Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU LAMPUNG TENGAH AJAK PERKUAT EKOSISTEM INFORMASI SEHAT DI MOMENTUM HARI KEBEBASAN PERS SEDUNIA

r

Heru Sando Ucapkan Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Tekankan Peran Pers di Era Digital

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day kembali menjadi momentum penting bagi dunia internasional untuk menegaskan komitmen terhadap kebebasan berekspresi, perlindungan jurnalis, serta penguatan ekosistem informasi yang sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Tahun 2026 ini, peringatan tersebut mengusung tema global “Shaping a Future at Peace” atau “Membentuk Masa Depan yang Damai”, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan prinsip dasar kebebasan pers dan keamanan informasi.

Koordinator Divisi SDMO Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Heru Sando, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026. Ia menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama dalam konteks penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan transparan.

Heru Sando menilai bahwa keberadaan pers yang bebas, independen, dan profesional memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang. Hal ini menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap disertai dengan potensi disinformasi dan manipulasi opini publik.

Tema global yang diusung oleh UNESCO pada tahun ini lahir dari refleksi mendalam terhadap kondisi kebebasan pers dunia yang mengalami tekanan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tema “Shaping a Future at Peace” dipilih sebagai seruan global untuk memperkuat kembali komitmen terhadap kebebasan berekspresi di tengah tantangan era digital.

UNESCO dalam berbagai laporannya menyoroti bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), media sosial, dan sistem algoritma informasi telah membawa dampak ganda bagi dunia pers. Di satu sisi, teknologi membuka akses informasi yang lebih luas, mempercepat distribusi berita, serta meningkatkan partisipasi publik dalam ruang demokrasi. Namun di sisi lain, teknologi juga menghadirkan tantangan serius berupa penyebaran disinformasi, manipulasi konten digital, hingga fenomena deepfake yang semakin sulit dideteksi.

Heru Sando menekankan bahwa kondisi tersebut menuntut semua pihak untuk lebih waspada dan adaptif dalam menghadapi perubahan lanskap informasi global. Menurutnya, literasi digital masyarakat harus terus ditingkatkan agar publik mampu memilah informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu, media massa, dan masyarakat sipil dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat. Dalam konteks tugas pengawasan pemilu, peran pers menjadi sangat penting sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi yang akurat serta mengedukasi publik mengenai proses demokrasi.

Lebih lanjut, UNESCO menegaskan bahwa kebebasan pers bukan hanya hak bagi jurnalis, tetapi juga hak fundamental masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. Tanpa kebebasan pers yang terjamin, ruang publik berisiko dipenuhi oleh kebingungan informasi, propaganda, dan polarisasi sosial yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat.

Dalam konteks inilah, tema “Shaping a Future at Peace” menjadi sangat relevan sebagai ajakan global untuk membangun masa depan yang damai melalui penguatan integritas informasi. Perdamaian, menurut UNESCO, tidak dapat terwujud jika ruang publik dipenuhi oleh disinformasi dan manipulasi yang merusak kepercayaan publik.

Heru Sando juga menegaskan bahwa kebebasan pers harus selalu diimbangi dengan tanggung jawab moral dan etika jurnalistik. Ia mengingatkan bahwa di era digital, kecepatan penyebaran informasi harus tetap diiringi dengan ketelitian dan verifikasi agar tidak menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

Menurutnya, pers yang sehat adalah pers yang mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab, serta tetap berpegang pada prinsip kebenaran dan kepentingan publik. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama dalam momentum-momentum krusial seperti pemilu.

Menutup pernyataannya, Heru Sando menegaskan bahwa masa depan yang damai hanya dapat dibangun jika ekosistem informasi dijaga dengan baik. Ia berharap peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 dapat menjadi pengingat bersama bahwa kebebasan pers, literasi digital, dan tanggung jawab informasi merupakan tiga hal yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun demokrasi yang kuat dan berkelanjutan.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T