Lompat ke isi utama

Berita

HARI KESADARAN EPILEPSI 2026, BAWASLU LAMPUNG TENGAH TEKANKAN PENTINGNYA EDUKASI DAN DUKUNGAN BAGI PENYANDANG

r

Bawaslu Lampung Tengah Gaungkan Semangat Purple Day 2026 untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan

Lampung Tengah — Keluarga besar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kesadaran Epilepsi yang jatuh pada 26 Maret 2026. Peringatan yang juga dikenal sebagai Purple Day atau Hari Ungu ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Epilepsi, sekaligus menghapus stigma dan rasa takut yang masih sering melekat pada penyandangnya.

Dalam keterangannya, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan bahwa Hari Kesadaran Epilepsi bukan sekadar peringatan simbolis, tetapi juga ajakan nyata kepada seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli, inklusif, dan terbuka terhadap isu kesehatan, khususnya gangguan neurologis yang kerap disalahpahami. Epilepsi sendiri merupakan kondisi yang disebabkan oleh gangguan aktivitas listrik di otak yang dapat memicu kejang dengan berbagai bentuk dan tingkat keparahan.

“Melalui peringatan ini, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi kesehatan, memahami bahwa epilepsi bukanlah penyakit menular, serta memberikan dukungan moral kepada para penyandangnya agar dapat hidup secara layak dan bermartabat,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat solidaritas dan kemanusiaan.

Hari Kesadaran Epilepsi memiliki sejarah yang kuat dan inspiratif. Peringatan ini diinisiasi oleh seorang penyandang epilepsi muda asal Kanada, Cassidy Megan, dari Nova Scotia. Ia pertama kali menggagas peringatan ini pada 26 Maret 2008 sebagai wadah global bagi masyarakat untuk belajar, terlibat, dan mendukung edukasi publik tentang epilepsi. Inisiatif tersebut kemudian berkembang pesat dan mendapat dukungan luas dari berbagai organisasi internasional.

Pada tahun 2009, gerakan ini semakin diperkuat melalui kolaborasi antara Yayasan Anita Kaufmann dan Asosiasi Epilepsi Nova Scotia yang secara resmi meluncurkan Purple Day. Sejak saat itu, Hari Ungu menjadi simbol solidaritas global dalam meningkatkan kesadaran, mengedukasi masyarakat, serta melawan berbagai mitos yang kerap menyelimuti epilepsi.

Bawaslu Lampung Tengah memandang bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan ini selaras dengan semangat keadilan sosial dan kemanusiaan yang juga menjadi bagian dari tugas lembaga. Kesadaran akan pentingnya empati dan kesetaraan menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang inklusif, di mana setiap individu memiliki hak yang sama untuk dihargai tanpa diskriminasi.

Lebih lanjut, Bawaslu Lampung Tengah juga mengajak seluruh pihak, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah bagi penyandang epilepsi. Edukasi yang tepat diharapkan dapat menghilangkan kesalahpahaman, seperti anggapan bahwa epilepsi berkaitan dengan hal mistis atau kutukan, yang masih ditemukan di sejumlah kalangan.

Momentum Hari Kesadaran Epilepsi ini juga diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa dukungan sederhana, seperti memahami cara penanganan saat seseorang mengalami kejang, dapat memberikan dampak besar dalam menyelamatkan dan melindungi sesama.

Dengan semangat Hari Ungu, Bawaslu Lampung Tengah berharap masyarakat semakin sadar bahwa epilepsi adalah kondisi medis yang dapat dikelola dengan baik melalui pengobatan dan dukungan lingkungan. Kepedulian bersama menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan penuh empati bagi semua.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T