RAMADHAN DAN INTEGRITAS DEMOKRASI, BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI KULTUM ISKARDO P. PANGGAR
|
Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lampung Tengah (Bawaslu Lampung Tengah) kembali mengikuti kegiatan Ngabuburit Pengawasan pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang digelar secara daring ini terasa lebih bermakna dengan hadirnya kultum dari Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, yang mengangkat tema “Ramadhan, Integritas, dan Tanggung Jawab Mengawal Demokrasi.”
Melalui kegiatan NgabuburitPengawasan, Bawaslu Provinsi Lampung menghadirkan pendekatan religius yang menyejukkan sekaligus mempertegas bahwa tugas pengawasan pemilu bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada bangsa. Demokrasi yang bermartabat, sebagaimana ditegaskan dalam kultum tersebut, hanya dapat lahir dari pengawasan yang jujur, profesional, dan berintegritas.
Dalam pembukaan kultumnya, Iskardo menyampaikan salam dan ungkapan syukur atas kesempatan dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah ritual atau sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan madrasah kehidupan yang melatih kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ia menekankan bahwa demokrasi pada hakikatnya adalah amanah rakyat yang dititipkan kepada para pemimpin dan penyelenggara negara. Dalam konteks kepemiluan di Indonesia, Bawaslu memegang peran penting untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai prinsip keadilan, transparansi, dan integritas. Namun demikian, ia mengajak seluruh peserta untuk merenungkan bahwa pengawasan sejati bukan hanya tugas lembaga, melainkan kesadaran moral yang lahir dari keyakinan bahwa setiap perbuatan diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Ketika seseorang berpuasa, ia bisa saja makan dan minum tanpa diketahui orang lain, namun ia memilih menahan diri karena yakin Allah Maha Melihat. Inilah esensi integritas—melakukan yang benar meskipun tidak ada yang melihat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tanpa integritas, demokrasi hanya akan menjadi prosedur tanpa makna. Ramadan mengajarkan pengendalian diri, dan nilai ini harus tercermin dalam praktik demokrasi: tidak menyebarkan hoaks, tidak memprovokasi, tidak memecah belah persaudaraan karena perbedaan pilihan politik. Perbedaan adalah keniscayaan, namun persatuan dan ukhuwah kebangsaan harus tetap dijaga.
Iskardo juga menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga demokrasi bukan hanya milik penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dalam perspektif nilai keislaman, amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban bersama. Ketika melihat pelanggaran, masyarakat tidak boleh diam. Ada tanggung jawab moral untuk menjaga keadilan dan mencegah praktik-praktik yang mencederai demokrasi seperti politik uang dan kecurangan.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi: apakah sudah berlaku jujur, adil, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Demokrasi yang sehat, ujarnya, membutuhkan tiga hal utama: kejujuran, keadilan, dan partisipasi aktif masyarakat. Ketiga nilai tersebut sejatinya dilatih secara intensif selama bulan Ramadan.
Partisipasi Bawaslu Lampung Tengah dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk terus memperkuat integritas kelembagaan. Jajaran pimpinan dan staf mengikuti kegiatan dengan khidmat, menyimak setiap pesan moral yang disampaikan sebagai pengingat bahwa tugas pengawasan adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Melalui Ngabuburit Pengawasan kali ini, semangat religiusitas dan profesionalitas berpadu dalam satu ruang refleksi. Bawaslu Lampung Tengah semakin meneguhkan tekad untuk menjalankan tugas pengawasan secara jujur, objektif, dan berintegritas, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Menutup kultumnya, Iskardo berharap agar Ramadan menjadi momentum memperkuat integritas pribadi dan kolektif, sehingga proses pemilu yang dijalankan benar-benar bermartabat dan membawa keberkahan bagi bangsa. Dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang terus dihidupkan, demokrasi Indonesia diharapkan senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T