PERINGATAN HARI BIPOLAR SEDUNIA 2026, BAWASLU LAMPUNG TENGAH SOROTI PENTINGNYA KESADARAN MENTAL
|
Lampung Tengah —Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bipolar Sedunia (World Bipolar Day) yang jatuh pada 30 Maret 2026. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental, sekaligus mengajak semua pihak untuk membangun empati dan menghapus stigma terhadap penyintas gangguan bipolar.
Pada tahun 2026, Hari Bipolar Sedunia mengangkat tema #BipolarStrong yang menyoroti ketangguhan para penyintas dalam menghadapi berbagai tantangan akibat kondisi tersebut. Tema ini tidak hanya menegaskan kekuatan individu yang hidup dengan bipolar, tetapi juga mendorong terciptanya rasa kebersamaan, dukungan sosial, serta pemberdayaan di tengah masyarakat. Melalui semangat ini, diharapkan stigma negatif yang selama ini melekat dapat perlahan digantikan dengan pemahaman dan kepedulian yang lebih luas.
Tanggal 30 Maret dipilih sebagai Hari Bipolar Sedunia karena bertepatan dengan hari kelahiran Vincent van Gogh, seorang seniman dunia yang secara anumerta didiagnosis kemungkinan mengalami gangguan bipolar. Pemilihan tanggal ini menjadi simbol bahwa individu dengan kondisi kesehatan mental tetap mampu menghasilkan karya luar biasa dan memberikan kontribusi besar bagi peradaban manusia.
Peringatan ini pertama kali dimulai pada tahun 2014 melalui kolaborasi sejumlah organisasi internasional, seperti International Society for Bipolar Disorders, International Bipolar Foundation, dan Asian Network of Bipolar Disorder. Inisiatif tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman global mengenai gangguan bipolar, sekaligus memperkuat dukungan terhadap para penyintas di berbagai belahan dunia.
Secara medis, gangguan bipolar merupakan kondisi pada otak yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, serta tingkat aktivitas secara ekstrem. Kondisi ini berbeda dari perubahan emosi biasa karena dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk dalam hubungan sosial, pekerjaan, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus, individu dengan gangguan bipolar dapat mengalami fase mania (perasaan sangat bersemangat) dan depresi yang berlangsung secara bergantian.
Diperkirakan prevalensi gangguan bipolar secara global berkisar antara 1 hingga 2 persen dari populasi dunia, bahkan dapat mencapai sekitar 5 persen dalam kondisi tertentu. Meskipun pemahaman masyarakat terhadap kesehatan mental mulai meningkat, stigma sosial masih menjadi tantangan besar dalam penanganan gangguan ini. Banyak penyintas menghadapi diskriminasi, kesulitan mendapatkan diagnosis yang tepat, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental yang memadai.
Sejumlah pihak internasional, termasuk World Health Organization, turut mendukung peringatan Hari Bipolar Sedunia sebagai bagian dari upaya global dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas layanan kesehatan mental. Dalam salah satu pernyataannya, perwakilan ISBD, Manuel Sanchez de Carmona, menyebutkan bahwa Hari Bipolar Sedunia merupakan kesempatan penting bagi para penyintas untuk berinteraksi dengan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap gangguan ini.
Dalam konteks tersebut, Bawaslu Lampung Tengah menilai bahwa isu kesehatan mental memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan partisipasi masyarakat, termasuk dalam proses demokrasi. Individu yang memiliki kesehatan mental yang baik cenderung lebih mampu berpartisipasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Oleh karena itu, Bawaslu Lampung Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental, membuka ruang dialog yang inklusif, serta memberikan dukungan kepada para penyintas gangguan bipolar. Upaya ini dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, sekolah, dan komunitas, dengan cara membangun komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.
“Selamat Hari Bipolar Sedunia, 30 Maret 2026. Mari kita bangun empati, hapus stigma, dan dukung para penyintas untuk terus kuat dan berdaya,” demikian pesan yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Lampung Tengah Yuli Efendi,S.H.
Melalui peringatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari kesejahteraan secara menyeluruh. Hari Bipolar Sedunia bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan edukasi, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan suportif bagi semua.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T