MILAD KE-95 NASYIATUL AISYIYAH, BAWASLU LAMPUNG TENGAH SOROTI PERAN STRATEGIS SRIKANDI PENJAGA PERADABAN
|
Bawaslu Lampung Tengah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah yang diperingati pada 16 Mei 2026. Momentum bersejarah ini menjadi refleksi panjang perjalanan organisasi perempuan muda Muhammadiyah tersebut dalam menjaga eksistensi, memperkuat kapasitas perempuan, serta terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan peradaban.
Mengusung tema “Srikandi Penjaga Peradaban”, Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah dinilai bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali peran strategis perempuan muda dalam menjaga moralitas bangsa, memperkuat ketahanan keluarga, serta menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
Selama 95 tahun perjalanan pengabdiannya, Nasyiatul Aisyiyah telah menunjukkan konsistensi sebagai organisasi perempuan muda berkemajuan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Selamat Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah. Semoga terus menjadi organisasi yang melahirkan perempuan-perempuan tangguh, berintegritas, cerdas, dan mampu menjadi pelopor perubahan sosial di tengah masyarakat. Tema ‘Srikandi Penjaga Peradaban’ sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
Nasyiatul Aisyiyah atau yang akrab dikenal dengan sebutan Nasyiah berdiri pada 16 Mei 1931 di Yogyakarta. Sejak awal berdirinya, organisasi ini mengemban mandat historis untuk memperkuat kualitas perempuan melalui gerakan dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid. Dalam perjalanannya, Nasyiah tumbuh menjadi organisasi perempuan muda yang aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga literasi digital.
Kiprah panjang Nasyiah menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun peradaban. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, perempuan muda dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dan spiritual.
Tema “Srikandi Penjaga Peradaban” dinilai memiliki makna mendalam. Sosok srikandi menggambarkan perempuan tangguh yang tidak hanya hadir sebagai pelengkap dalam kehidupan sosial, tetapi juga menjadi penjaga nilai, penggerak perubahan, dan benteng moral bangsa. Dalam konteks kekinian, peran tersebut semakin penting ketika masyarakat menghadapi tantangan berupa krisis etika, penyebaran hoaks, polarisasi sosial, hingga ancaman degradasi moral di ruang digital.
Kader-kader Nasyiatul Aisyiyah memiliki potensi besar untuk menjadi agen edukasi dan penggerak literasi digital yang sehat di tengah masyarakat. Kehadiran perempuan muda yang aktif, kritis, dan bijak dalam menggunakan media sosial dinilai mampu membantu menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.
Selain itu, peran perempuan dalam memperkuat institusi keluarga juga menjadi perhatian penting. Keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter generasi bangsa. Karena itu, perempuan sebagai madrasah pertama bagi anak-anak memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai kejujuran, toleransi, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan sejak dini.
Bawaslu Lampung Tengah juga berharap sinergi antara lembaga negara, organisasi masyarakat, dan komunitas perempuan dapat terus diperkuat demi menciptakan kehidupan demokrasi yang sehat, damai, dan berintegritas. Organisasi seperti Nasyiatul Aisyiyah dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai kebangsaan.
Di usia yang ke-95 tahun, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan terus menjadi ruang pembinaan perempuan muda yang progresif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Semangat tajdid atau pembaruan yang menjadi ruh gerakan Nasyiah diyakini akan terus melahirkan kader-kader perempuan yang tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga kuat dalam moralitas dan kepedulian sosial.
Perjalanan hampir satu abad ini menjadi bukti bahwa Nasyiatul Aisyiyah bukan hanya organisasi perempuan biasa, tetapi bagian penting dari gerakan sosial dan dakwah yang telah memberikan warna besar bagi perjalanan bangsa Indonesia. Dari masa ke masa, Nasyiah terus hadir membersamai masyarakat melalui berbagai gerakan pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan perempuan.
Milad ke-95 ini sekaligus menjadi momentum refleksi bersama bahwa menjaga peradaban bukan hanya tugas negara atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan muda. Dengan semangat “Srikandi Penjaga Peradaban”, kader-kader Nasyiatul Aisyiyah diharapkan terus menjadi inspirasi dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat persatuan, dan mewujudkan Indonesia yang maju, bermartabat, serta berkeadaban.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T