tri Hari Suci yang dirayakan secara liturgis dan berurutan, sementara dalam banyak gereja Protestan, fokus utama terletak pada Jumat Agung dan Minggu Paskah, meski beberapa juga mengadakan ibadah Kamis Putih dan Sabtu Suci.

Ketua Bawaslu Lampung Tengah menambahkan bahwa nilai-nilai Paskah seperti pengorbanan, pengampunan, dan pembaruan sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menjaga integritas demokrasi.

“Semangat kebangkitan Kristus hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menegakkan kejujuran, keadilan, dan integritas, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai warga negara,” tambahnya.

Ucapan dan pesan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Bawaslu Lampung Tengah dalam mendukung kerukunan antarumat beragama serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Dengan semangat Paskah 2026, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat terus mempererat persatuan, menjaga harmoni sosial, serta bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik, penuh harapan, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T