Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU LAMPUNG TENGAH IKUTI KICK OFF PENDIDIKAN PENGAWAS PARTISIPATIF (P2P) 2026 DI KABUPATEN TANGERANG

r

Kick Off P2P 2026, Bawaslu Lampung Tengah Dukung Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah turut serta mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Tangerang pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan program pendidikan pengawasan partisipatif yang bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya proses demokrasi, khususnya pada tahapan pemilu yang akan datang.

Kegiatan berlangsung secara khidmat dan tertib, diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC) yang memandu seluruh rangkaian kegiatan. Suasana acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan dan makna spiritual dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Momentum ini menjadi simbol bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berbicara tentang aspek teknis dan regulasi, tetapi juga nilai moral, etika, dan integritas dalam menjaga demokrasi.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Ali Faisal. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan pengawas partisipatif sebagai salah satu instrumen strategis dalam memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu. Menurutnya, pengawasan tidak dapat hanya mengandalkan lembaga formal, tetapi membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat agar proses demokrasi dapat berjalan jujur, adil, dan berintegritas.

Ali Faisal juga menyampaikan bahwa program P2P menjadi wadah penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan relawan pengawas yang memiliki pemahaman kuat terhadap aturan kepemiluan serta mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Kick Off P2P 2026 yang dinilai sangat penting dalam memperkuat kualitas demokrasi di tingkat daerah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu merupakan bentuk nyata dari partisipasi publik dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan politik dan penguatan demokrasi, termasuk program pengawasan partisipatif. Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Bawaslu, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pemilu yang damai, jujur, dan berkualitas.

Puncak acara ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenti. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam sistem pengawasan pemilu di Indonesia. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara aktif akan memperkuat daya jangkau pengawasan serta meningkatkan kualitas demokrasi secara keseluruhan.

Lolly Suhenti juga menyampaikan bahwa pendidikan pengawas partisipatif bukan hanya sekadar program formal, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun kesadaran politik masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen dalam menjaga integritas pemilu serta melawan berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak proses demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Lampung Tengah yang turut hadir dalam kegiatan ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan program pengawasan partisipatif secara nasional. Kehadiran Bawaslu Lampung Tengah menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pengawasan serta memperkuat kapasitas kelembagaan dalam mengimplementasikan pengawasan berbasis partisipasi masyarakat di daerah.

Melalui kegiatan Kick Off P2P 2026 ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu, termasuk di tingkat kabupaten/kota, dapat semakin memperkuat strategi pengawasan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Program ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran publik bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Bawaslu Lampung Tengah menilai bahwa pengawasan partisipatif merupakan pendekatan yang sangat efektif dalam mencegah pelanggaran pemilu sejak dini. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan setiap potensi pelanggaran dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani secara cepat dan tepat.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi antar Bawaslu di berbagai daerah dalam rangka menyukseskan agenda pengawasan pemilu 2026. Semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga ke tingkat akar rumput masyarakat.

Dengan terselenggaranya Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memperkuat demokrasi yang berintegritas, partisipatif, dan berkeadilan di Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam membangun pengawasan pemilu yang lebih inklusif dan berbasis keterlibatan masyarakat secara luas.

r

 

r

 

r

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T