MOMENTUM HARI KELUARGA INTERNASIONAL 15 MEI 2026, HARMONO AJAK PERKUAT KETAHANAN KELUARGA
|
Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Bawaslu Lampung Tengah, Harmono, menyampaikan ucapan Selamat Hari Keluarga Internasional yang diperingati setiap tanggal 15 Mei. Peringatan tahun 2026 ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga dan masa depan anak-anak di tengah tantangan sosial serta ekonomi yang terus berkembang.
Harmono menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, sehat, dan berintegritas. Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama bagi anak-anak untuk mengenal nilai kasih sayang, tanggung jawab, pendidikan moral, serta pembentukan karakter yang akan menentukan masa depan mereka.
“Selamat Hari Keluarga Internasional 15 Mei 2026. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan memperkuat kesejahteraan anak demi terciptanya generasi masa depan yang lebih baik,” ujar Harmono.
Peringatan Hari Keluarga Internasional tahun ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan momentum cuti bersama di Indonesia. Kesempatan tersebut dinilai menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, mempererat hubungan emosional antaranggota keluarga, serta membangun komunikasi yang lebih hangat di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat tema “Families, Inequalities and Child Wellbeing” atau “Keluarga, Ketimpangan, dan Kesejahteraan Anak”. Tema tersebut menyoroti berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup keluarga serta tumbuh kembang anak-anak di berbagai belahan dunia.
Harmono menilai bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Banyak keluarga masih menghadapi tantangan berat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mulai dari ketidakamanan pendapatan, minimnya dukungan pengasuhan, hingga akses yang belum merata terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
“Banyak keluarga saat ini masih menghadapi tantangan berat, mulai dari ketidakamanan pendapatan, dukungan pengasuhan yang minim, hingga akses yang tidak merata terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Jika dibiarkan, ketidakstabilan ini akan berdampak jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik anak-anak kita,” kata Harmono.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh perhatian agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, serta memiliki karakter yang kuat. Oleh sebab itu, perhatian terhadap kesejahteraan keluarga harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kesejahteraan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas pengasuhan, pendidikan yang layak, perlindungan sosial, kesehatan mental, serta kesempatan yang sama untuk berkembang. Ketika keluarga berada dalam kondisi tidak stabil, maka anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Selain itu, Harmono juga menekankan pentingnya membangun solidaritas sosial dan kepedulian terhadap keluarga yang masih hidup dalam keterbatasan. Menurutnya, ketimpangan sosial yang terus terjadi harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan terhadap kehidupan generasi masa depan.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital saat ini, keluarga juga memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif dari lingkungan sosial maupun media digital. Kehadiran orang tua dalam memberikan perhatian, pendidikan, dan komunikasi yang baik dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga kesehatan emosional dan mental anak.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Dari keluargalah lahir nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Karena itu, memperkuat ketahanan keluarga berarti juga memperkuat masa depan bangsa,” tambahnya.
Momentum Hari Keluarga Internasional 2026 juga menjadi pengingat bahwa dibutuhkan dukungan nyata melalui kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan keluarga dan anak-anak. Pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan yang berkualitas, perlindungan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi langkah penting dalam menghapus kesenjangan sosial.
Melalui peringatan Hari Keluarga Internasional tahun ini, Harmono berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan anak, serta membangun lingkungan sosial yang lebih adil dan inklusif.
Dengan keluarga yang kuat dan harmonis, diharapkan akan lahir generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berkeadaban.
Selamat Hari Keluarga Internasional 15 Mei 2026. Mari bersama memperkuat kesejahteraan anak, menghapus ketimpangan sosial, dan membangun keluarga yang bahagia demi masa depan generasi yang lebih cerah.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T