SRIKANDI PENGAWAS PEMILU BUKTIKAN DEDIKASI MENJAGA DEMOKRASI HINGGA KE “PUCUK” POHON
|
Semangat pengabdian dalam menjaga demokrasi kembali ditunjukkan oleh jajaran pengawas pemilu di lapangan. Kali ini, Srikandi Pengawas Pemilu membuktikan bahwa dedikasi menjaga ketertiban dan keadilan pemilu dilakukan hingga ke “pucuk” pohon. Dengan penuh semangat dan tanpa rasa ragu, para pengawas perempuan turut terlibat langsung dalam penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang tidak sesuai aturan, termasuk yang berada di atas pohon dan fasilitas umum.
Penertiban APK tersebut menjadi bagian dari komitmen pengawas pemilu dalam menciptakan pelaksanaan kampanye yang tertib, aman, serta ramah lingkungan. Di berbagai titik wilayah, para pengawas bersama tim gabungan terlihat bekerja keras menurunkan baliho, spanduk, banner, dan berbagai bentuk alat peraga kampanye lainnya yang melanggar ketentuan. Tidak sedikit APK yang dipasang di tempat terlarang seperti pepohonan, tiang listrik, hingga fasilitas publik yang dapat mengganggu keindahan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Keberadaan Srikandi Pengawas Pemilu dalam kegiatan penertiban ini menjadi perhatian tersendiri. Dengan penuh keberanian, mereka ikut naik ke titik-titik sulit demi memastikan seluruh APK yang melanggar dapat ditertibkan. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menjaga kualitas demokrasi, tidak hanya di balik meja administrasi, tetapi juga langsung di lapangan menghadapi berbagai tantangan.
Pemasangan APK di pohon tidak hanya melanggar aturan kampanye, tetapi juga dapat merusak lingkungan. Paku dan kawat yang digunakan untuk memasang spanduk atau baliho berpotensi merusak batang pohon dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pemasangan APK menjadi penting agar kampanye politik tetap berjalan dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Kegiatan penertiban APK ini juga menjadi bentuk edukasi kepada peserta pemilu dan masyarakat bahwa kampanye yang baik tidak hanya mengedepankan penyampaian visi dan misi, tetapi juga harus memperhatikan etika, estetika, dan aturan yang berlaku. Pengawas pemilu berharap seluruh peserta kontestasi politik dapat lebih disiplin dalam memasang alat peraga kampanye sesuai lokasi yang telah ditentukan.
Semangat yang ditunjukkan Srikandi Pengawas Pemilu mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran mereka di lapangan dinilai menjadi bukti bahwa perempuan memiliki ketangguhan dan dedikasi tinggi dalam menjaga demokrasi yang sehat dan bermartabat. Mereka tidak hanya menjalankan tugas pengawasan, tetapi juga menjadi inspirasi tentang pentingnya partisipasi perempuan dalam kehidupan demokrasi dan pelayanan publik.
Selain menjaga ketertiban kampanye, penertiban APK juga bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat. Banyaknya alat peraga yang dipasang sembarangan sering kali menimbulkan kesan semrawut dan mengurangi keindahan kota maupun desa. Dengan adanya penertiban secara berkala, diharapkan suasana kampanye tetap kondusif tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar.
Pengawas pemilu menegaskan bahwa seluruh langkah penertiban dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur. Sebelum penertiban dilakukan, pihak terkait terlebih dahulu diberikan imbauan dan kesempatan untuk menurunkan APK secara mandiri. Namun apabila tidak diindahkan, maka penertiban dilakukan sebagai bagian dari penegakan aturan demi menjaga ketertiban bersama.
Melalui aksi nyata tersebut, Srikandi Pengawas Pemilu kembali menunjukkan bahwa menjaga demokrasi membutuhkan keberanian, komitmen, dan kerja nyata. Bahkan hingga ke “pucuk” pohon, mereka hadir memastikan setiap tahapan kampanye berjalan sesuai aturan. Semangat pengawasan yang humanis namun tegas menjadi bukti bahwa demokrasi yang berkualitas lahir dari kerja keras semua pihak, termasuk para perempuan tangguh penjaga demokrasi di lapangan.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, pengawas pemilu berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung terciptanya kampanye yang tertib, damai, dan ramah lingkungan. Demokrasi tidak hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana seluruh prosesnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan serta kepentingan masyarakat luas.
Foto: Humas Bawaslu Lampung Tengah
Penulis dan Editor: 1T