PERINGATI HARI PETA 14 FEBRUARI 2026, BAWASLU LAMPUNG TENGAH TEGUHKAN SEMANGAT NASIONALISME DAN INTEGRITAS
|
Lampung Tengah — Dalam rangka memperingati Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA) yang jatuh pada 14 Februari 2026, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia.
Peringatan Hari PETA menjadi momentum bersejarah untuk mengenang peristiwa pemberontakan Batalion PETA di Blitar pada 14 Februari 1945. Perlawanan tersebut dipimpin oleh Shodanco Supriyadi, yang dengan keberanian dan semangat patriotisme bangkit melawan tentara Jepang. Peristiwa heroik ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Secara historis, Pembela Tanah Air (PETA) merupakan pasukan militer yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang pada 3 Oktober 1943. Awalnya, pembentukan PETA dimaksudkan untuk membantu kepentingan militer Jepang dalam menghadapi Sekutu. Namun dalam perkembangannya, banyak anggota PETA yang menyadari kerasnya penindasan dan penderitaan rakyat akibat praktik kerja paksa romusha serta berbagai kebijakan represif lainnya. Kesadaran tersebut kemudian memantik semangat perlawanan dari dalam tubuh PETA sendiri.
Pemberontakan di Blitar menjadi simbol bahwa semangat nasionalisme dan cinta tanah air tidak dapat dipadamkan oleh tekanan maupun intimidasi. Keberanian para anggota PETA menunjukkan bahwa tekad untuk merdeka telah tumbuh kuat di kalangan rakyat Indonesia, bahkan sebelum Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dikumandangkan.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah memandang bahwa peringatan Hari PETA bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi refleksi nilai-nilai perjuangan yang relevan hingga saat ini. Semangat keberanian, integritas, pengorbanan, dan cinta tanah air adalah fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa serta memperkuat demokrasi.
Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus diwujudkan dalam bentuk komitmen menjaga integritas, kejujuran, dan keadilan dalam setiap proses demokrasi. Pengawasan yang profesional dan berintegritas merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kedaulatan rakyat, sebagaimana para pejuang PETA dahulu berjuang menjaga kehormatan dan kemerdekaan bangsa.
Momentum 14 Februari ini juga menjadi pengingat bahwa generasi masa kini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dalam konteks yang berbeda. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui perlawanan fisik terhadap penjajah, maka saat ini perjuangan diwujudkan melalui penguatan karakter kebangsaan, partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani semangat para pejuang PETA. Dengan memahami sejarah, diharapkan tumbuh rasa nasionalisme yang kokoh dan kesadaran akan pentingnya menjaga stabilitas, kedamaian, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui peringatan Hari Pembela Tanah Air Tahun 2026 ini, Bawaslu Lampung Tengah berharap semangat perjuangan para pahlawan senantiasa hidup dalam sanubari setiap anak bangsa. Nilai-nilai pengorbanan dan keberanian hendaknya menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T