Lompat ke isi utama

Berita

WAHID TEDI KRISTIANDI UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1448 H, MOMENTUM MEMPERKUAT INTEGRITAS DAN MENJUNJUNG NILAI KEADILAN

r

Wahid Tedi Kristiandi Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H, Momentum Memperkuat Integritas dan Meneladani Semangat Hijrah Rasulullah SAW

Lampung Tengah – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi, menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Lampung Tengah. Momentum pergantian tahun dalam kalender Hijriah tersebut diharapkan menjadi sarana refleksi diri, penguatan nilai-nilai keislaman, serta dorongan untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Tahun Baru Islam yang diperingati setiap tanggal 1 Muharram merupakan salah satu peristiwa penting dalam kalender umat Islam. Peringatan ini tidak hanya menandai pergantian tahun, tetapi juga mengingatkan umat Muslim pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Perjalanan hijrah tersebut menjadi tonggak sejarah yang penuh makna dan mengandung berbagai pelajaran berharga tentang keimanan, keteguhan prinsip, pengorbanan, serta semangat membangun peradaban yang lebih baik.

Wahid Tedi Kristiandi menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam hendaknya dimaknai lebih dari sekadar pergantian angka tahun. Menurutnya, momentum 1 Muharram merupakan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi terhadap berbagai hal yang telah dilakukan selama setahun terakhir, sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan untuk menghadapi masa depan.

“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga tahun yang baru ini membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas diri, dan menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Wahid Tedi Kristiandi.

Ia menjelaskan bahwa makna hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga sebagai proses transformasi diri menuju kondisi yang lebih baik. Semangat hijrah dapat diwujudkan melalui perubahan sikap, peningkatan kualitas akhlak, serta komitmen untuk meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan menggantinya dengan perilaku yang lebih bermanfaat.

Menurut Wahid, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa hijrah sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang terus berkembang, setiap individu dituntut untuk memiliki kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip moral dan etika yang menjadi pedoman kehidupan.

Sebagai Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Wahid Tedi Kristiandi menilai bahwa semangat hijrah juga dapat menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan. Nilai kejujuran, keadilan, profesionalitas, dan integritas yang terkandung dalam ajaran Islam harus senantiasa menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Hijrah mengajarkan pentingnya komitmen terhadap kebenaran dan keadilan. Nilai-nilai tersebut harus terus kita pegang dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai penyelenggara pengawasan pemilu. Dengan menjunjung tinggi integritas, kita dapat membangun kepercayaan publik dan memberikan kontribusi positif bagi demokrasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan. Menurutnya, kehidupan yang harmonis hanya dapat terwujud apabila setiap individu memiliki kesadaran untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta mengedepankan semangat kebersamaan.

Wahid juga menekankan pentingnya memperkuat kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat. Semangat hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan antarsesama manusia. Oleh karena itu, momentum Tahun Baru Islam dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan solidaritas, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan budaya saling membantu dalam kebaikan.

Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang tinggi, berbagai persoalan dapat dihadapi secara lebih baik demi mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.

Selain itu, Wahid Tedi Kristiandi mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tahun Baru Islam, menurutnya, merupakan momentum yang tepat untuk memperbarui niat, memperkuat ketakwaan, dan meningkatkan amal kebaikan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

“Setiap pergantian tahun adalah pengingat bahwa waktu terus berjalan. Karena itu, mari kita manfaatkan kesempatan yang diberikan Allah SWT dengan memperbanyak amal saleh, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari,” katanya.

Ia berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat membawa semangat baru bagi seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, serta memperkuat karakter bangsa yang berlandaskan moral dan etika.

Menutup pesannya, Wahid Tedi Kristiandi kembali menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam. Ia berharap momentum 1 Muharram dapat menjadi awal yang baik untuk memperkuat komitmen dalam melakukan perubahan positif serta meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat integritas, menjunjung tinggi keadilan, serta menebarkan manfaat bagi sesama demi terwujudnya masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T