Lompat ke isi utama

Berita

APRESIASI HARMONO UNTUK NASYIATUL AISYIYAH DI MILAD KE-95: KONSISTEN LAHIRKAN SRIKANDI PENJAGA PERADABAN

r

Harmono  Apresiasi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: “Srikandi Penjaga Peradaban”

Momentum peringatan Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah yang jatuh pada 16 Mei 2026 menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah semangat peringatan tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Humas, dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) dari Bawaslu Lampung Tengah, Harmono, menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi mendalam atas kiprah organisasi perempuan muda Muhammadiyah tersebut.

Harmono menegaskan bahwa perjalanan panjang Nasyiatul Aisyiyah selama 95 tahun merupakan bukti nyata konsistensi organisasi dalam membina generasi perempuan yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, intelektual, dan kebangsaan yang kuat. Ia menyebut Nasyiatul Aisyiyah sebagai salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter generasi muda perempuan Indonesia.

“Selamat Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah. Semoga terus menjadi ‘Srikandi Penjaga Peradaban’ yang konsisten melahirkan perempuan muda berdaya, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujar Harmono.

Hal tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bentuk seremonial, tetapi juga sebagai refleksi atas peran strategis organisasi perempuan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, pendidikan politik, serta kesadaran partisipasi publik di tengah masyarakat. Menurut Harmono, keberadaan organisasi seperti Nasyiatul Aisyiyah memiliki relevansi yang kuat dengan upaya penguatan literasi demokrasi, khususnya di kalangan perempuan muda.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan organisasi masyarakat seperti Nasyiatul Aisyiyah menjadi penting dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat. Dalam konteks tugas Badan Pengawas Pemilihan Umum di daerah, keterlibatan masyarakat, termasuk perempuan muda, merupakan salah satu kunci dalam memperkuat pencegahan pelanggaran serta meningkatkan partisipasi pemilih yang berkualitas.

Harmono juga menyoroti bahwa tema “Srikandi Penjaga Peradaban” sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, di mana perempuan muda dihadapkan pada dinamika sosial, teknologi, dan informasi yang sangat cepat. Ia menilai bahwa peran perempuan tidak lagi terbatas pada ruang domestik, tetapi telah meluas ke ruang publik, termasuk dalam bidang pendidikan, sosial, politik, dan kebudayaan.

“Nasyiatul Aisyiyah telah menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun peradaban, khususnya melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan perempuan. Ini adalah modal sosial yang sangat penting bagi bangsa,” tambahnya.

Peringatan Milad ke-95 ini juga dipandang sebagai momentum evaluasi perjalanan organisasi dalam menjawab tantangan zaman. Harmono berharap Nasyiatul Aisyiyah terus memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda, termasuk dalam isu literasi digital, pencegahan hoaks, serta penguatan karakter kebangsaan.

Di Lampung Tengah, pesan-pesan yang disampaikan oleh tokoh pengawas pemilu ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan peradaban bangsa.

Dengan semangat Milad ke-95, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan terus melangkah sebagai organisasi perempuan muda yang adaptif, progresif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Ucapan selamat dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran Bawaslu Lampung Tengah, menjadi penegas bahwa kontribusi organisasi ini telah dirasakan luas dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T