BAWASLU LAMPUNG TENGAH UCAPKAN SELAMAT MEMPERINGATI HARI BUKU NASIONAL 17 MEI 2026, AJAK MASYARAKAT PERKUAT LITERASI UNTUK DEMOKRASI YANG LEBIH BERKUALITAS
|
Lampung Tengah — Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei 2026, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya dalam konteks pendidikan politik dan pengawasan partisipatif.
Peringatan Hari Buku Nasional setiap 17 Mei memiliki makna historis yang penting bagi dunia literasi Indonesia. Tanggal tersebut merujuk pada pencanangan berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980, sebuah tonggak penting dalam pengelolaan pengetahuan dan pengembangan sumber daya bacaan di Indonesia. Lembaga ini kemudian menjadi simbol utama dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, informasi, serta dokumentasi kebudayaan bangsa.
Dua puluh dua tahun setelah momentum tersebut, tepatnya pada 2002, Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Abdul Malik Fadjar, menggagas peringatan Hari Buku Nasional. Gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya budaya membaca di kalangan masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi dorongan moral untuk menghidupkan kembali semangat literasi sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa. Sejak saat itu, setiap 17 Mei tidak hanya dimaknai sebagai hari berdirinya Perpustakaan Nasional, tetapi juga sebagai pengingat bahwa buku dan literasi merupakan fondasi penting dalam kemajuan peradaban.
Momentum Hari Buku Nasional bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan juga refleksi atas pentingnya akses informasi yang akurat, pendidikan yang berkelanjutan, serta budaya membaca yang kuat di tengah masyarakat demokratis.
Literasi memiliki keterkaitan erat dengan kualitas demokrasi. Masyarakat yang memiliki tingkat literasi yang baik akan lebih mampu memahami informasi secara kritis, tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, serta lebih aktif dalam mengawasi proses demokrasi, termasuk penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.
Buku dan literasi adalah fondasi penting dalam membangun kesadaran publik. Dalam konteks pengawasan pemilu, masyarakat yang melek informasi akan lebih kuat dalam menjaga integritas demokrasi.
Lebih lanjut, Bawaslu Lampung Tengah juga menekankan pentingnya literasi digital di era keterbukaan informasi saat ini. Perkembangan teknologi dan media sosial dinilai membawa tantangan baru, terutama terkait maraknya disinformasi, ujaran kebencian, dan manipulasi opini publik yang dapat memengaruhi proses demokrasi.
Oleh karena itu, penguatan literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memilah informasi, memahami konteks, serta menggunakan media secara bijak. Bawaslu menilai bahwa literasi digital menjadi salah satu benteng utama dalam menjaga kualitas ruang publik yang sehat dan demokratis.
Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional 2026 ini, Bawaslu Lampung Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan komunitas literasi untuk terus meningkatkan minat baca serta memperluas akses terhadap sumber-sumber pengetahuan.
Selain itu, lembaga tersebut juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan perpustakaan dalam menghidupkan kembali budaya membaca melalui berbagai program edukatif, seperti pojok baca, diskusi publik, serta kegiatan literasi berbasis komunitas.
Peringatan Hari Buku Nasional di Lampung Tengah tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa pembangunan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang literat, kritis, dan berintegritas.
Dengan semangat tersebut, Bawaslu Lampung Tengah menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir tidak hanya sebagai lembaga pengawas pemilu, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan politik yang mendorong masyarakat semakin cerdas, kritis, dan partisipatif dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T