Lompat ke isi utama

Berita

REFLEKSI 71 TAHUN KONFERENSI ASIA AFRIKA: BAWASLU LAMPUNG TENGAH SERUKAN PERSATUAN DAN PENGUATAN DEMOKRASI

R

Bawaslu Lampung Tengah Gaungkan Semangat Konferensi Asia Afrika ke-71: Meneguhkan Persatuan dan Integritas di Era Global

Peringatan Hari Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-71 pada Sabtu, 18 April 2026, disambut dengan penuh makna oleh berbagai elemen bangsa, termasuk Bawaslu Lampung Tengah. Momentum bersejarah ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan diplomasi internasional, tetapi juga pengingat kuat akan nilai persatuan, kedaulatan, dan solidaritas antarbangsa yang tetap relevan hingga hari ini.

Sejarah mencatat, Konferensi Asia Afrika pertama kali digelar pada 18 April 1955 di Gedung Merdeka, di kota Bandung. Saat itu, sebanyak 29 negara dari kawasan Asia dan Afrika berkumpul dalam satu forum besar untuk menyuarakan kepentingan bersama, khususnya dalam menghadapi kolonialisme, ketimpangan global, serta ancaman konflik dunia. Pertemuan bersejarah tersebut melahirkan Dasasila Bandung—sepuluh prinsip fundamental yang menjadi landasan hubungan internasional berbasis kedaulatan, perdamaian, dan kerja sama.

Konferensi ini diprakarsai oleh lima negara pelopor, yakni Indonesia, India, Pakistan, Myanmar, dan Sri Lanka. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa serta memperkuat solidaritas negara berkembang di tengah dinamika politik global yang penuh tekanan.

Dalam rangka memperingati 71 tahun KAA, Ketua Bawaslu Lampung Tengah Yuli Efendi,S.H menyampaikan pentingnya menjaga semangat persatuan sebagaimana diwariskan oleh para pendiri konferensi tersebut.

“Peringatan Konferensi Asia Afrika bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai persatuan, keadilan, dan kedaulatan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat Dasasila Bandung harus terus kita hidupkan, termasuk dalam menjaga integritas demokrasi dan memperkuat pengawasan pemilu yang berkeadilan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa di tengah tantangan global saat ini—mulai dari konflik geopolitik, krisis ekonomi, hingga disrupsi teknologi—nilai solidaritas antarbangsa menjadi semakin penting. Menurutnya, semangat KAA dapat menjadi inspirasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Lebih lanjut, Bawaslu Lampung Tengah menilai bahwa prinsip-prinsip yang lahir dari KAA juga relevan dalam konteks demokrasi lokal. Penguatan partisipasi masyarakat, penghormatan terhadap perbedaan, serta komitmen terhadap keadilan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari KAA setiap 18 April menjadi pengingat bahwa dunia pernah menyaksikan kekuatan persatuan negara-negara Asia dan Afrika dalam memperjuangkan hak dan kedaulatan. Kini, semangat itu diharapkan terus hidup, tidak hanya dalam hubungan internasional, tetapi juga dalam membangun bangsa yang berintegritas dan berkeadilan.

Dengan usia ke-71 tahun, Konferensi Asia Afrika tetap menjadi simbol harapan bagi dunia—bahwa melalui dialog, solidaritas, dan kerja sama, berbagai tantangan global dapat dihadapi bersama.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T