Lompat ke isi utama

Berita

HARI WAFEL INTERNASIONAL JADI REFLEKSI BUDAYA, BAWASLU LAMPUNG TENGAH AJAK JAGA KEBERSAMAAN

r

Bawaslu Lampung Tengah Ucapkan Selamat Hari Wafel Internasional, Angkat Nilai Sejarah dan Budaya Kuliner Dunia

Lampung Tengah — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Wafel Internasional yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 25 Maret. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan kuliner semata, tetapi juga sarana untuk mengenal sejarah, budaya, serta perjalanan panjang salah satu hidangan yang telah mendunia.

Peringatan Hari Wafel Internasional dapat menjadi pengingat bahwa hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti makanan, juga memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Wafel, yang kini dikenal sebagai sajian lezat dengan berbagai topping, ternyata memiliki kisah unik yang berakar dari tradisi masyarakat Eropa, khususnya Swedia.

Berdasarkan informasi dari laman National Today, Hari Wafel Internasional pada awalnya diperingati di Swedia dengan sebutan Våffeldagen. Menariknya, perayaan ini lahir dari kesalahan pengucapan yang kemudian menjadi tradisi. Kata “Våffeldagen” terdengar sangat mirip dengan “Vårfrudagen” yang berarti Hari Bunda Maria. Karena kemiripan tersebut, masyarakat Swedia kemudian membiasakan diri merayakan Hari Bunda Maria dengan menyajikan wafel, hingga akhirnya tradisi ini berkembang menjadi perayaan tersendiri yang kini dikenal secara global.

Sejarah mencatat bahwa wafel mulai dikenal di Swedia sekitar awal tahun 1600-an. Seiring berjalannya waktu, makanan ini dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya dan menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat. Wafel sering disajikan dengan selai, buah-buahan, hingga krim, menjadikannya sebagai makanan yang fleksibel untuk dinikmati kapan saja, baik sebagai sarapan, camilan, maupun hidangan penutup.

Perkembangan wafel terus mengalami inovasi dari masa ke masa. Pada tahun 1700-an, wafel mulai memiliki cita rasa yang lebih manis seiring dengan penambahan mentega dan gula dalam resepnya. Transformasi ini menjadikan wafel semakin digemari oleh berbagai kalangan. Kemudian, pada tahun 1839, lahirlah variasi wafel Belgia yang memiliki tekstur lebih tebal dibandingkan wafel pada umumnya. Wafel Belgia dikenal lebih mengenyangkan dan biasanya disajikan dengan tambahan topping yang lebih beragam, seperti krim dan selai dalam jumlah lebih banyak.

Keberagaman jenis dan penyajian wafel mencerminkan kekayaan budaya serta kreativitas manusia dalam mengolah makanan. Dari tradisi sederhana di Swedia hingga menjadi fenomena kuliner global, wafel menjadi simbol bagaimana budaya dapat berkembang dan diterima lintas negara.

Melalui peringatan ini, Bawaslu Lampung Tengah berharap masyarakat dapat mengambil makna bahwa setiap tradisi, sekecil apa pun, memiliki cerita dan nilai yang patut dihargai. Selain itu, momentum ini juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan di tengah masyarakat melalui hal-hal sederhana yang membawa kebahagiaan, seperti berbagi hidangan dengan keluarga dan orang terdekat.

Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, Bawaslu Lampung Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk turut merayakan Hari Wafel Internasional dengan penuh suka cita, sembari terus menjaga nilai-nilai persatuan, toleransi, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T