Lompat ke isi utama

Berita

MOMENTUM HARI BUKU NASIONAL, BAWASLU LAMPUNG TENGAH DORONG SEMANGAT MEMBACA

R

Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Parmas Bawaslu Lampung Tengah Serukan Budaya Membaca

Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei 2026, Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Bawaslu Lampung Tengah, Harmono, menyampaikan ucapan sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan literasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Peringatan Hari Buku Nasional bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menilai bahwa buku memiliki peran besar dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

“Selamat memperingati Hari Buku Nasional 17 Mei 2026. Semoga peringatan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya budaya membaca dalam membangun generasi yang cerdas, kritis, dan berintegritas,” ujar Harmono, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa Hari Buku Nasional pertama kali dicetuskan pada tahun 2002 oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Abdul Malik Fadjar. Gagasan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Karena itu, peringatan Hari Buku Nasional diharapkan dapat terus menjadi semangat bersama dalam meningkatkan budaya literasi di seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Harmono, di era digital seperti saat ini masyarakat memang sangat mudah memperoleh informasi melalui internet dan media sosial. Namun demikian, kemudahan tersebut juga harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang baik agar masyarakat mampu memilah dan memahami informasi secara benar serta tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.

Ia menilai bahwa budaya membaca memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas demokrasi dan partisipasi masyarakat. Masyarakat yang memiliki tingkat literasi yang baik akan lebih bijak dalam menyikapi isu-isu publik, memahami aturan, serta aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan demokrasi secara sehat.

“Melalui membaca, masyarakat akan memiliki wawasan yang lebih luas dan pola pikir yang lebih kritis. Literasi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” tambahnya.

Sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Parmas, Harmono juga menekankan pentingnya membangun kesadaran literasi sejak usia dini, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda. Ia berharap budaya membaca dapat terus ditanamkan melalui lingkungan keluarga, sekolah, maupun komunitas masyarakat agar menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan.

Selain itu, Harmono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan literasi dengan memanfaatkan perpustakaan, taman baca, dan berbagai sarana pendidikan lainnya sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas pendidikan dan budaya literasi masyarakatnya.

“Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita dapat memperluas pengetahuan, membangun karakter, dan meningkatkan kualitas diri. Karena itu, mari kita jadikan membaca sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga berharap momentum Hari Buku Nasional 2026 dapat memperkuat semangat masyarakat Lampung Tengah untuk lebih mencintai buku dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, masyarakat yang gemar membaca akan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang terus berubah.

Di akhir pernyataannya, Harmono mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Buku Nasional sebagai momentum memperkuat budaya literasi demi menciptakan generasi yang cerdas, berkualitas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa.

“Semoga Hari Buku Nasional tahun ini menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk terus belajar, membaca, dan meningkatkan kualitas diri demi masa depan Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.

Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah

Penulis dan Editor: 1T