HARMONO UCAPKAN SELAMAT HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2026, AJAK MASYARAKAT LESTARIKAN LINGKUNGAN
|
Lampung Tengah, 5 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, Koordinator Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat (Humas), dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat serta mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui berbagai aksi nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan salah satu kampanye lingkungan terbesar di dunia yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Environment Programme (UNEP). Momentum tahunan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang terus berkembang.
Dalam pesannya, Harmono menegaskan bahwa pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, seperti perubahan iklim, pencemaran, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga meningkatnya risiko bencana alam, menjadi alasan kuat untuk terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum yang sangat penting untuk mengingatkan kita semua bahwa bumi adalah warisan yang harus dijaga bersama. Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi merupakan kewajiban seluruh masyarakat demi menjaga keberlangsungan kehidupan generasi mendatang," ujar Harmono.
Ia menjelaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1974 dengan mengusung tema "Only One Earth" atau "Hanya Satu Bumi". Tema tersebut mengandung pesan mendalam bahwa manusia hanya memiliki satu bumi sebagai tempat tinggal sehingga harus dijaga dan dilestarikan secara bersama-sama.
Seiring berjalannya waktu, tema yang diangkat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia terus berkembang menyesuaikan dengan tantangan lingkungan yang dihadapi dunia. Berbagai isu global seperti perubahan iklim, polusi, deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga pengelolaan limbah menjadi perhatian utama masyarakat internasional dalam upaya menjaga keberlanjutan bumi.
Pada tahun 2026, UNEP mengangkat tema "Climate Action" atau "Aksi Iklim" sebagai fokus utama peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tema ini merupakan seruan global terhadap urgensi tindakan nyata dan kerja sama lintas sektor dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin terasa di berbagai belahan dunia.
Menurut Harmono, tema tersebut mengingatkan bahwa perubahan iklim bukan lagi persoalan masa depan, melainkan tantangan nyata yang sudah dirasakan saat ini. Cuaca yang semakin tidak menentu, meningkatnya suhu bumi, banjir, kekeringan, serta berbagai bencana alam lainnya menjadi bukti bahwa aksi iklim harus segera dilakukan secara bersama-sama.
"Melalui tema Climate Action, kita diajak untuk tidak hanya peduli, tetapi juga bertindak. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat akan memberikan dampak besar bagi lingkungan. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, menghemat energi, hingga mengelola sampah dengan baik merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan setiap orang," jelasnya.
Sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Partisipasi Masyarakat, Harmono juga menilai bahwa kesadaran lingkungan perlu dibangun melalui edukasi dan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa budaya peduli lingkungan harus terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Pendidikan lingkungan yang baik akan melahirkan generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga alam serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari.
Lebih lanjut, Harmono mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Tengah untuk menjadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga bumi. Menurutnya, setiap individu memiliki peran penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Pelestarian lingkungan tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan bahan yang mencemari lingkungan, menjaga kebersihan sungai dan saluran air, serta mendukung program penghijauan sudah menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga bumi," katanya.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Lingkungan yang sehat merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Di akhir pesannya, Harmono menyampaikan ucapan Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Lampung Tengah. Ia berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
"Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2026. Mari bersama-sama mengambil bagian dalam menjaga bumi yang kita cintai. Lestarikan lingkungan hari ini, demi kehidupan esok hari yang lebih baik. Dengan kepedulian dan aksi nyata, kita dapat mewujudkan masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," tutup Harmono.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan tindakan nyata dalam menghadapi perubahan iklim serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan berharga bagi generasi masa depan.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T